Pergeseran Pemahaman Legalitas Perkawinan Dari Sihatun Nikah Ke Tajdidun Nikah (Studi Pada Komunitas Rifa’iyah Di Limpung Batang Jawa Tengah)

Authors

  • Vivi Mahmudah Vivi Universitas islam negeri Walisongo Semarang
  • Achmad Arief Budiman UIN Walisongo Semarang
  • Ali Maskur

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4195

Keywords:

Pergeseran pemahaman, legalitas perkawinan, sihatun nikah, tajdidun nikah, komunitas rifa’iyah

Abstract

Artikel ini mengkaji pergeseran pemahaman legalitas perkawinan dari praktik sihatun nikah (pengesahan akad) menuju tajdidun nikah (pembaruan akad) pada komunitas Rifa'iyah di Limpung, Kabupaten Batang, sebagai wilayah historis kelahiran gerakan tersebut. Penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tokoh agama Rifa'iyah serta observasi terhadap praktik akad nikah di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran pemahaman tersebut bukan merupakan perubahan doktrin fikih tentang rukun dan syarat sah nikah, melainkan perubahan penilaian sosial-hukum terhadap terpenuhinya syarat keadilan wali dan saksi dalam konteks kelembagaan yang berbeda. Pada masa kolonial, sihatun nikah lahir sebagai kewajiban teologis akibat ketidakpercayaan terhadap otoritas pencatat nikah kolonial yang dinilai tidak memenuhi syarat keadilan. Setelah Indonesia merdeka dan lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta meningkatnya kredibilitas Kantor Urusan Agama (KUA), kedudukan tajdid bergeser dari kewajiban pengesahan (tashih) menjadi anjuran kehati-hatian semata (tajmul). Pergeseran ini didorong oleh lima faktor: yuridis-formal, sosiologis, transisi otoritas tradisional menuju legal-rasional, regenerasi kepemimpinan dan edukasi keagamaan, serta pertimbangan pragmatis-praktis. Temuan ini menegaskan bahwa pergeseran tersebut merupakan bentuk adaptasi hukum Islam lokal terhadap perubahan struktur otoritas politik dan sosial yang berlangsung secara gradual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

, PP No. 2012. “Presiden Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia.” Demographic Research: 4–7.

Ely Rif’atul Nufa, Dahrul Muftadin, dan alifiulahtin utaminingsih inayati. 2021. “Pandangan Para Tokoh Rifa’iyah Dan Nahdlatul Ulama Tentang Pembaharuan Akad Nikah Di Kalangan Jam’iyah Rifa’iyah Dukuh Paesan Kecamatan Kedungwuni.” Jurnal Hukum Islam 2.

Fatimah, Fatimah, and Zainal Arifin Purba. 2025. “Marriage Annulment Petitions by KUA Officials: An Analysis from Islamic and Positive Law Perspectives.” Al-Qadha : Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan 12(1): 101–16. doi:10.32505/qadha.v12i1.10696.

Ibtihajuddin, Muhammad, Abdul Fattaah, Moch. Nurcholis, and Zakka Asvi Auful Shohi Muhammad. 2025. “The Epistemology of Ijtihad Irsyadi in Fatwas: A Deconstruction of Takhrij Mażhabi through Case Studies of the Lirboyo Fatwa Council.” Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi: 135–58. doi:10.22515/jurnalalhakim.v7i02.12412.

Indonesia, Kementerian Agama Republik. 2019. Al-Qur’an Dan Terjemahannya.

Istifadah, Nur, and Agus Nurhadi. 2025. “From Syariah to Berkah : The Tradition o f Ṣiḥḥaḥ Akad Nikah at Jam ’ Iyyah Rifa ’ Iyah.” 27(1): 57–70.

J.moleong, Lexy. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Kementrian Agama. 2019. “PMA No 20 Tahun 2019 Tentang Pencatatan Pernikahan.” Berita Negara Republik Indonesia (1118): 29.

Lukman, Christine Claudia, and Monica Hartanti. 2025. “The Influence of Mentifact and Sociofact on The Design and Meaning of Rifa’iyah Batik Motifs for Wedding Ceremonies.” Wacana Seni 24: 66–79. doi:10.21315/ws2025.24.5.

M’phun’s. 1860. “Marriage Law.” Notes and Queries s2-IX(215): 112. doi:10.1093/nq/s2-ix.215.112a.

Mahfudz, Isrofi. 2026. Wawancara.

matthew B.Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldana. 2014. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd Ed.

Muftadin, Dahrul. 2021. “Repetition of the Marriage Contract (Shihhah) in the Rifaiyahâ€TMs Tradition.” Jurnal Hukum Islam 19(2): 329–47. doi:10.28918/jhi.v19i2.5029.

Muhamad Yusrul Hana. 2025. “Reconsideration of Patriarchal Culture Through Balancing the Dual Roles of Rifa’iyah Women in Pekalongan.” Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak 19(2): 183–216. doi:10.24090/yinyang.v19i2.10444.

Nasution, Saphira Husna, and Faisar Ananda Arfa. 2024. “Konsepsi Hukum Keluarga Islam Dalam Praktik Perkawinan Dan Sistem Hukum Nasional Indonesia.” Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 7(3): 9248–55. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/view/31029.

Padli, Erwin, and Zaenudin Amrulloh. 2022. “SEJARAH GERAKAN SOSIAL ISLAM SYEKH AHMAD RIFA ’ I DI INDONESIA ADAB KE-19 PENDAHULUAN Sepereti Yang Telah Kita Ketahuai Bersama , Sepanjang Abad 19 Dan Bagian Pertama Abad 20 , Sejarah Indonesia Ditandai Oleh Meledaknya Gejolak Atau Protes Sosial Di Kalan.”

Republik Indonesia. 2019. “Law Number 16 of 2019 Concerning Amendment to Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage.” Undang-Undang Republik Indonesia (006265): 2–6. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/122740/uu-no-16-tahun-2019.

Sigit Setyawan, Titis Srimuda Pitana, and Prasetyo Adi Wisnu Wibowo. 2025. “Negotiating Identity: The Cultural and Religious Significance of Rifa’iyah Batik for Women.” IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya 23(1): 171–88. doi:10.24090/ibda.v23i1.13973.

Soekanto, Soerjono. 1986. Pengantar Penelitian Hukum.

Stadtländer, Christian T. K.-H. 2009. “Qualitative, Quantitative, and Mixed-Methods Research.” Microbe Magazine 4(11): 485–485. doi:10.1128/microbe.4.485.1.

Syafar Alim Siregar. 2025. “Pencatatan Perkawinan Dalam Kajian Khi Dan Fatwa Mui.” I’tiqadiah: Jurnal Hukum dan Ilmu-ilmu Kesyariahan 1(3): 314–28. doi:10.63424/itiqadiah.v1i3.235.

Sztompka, Piotr. 1994. The Sociology of Social Change.

Ummu Rofi’ah, Wakid Evendi. 2020. “Tajdidun Nikah Sebagai Upaya Penguatan Keluarga Sakinah.” Jurnal Kajian Hukum Islam 3134: 1–20.

Weber, Max. 1978. Economy and Society: An Outline of Interpretive Sociology, Ed. Guenther Roth Dan Claus Wittich.

Downloads

Published

2026-10-28

How to Cite

Vivi, V. M., Achmad Arief Budiman, & Ali Maskur. (2026). Pergeseran Pemahaman Legalitas Perkawinan Dari Sihatun Nikah Ke Tajdidun Nikah (Studi Pada Komunitas Rifa’iyah Di Limpung Batang Jawa Tengah). SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(5), 3953–3963. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4195