Kedudukan Hukum Akta Ikrar Wakaf: Implikasi Ratio Decidendi Terhadap Wa’ad

Authors

  • Firman Arief Irvani Universitas Tarumanagara
  • Amad Sudiro Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4200

Keywords:

Akta Ikrar Wakaf, Wa’ad, Ratio Decidendi, Sengketa Wakaf, Kepastian Hukum

Abstract

Wakaf merupakan instrumen hukum Islam yang memiliki fungsi strategis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan keberlanjutan manfaat harta bagi kepentingan umum. Dalam praktiknya, sengketa wakaf sering muncul akibat tidak adanya Akta Ikrar Wakaf (AIW) atau adanya perbedaan penafsiran mengenai kehendak wakif yang sebelumnya dinyatakan dalam bentuk wa’ad (janji). Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan hukum terkait kekuatan pembuktian wa’ad dan kedudukan AIW dalam menentukan keabsahan suatu wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum Akta Ikrar Wakaf dalam sistem hukum wakaf di Indonesia serta mengkaji implikasi ratio decidendi hakim terhadap keberlakuan wa’ad dalam sengketa wakaf. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang terdiri atas peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan putusan pengadilan yang berkaitan dengan sengketa wakaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akta Ikrar Wakaf memiliki kedudukan sebagai alat bukti autentik yang memberikan kepastian hukum terhadap status harta wakaf, sekaligus menjadi instrumen perlindungan hukum bagi nazhir dan masyarakat penerima manfaat wakaf. Selain itu, ratio decidendi hakim menunjukkan bahwa wa’ad tidak memiliki kekuatan hukum yang setara dengan Akta Ikrar Wakaf, namun dapat dijadikan dasar pertimbangan hukum apabila didukung oleh fakta-fakta yang menunjukkan realisasi kehendak wakif dan pemanfaatan objek wakaf secara nyata. Oleh karena itu, hubungan antara wa’ad dan Akta Ikrar Wakaf bersifat komplementer dalam proses pembuktian wakaf, di mana AIW memberikan kepastian hukum formal sedangkan wa’ad berfungsi sebagai indikator kehendak wakif dalam pembentukan hubungan hukum wakaf.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badruddin, & Supriyadi, A. P. (2022). Dinamika Hukum Islam Indonesia: Reaktualisasi Norma Islam dalam Menalar Hukum Positif Merespon Sosio-Kultural Era Kontemporer. De Jure: Jurnal Hukum Dan Syariah, 14(1), 38–57. https://doi.org/https://doi.org/10.18860/j-fsh.v14i1.15512

Fahira Az-Zahra, Nabilah, Muhammad Zaki, Wisnu Satrio Pamungkas, dan R. (2026). Problematika Pengalihan Harta Wakaf (Istibdal) dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(`). https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v10i1.37679

Fauzani, M. H. dan L. (2025). Dinamika Sengketa Wakaf di Indonesia: Problematika Yuridis, Efektivitas Regulasi, dan Formulasi Model Penyelesaian. Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 11(1).

Haelani, M. A. S., & Sulistiani, S. L. (2024). Keabsahan akta ikrar wakaf ganda perspektif UU Wakaf dan hukum Islam. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 4(1), 37–44. https://doi.org/https://doi.org/10.29313/jrhki.v4i1.3871

Huda, A. S. M. dan M. I. (2024). Diferensiasi Keputusan Hakim dalam Penyelesaian Sengketa Wakaf: Studi Kasus pada Enam Putusan Pengadilan Agama di Indonesia. Tahkim: Jurnal Peradaban Dan Hukum Islam, 7(1).

Ibrahim, J. (2013). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Bayumedia Publishing.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Kencana.

Muchtar, A. D., Dunia, J. P., Al Azizah, N., Risdayani, & M. (2025). Kedudukan akta ikrar wakaf perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 6(2), 396–419. https://doi.org/https://doi.org/10.36701/bustanul.v6i2.1999

Nento, V., & Darwis, R. (2025). Analisis kedudukan akta ikrar wakaf (AIW) sebagai syarat administratif dalam perbandingan dengan rukun wakaf dalam fikih. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(2). https://doi.org/https://doi.org/10.55681/seikat.v5i2.1974

Putra, A., Mirwati, Y., & Y. (2024). Keabsahan akta ikrar wakaf dari tanah yang sudah berstatus fasilitas sosial (Studi kasus Akta Ikrar Wakaf Nomor W2/07/VII/2019). Yuriska: Jurnal Ilmiah Hukum, 16(2), 245–267. https://doi.org/https://doi.org/10.24903/yrs.v16i2.2758

Rupita, N. E., & M. (2024). Peran Wakaf Produktif dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat: Studi pada Model Pengelolaan Berbasis Maqashid Syariah. Al-Muzdahir: Jurnal Ekonomi Syariah, 7(2). https://doi.org/https://doi.org/10.55352/ekis.v7i2.1442

Saragih, M. R. A., & R. (2024). Pengabaian pembuatan akta ikrar wakaf terhadap obyek wakaf di Indonesia. RESAM Jurnal Hukum, 10(2), 82–90. https://doi.org/https://doi.org/10.32661/resam.v10i2.96

Soekanto, S. (2014). Pengantar Penelitian Hukum. UI Press.

Zainal, V. R. (2020). Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif. Al-Awqaf: Jurnal Wakaf Dan Ekonomi Islam, 9(1), 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.47411/al-awqaf.v9i1.32

Downloads

Published

2026-10-28

How to Cite

Irvani, F. A., & Sudiro, A. (2026). Kedudukan Hukum Akta Ikrar Wakaf: Implikasi Ratio Decidendi Terhadap Wa’ad. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(5), 3964–3973. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4200