Transformasi Hukum Pidana Adat dalam Politik Hukum Pidana Nasional Pasca Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023

Authors

  • Rendi Saputra Universitas Bengkulu
  • Herlita Eryke Universitas Bengkulu
  • Arie Elcaputera Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4330

Keywords:

Customary criminal law, Living law, Criminal law policy, Legal pluralism, Indonesian Criminal Code

Abstract

The enactment of Law Number 1 of 2023 has transformed the position of customary criminal law within Indonesia’s national legal system by recognizing living law as a basis for criminal liability. This study analyzes the transformation of customary criminal law within national criminal law policy and formulates an appropriate model for its integration with legality, legal certainty, and human rights. This research applies a normative legal method using statutory, conceptual, historical, and case approaches. The findings demonstrate four stages of transformation: recognition through Article 2 of the Criminal Code, institutionalization through Government Regulation Number 55 of 2025, formalization through regional regulations, and constitutional contestation through constitutional review. Although this transformation strengthens legal pluralism, it also creates risks of positivization, bureaucratization, and subordination of customary law to state law. This study proposes a protected legal pluralism model that preserves customary communities as the primary source of normative legitimacy while requiring the state to safeguard legality, proportionality, human rights, legal certainty, and constitutional protection.

Keywords: Customary criminal law; Living law; Criminal law policy; Legal pluralism; Indonesian Criminal Code.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Arifuddin, Q., Riswan, R., Adam HR, M., Bulkis, B., Latif, A., Salma, S., Hasnawati, H., Hidayat, A. A., & Indah, N. (2025). Metodologi penelitian hukum (Sepriano & E. Pamela, Eds.). PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Krismiyarsi. (2025). Politik hukum pidana. Penerbit Universitas Diponegoro.

Rodliyah, & Salim H. S. (2024). Pengantar hukum pidana mengacu pada KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023). Sinar Grafika.

Satory, A., Febrianty, Y., Astuti, W. R. B., & Pradana, A. F. K. (2024). Metode penelitian hukum. Tahta Media Group.

Jurnal Ilmiah

Anwar, R., & Wibowo, E. A. (2026). Integrasi living law dalam hukum pidana nasional: Antara kepastian hukum dan pluralisme hukum adat. Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology, 7(2). https://doi.org/10.18196/ijclc.v7i2.31953

Ari, E. A., Sugiarto, A., Sudrajad, Y., Rasiwan, I., & Triestanto, J. (2026). Pengaturan living law dalam KUHP nasional: Antara pengakuan hukum adat dan kepastian hukum. Jurnal Kolaboratif Sains, 9(1). https://doi.org/10.56338/jks.v9i1.10124

Ell, E. J. (2026). Implementasi living law dalam Pasal 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional: Analisis normatif terhadap pengakuan hukum adat Arfak dan Doreri di Manokwari. Mansinam Law Review, 1(2).

Erniyati, T., & Sari, S. (2026). Analisis implikasi sanksi kewajiban adat sebagai sanksi pidana tambahan dalam KUHP nasional. Al-Adl: Jurnal Hukum, 18(2). https://doi.org/10.31602/al-adl.v18i2.20559

Gregorio, E., Kusumastuti, D. A., & Kesuma, I. G. K. W. (2024). Implikasi pelunakan pengaturan asas legalitas dalam KUHPN terhadap konsep “hukum yang hidup dalam masyarakat.” Jurist-Diction, 7(2), 263–290. https://doi.org/10.20473/jd.v7i2.56124

Hardinanto, A., Arief, B. N., Setiyono, J., Fernando, Z. J., & Sabrina, N. (2024). Critical analysis of living law formulation in Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code: Towards law reform to realize justice with the spirit of Pancasila. Journal of Law and Legal Reform, 5(3), 1029–1066. https://doi.org/10.15294/jllr.v5i3.13923

Hardinanto, A., Fernando, Z. J., Sabrina, N., Putra, E. N., & Sumardiana, B. (2026). Customary council decisions as grounds for the elimination of prosecution: Notes on the Criminal Procedure Code. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 11(1), 1–42. https://doi.org/10.15294/ijcls.v11i1.31803

Harefa, B., Fernando, Z. J., Maharani, A. S., Anditya, A. W., & Humana, S. (2024). Revitalization of Indonesian criminal law through the acknowledgment of living law: An investigation of the Sigajang Laleng Lipa’ customary law. Jurnal Hukum Novelty, 15(2), 248–267. https://doi.org/10.26555/jhn.v15i2.28234

Hutabarat, P., Haryadi, & Siregar, E. (2025). Keberadaan sanksi adat terhadap penegakan hukum pidana dalam KUHP baru. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.22437/pampas.v6i1.41483

Junaidi, M., & Susanto, Y. A. (2025). Reformulation of customary criminal law in the National Criminal Code based on the formation of legislation. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 7(1), 43–60. https://doi.org/10.14710/jphi.v7i1.43-60

Khoiruddin, A. R., & Natsir, M. A. R. (2026). Prospek penerapan sanksi adat Ammatoa pasca berlakunya KUHP nasional dalam bingkai teori mirror thesis. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 6(1).

Ma’ruf, D. M., Nugroho, H., Prayitno, K. P., & Wahyudi, S. (2026). The strengthening the institutionalization of customary law in Indonesia’s judicial system: An integrative legal framework approach. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 14(1). https://doi.org/10.29303/ius.v14i1.1936

Muhammad, A., Adha, M. Y., & Toni. (2026). Tantangan penerapan sanksi pidana adat dalam KUHP nasional di tengah terkikisnya kesadaran hukum masyarakat adat. Jurnal Media Hukum, 14(1), 14–29. https://doi.org/10.59414/jmh.v14i1.1291

Putra, A., Raspati, L., Rachman, T., & Kurniawan, I. (2026). Living law on the margins: A critical review of Article 2 of the 2023 Indonesian Penal Code. Jurnal Hukum dan Peradilan, 15(1), 81–110. https://doi.org/10.25216/jhp.15.1.2026.81-110

Putra, B. A., Habibie, B. Y., Ramadhan, M. A., Putra, M. L. A., & Khusna, N. (2026). Metodologi penelitian hukum normatif dalam perspektif konsep dan teknik analisis dalam kajian yuridis. Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner, 10(4), 97–112.

Rozah, U., & Yudistira, A. (2025). Penal policy analysis of the formulation of customary law in the 2023 KUHP. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 10(1), 83–114. https://doi.org/10.15294/ijcls.v10i1.19939

Sueni, A. S., Fernando, Z. J., Putriyana, A., Lestarika, D. P., & Zulaika, A. N. (2025). Living law and hybrid justice: The integration of customary criminal law in Indonesia’s 2023 National Criminal Code. Jurnal Hukum Progresif, 13(2), 253–284. https://doi.org/10.14710/jhp.13.2.253-284

Susanto, Y. A., Prabawani, R. D., & Najah, N. A. (2025). Customary law in the new Indonesian Criminal Code: Recognition or reduction? ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 19(1), 77–96. https://doi.org/10.15575/adliya.v19i1.44458

Wijayanto, E., & Makarim, M. H. (2025). Politik hukum living law dan hak asasi manusia terhadap rancangan perda tindak pidana adat dalam KUHP. Jurnal Legislasi Indonesia, 22(2).

Wiraguna, S. (2025). Eksplorasi metode penelitian dengan pendekatan normatif dan empiris dalam penelitian hukum di Indonesia. Lex Jurnalica, 22(1).

Peraturan Perundang-undangan

Republik Indonesia. (2025). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2025 tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 197).

Republik Indonesia. (2026). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 1).

Sumber Institusional dan Website Resmi

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026, September 2). Menyoal ketiadaan parameter keberlakuan dan ruang lingkup living law sebagai dasar pemidanaan. https://www.mkri.id/berita/menyoal-ketiadaan-parameter-keberlakuan-dan-ruang-lingkup-living-law-sebagai-dasar-pemidanaan-25684

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026, September 14). Jadwal sidang Perkara Nomor 295/PUU-XXIV/2026: Mendengar keterangan DPR dan Presiden. https://www.mkri.id/perkara/persidangan/jadwal-sidang

Downloads

Published

2026-10-15

How to Cite

Rendi Saputra et al., rendi_s- 123, Eryke, H., & Elcaputera, A. (2026). Transformasi Hukum Pidana Adat dalam Politik Hukum Pidana Nasional Pasca Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(5), 3539–3556. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4330