Rekonstruksi Pembuktian Kerugian Keuangan Negara Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026: Harmonisasi Kewenangan Audit dan Independensi Hakim

Authors

  • Devin Rizki Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bengkulu
  • Herlita Eryke Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4115

Keywords:

Kerugian keuangan negara, Tindak pidana korupsi, Pembuktian, audit, Badan Pemeriksa Keuangan

Abstract

Kerugian keuangan negara merupakan unsur penting dalam pembuktian tindak pidana korupsi yang mengalami perkembangan setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016 menggeser pendekatan kerugian potensial menjadi kerugian nyata (actual loss). Pasal 603 dan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tetap mempertahankan unsur kerugian keuangan negara, sedangkan Penjelasan Pasal 603 mengaitkannya dengan hasil pemeriksaan lembaga negara audit keuangan. Kondisi ini menimbulkan persoalan mengenai kewenangan menentukan kerugian negara, kedudukan hasil audit lembaga selain Badan Pemeriksa Keuangan, dan standar pembuktiannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pembuktian kerugian keuangan negara pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026 serta merumuskan model pembuktian yang menjamin kepastian hukum dan independensi hakim. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan konstitusional BPK tidak menjadikan laporan BPK sebagai satu-satunya dasar pembuktian kerugian keuangan negara. Hasil audit BPKP, inspektorat, akuntan publik, dan keterangan ahli tetap dapat digunakan sepanjang diperoleh secara sah dan diuji di persidangan. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi pembuktian melalui pemisahan antara kewenangan menentukan kerugian negara, penghitungan nilai kerugian, kedudukan hasil audit, dan kewenangan hakim dalam menilai terpenuhinya unsur kerugian keuangan negara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andrian, Z. (2026). Dualisme yurisdiksi dalam penyelesaian kerugian keuangan negara: Konsep integratif terhadap penegakan hukum tipikor. Tanjungpura Law Journal, 10(1). https://doi.org/10.26418/tlj.v10i1.95032

Arfiani. (2026). Kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan dalam penentuan kerugian keuangan negara pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026. Sakato Ekasakti Law Review. https://doi.org/10.31933/2zc9g795

Assanti, W. K., & Noor, H. J. (2025). Debating expert authority in corruption cases: The challenge of interpreting state financial losses under the 2023 Indonesian Criminal Code. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law), 12(3). https://journal.unpad.ac.id/pjih/vol12/iss3/3/

DM, A. M. (2023). Pertanggungjawaban pidana kerugian keuangan negara dalam tindak pidana korupsi di Indonesia. Jurnal Media Hukum, 11(1), 36–51. https://doi.org/10.59414/jmh.v11i1.449

Fajri, R., Jeumpa, I. K., & Yusri. (2025). Proof of state financial losses in state-owned banking enterprises related to corruption crimes. International Journal of Law and Society, 2(4), 85–94. https://doi.org/10.62951/ijls.v2i4.779

Hamdani, H., & Oktafiani, S. (2026). Analisis proses dan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara kasus korupsi importasi gula pada Kementerian Perdagangan tahun 2015–2016. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 10(1). https://ekonomis.unbari.ac.id/index.php/ojsekonomis/article/view/2832

Ijham, M., Puluhulawa, F. U., & Imran, S. Y. (2026). Judicial consideration of state financial loss calculations by the Audit Board of the Republic of Indonesia and regional inspectorates. Yustisia Tirtayasa: Jurnal Tugas Akhir. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/yustisia/article/view/39461

Kurniawati, M., Anwar, S., & Suradi. (2025). Analysis of Decision Number 51/PID.SUS-TPK/2024/PN MKS regarding proof of state financial losses in corruption criminal acts. Journal of Law, Social Science and Humanities, 3(1), 159–168. https://myjournal.or.id/index.php/JLSSH/article/view/481

Miranda, D. (2025). Rekonsepsi penghitungan kerugian perekonomian negara dalam rangka pembuktian tindak pidana korupsi. SHARE Journal, 1(2), 124–146. https://doi.org/10.28986/jshare.v1i2.2429

Ramdani, E. R. (2025). Penghitungan kerugian keuangan negara melalui Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam pembuktian tindak pidana korupsi di Indonesia. Hangoluan Law Review, 4(1). https://hlr.unja.ac.id/index.php/hlr/article/view/64

Sasmita, A. S., & Rusdiana, E. (2026). Analisis yuridis penghitungan kerugian keuangan negara berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016: Studi Putusan Nomor 24/Pid.Sus-TPK/2023/PN Mtr. Indonesian Journal of Contemporary Law, 3(7). https://journal.unesa.ac.id/index.php/ijcl/article/view/56989

Sihombing, E., Erlina, Muda, I., & Fachrudin, K. A. (2025). Forensic accountants: Combating corruption through collection of evidence and enhancement of quality of audit in the calculation of state financial losses in Indonesia. International Journal of Innovative Research and Scientific Studies, 8(2), 265–275. https://doi.org/10.53894/ijirss.v8i2.5144

Sulantoro, M. A. (2025). Persinggungan kewenangan penghitungan kerugian keuangan negara dalam tindak pidana korupsi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan teori beban pembuktian. SHARE Journal, 1(1), 55–77. https://doi.org/10.28986/jshare.v1i1.1981

Suparyanto, B., & Nurbaedah. (2025). Kekuatan hukum pembuktian laporan hasil pemeriksaan auditor Pengawasan Kejaksaan R.I. dalam pembuktian perkara korupsi. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 14(2), 305–313. https://doi.org/10.32503/mizan.v14i2%20inpress.7981

Tarigan, H. P. (2026). Juridical study of criminal liability for state financial losses based on post-audit overpayment calculations following Constitutional Court Decision Number 28/PUU-XXIV/2026. Journal of Law, Politic and Humanities, 6(5). https://doi.org/10.38035/jlph.v6i5.3612

Tulia, A. L., & Andries, C. G. A. (2026). Pertimbangan hakim terhadap unsur kerugian keuangan negara: Studi Putusan Nomor 78/Pid.Sus-TPK/2024/PN Jkt.Pst. Bacarita Law Journal, 6(2). https://doi.org/10.30598/bacarita.v6i2.18406

Wisesa, I. M. G. R., & Darmadi, A. A. N. O. Y. (2025). Analisis yuridis kewenangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam menghitung dan menyatakan kerugian keuangan negara. Jurnal Media Akademik, 3(12). https://doi.org/10.62281/e412f243

Yuniati, & Lie, G. (2026). Judicial legal reasoning on the concept of state financial losses in Indonesian corruption courts: A case study of BUMN. Al-Risalah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum. https://doi.org/10.24252/al-risalah.vi.67442

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026). Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 148/PUU-XXIV/2026 (17 Juni 2026). https://jdih.mkri.id/produk-hukum/putusan

Downloads

Published

2026-10-14

How to Cite

Devin Rizki, & Eryke, H. (2026). Rekonstruksi Pembuktian Kerugian Keuangan Negara Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XXIV/2026: Harmonisasi Kewenangan Audit dan Independensi Hakim. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(5), 3444–3457. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4115