Rekonstruksi Perlindungan Tanah Ulayat Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 64/PUU-XXIV/2026: Model Pendaftaran Tanah Berbasis Rekognisi Hak Masyarakat Hukum Adat
Keywords:
Tanah ulayat, Masyarakat hukum adat, Pendaftaran tanah, Rekognisi, Mahkamah KonstitusiAbstract
Perlindungan tanah ulayat di Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara pengakuan konstitusional dan efektivitas administrasi pertanahan. Permen ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2024 telah mengatur mekanisme administrasi dan pendaftaran tanah ulayat, tetapi belum menjamin perlindungan memadai bagi tanah yang belum terdaftar, masih dalam proses verifikasi, atau mengalami tumpang tindih klaim. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 64/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa tanah yang belum terdaftar tidak identik dengan tanah tanpa hak serta menempatkan pendaftaran sebagai instrumen pengakuan administratif dan pembuktian yuridis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi putusan tersebut terhadap perlindungan tanah ulayat dan merekonstruksi model pendaftaran yang responsif terhadap karakter hak masyarakat hukum adat. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekosongan perlindungan pada tahap antara identifikasi klaim dan pendaftaran definitif. Penelitian ini menawarkan Model Pendaftaran Tanah Ulayat Berbasis Rekognisi Bertingkat melalui tiga tahap, yaitu rekognisi awal, pencatatan protektif, dan rekognisi definitif. Model tersebut memisahkan eksistensi hak dari pendaftaran, memberikan perlindungan administratif sejak tahap awal, serta tetap menjamin kepastian hukum bagi pihak lain.
Downloads
References
Syahril, M. A. F. (2024). Hukum adat: Teori dan dinamika perkembangannya. Eureka Media Aksara. https://repository.penerbiteureka.com/media/publications/569658-hukum-adat-teori-dan-dinamika-perkembang-4f6ac755.pdf
Andrian, A. G., Weldi, J. N., Azhari, M., Abdillah, M. M., Harahap, N. I. D., Maricar, Y., & Ilyanawati, R. Y. A. (2025). Transformasi hak tanah ulayat kaum menjadi hak milik melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap di Kota Solok. Karimah Tauhid, 4(4), 2119–2134. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i4.17457
Artina, D., Indra, M., Diana, L., Tiraputri, A., & Saragih, G. M. (2024). Overlapping regulation: Kepastian hak ulayat atas tanah masyarakat hukum adat Muara Sakal Pelalawan Riau. Masalah-Masalah Hukum, 53(1), 23–34. https://doi.org/10.14710/mmh.53.1.2024.23-34
Bahari, S. (2025). Pengakuan negara atas hak ulayat dan masyarakat adat pasca Undang-Undang Cipta Kerja. Majalah Hukum Nasional, 55(1), 107–123. https://doi.org/10.33331/mhn.v55i1.1068
Burda, H., Hidayat, R., Yenti, F., Hamdanil, H., & Atril, Z. (2025). The legal pluralism dilemma in ulayat land certification: The crisis of communal ownership in Minangkabau. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 29(2), 411–422. https://doi.org/10.29300/madania.v29i2.8630
Burhan, T. A. G., & Tamsil. (2026). Disharmoni dan inkonsistensi pengaturan hak pengelolaan di atas hak ulayat Karapatan Adat Nagari. LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan, Tata Ruang, dan Agraria, 5(2), 186–204. https://doi.org/10.23920/litra.v5i2.2612
Efrizon, E., Agisty, F., Galgani, M. G., Kasman S, M., & Utomo, P. (2025). Pembaharuan hukum agraria dan perlindungan hak-hak masyarakat hukum adat. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(2), 52–60. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v4i2.428
Hamid, A. A., Winanto, & Silviana, A. (2025). Pelaksanaan pendaftaran tanah hak ulayat masyarakat hukum adat di Kabupaten Puncak Jaya. Notarius, 18(2), 555–572. https://doi.org/10.14710/nts.v18i2.67090
Jaelani, A., Kusumahpraja, R. K., Agus, D., Anwar, J., & Jaya, A. M. (2026). Legal pluralism and the recognition of indigenous land rights: A comparative study of Indonesia, the Philippines, and Canada. Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy, 4(3), 1478–1486. https://doi.org/10.5281/zenodo.21162464
Jamrudin, H., & Widowaty, Y. (2026). Penguatan prinsip free, prior and informed consent (FPIC) dalam perlindungan hak tanah masyarakat adat. Bina Hukum Lingkungan, 10(2), 249–266. https://doi.org/10.24970/bhl.v10i2.442
Lakuteru, V. A., & Djajaputra, G. (2025). Kedudukan hukum tanah ulayat dalam sistem hukum agraria dan hukum adat di Indonesia. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 13(11), 2590–2606. https://doi.org/10.24843/KS.2025.v13.i11.p13
Lobubun, M. (2026a). Legal certainty in the registration of land subject to the hak ulayat of customary law communities following ATR/BPN Ministerial Regulation No. 14 of 2024. Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren, 6(2), 127–142. https://doi.org/10.46924/jihk.v6i2.509
Lobubun, M. (2026b). Recognition before authorization: Reconstructing FPIC for the use of ulayat land of customary law communities in South Papua. Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren, 4(2), 1–13. https://doi.org/10.46924/jihk.v4i2.513
Lubis, I., Siregar, T., Lubis, D. I. S., Adawiyah, R., & Lubis, A. H. (2025). Integrasi hukum adat dalam sistem hukum agraria nasional: Tantangan dan solusi dalam pengakuan hak ulayat. Tunas Agraria, 8(2), 143–158. https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.401
Mardhiya, R. (2024). Hak ulayat masyarakat hukum adat dalam implementasi pembangunan hukum nasional di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(9). https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i9.514
Matara, O. J., & Tjempaka, T. (2026). The Indonesian Supreme Court’s recognition of the right to customary land in Indonesia. Academia Open, 11(1), Article 14084. https://doi.org/10.21070/acopen.11.2026.14084
Maulana, V., & Saleh, M. (2026). Kepemilikan hak atas tanah adat dalam Peraturan Daerah Kabupaten Raja Ampat berbasis harmonisasi sistem hukum pertanahan nasional. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(5), 4154–4163. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i5.9282
Prawira, I. A., & Saputri, V. (2026). Kepastian hukum sertifikat hak pengelolaan atas tanah ulayat adat di Kota Sungai Penuh Jambi: Kajian yuridis-empiris atas implementasi Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2024. Jambura Journal Civic Education, 6(1). https://doi.org/10.37905/jacedu.v6i1.38320
Rani, P. A., Mauritsius, D., & Dinata, H. K. (2026). Implementasi Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 14 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan administrasi pertanahan dan pendaftaran tanah hak ulayat masyarakat hukum adat di Desa Were IV Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(1), 29–44. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i01.12230
Rubiati, B. (2024). The existence and protection of ulayat rights in indigenous communities within the framework of positive law in Indonesia. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 5(2), 302–320. https://doi.org/10.23920/jphp.v5i2.1450
S, N. K. S., & Yanti, A. A. I. E. K. (2026). Perlindungan hukum masyarakat adat atas tanah adat dalam pembaharuan hukum nasional. Jurnal Media Akademik, 4(5). https://doi.org/10.62281/hhqeh631
Saputri, B. A., Rato, D., & Anggraini, R. A. R. (2024). Ratio legis pemberian hak pengelolaan tanah ulayat terhadap masyarakat hukum adat di Indonesia. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 12(11), 2816–2826. https://doi.org/10.24843/KS.2024.v12.i11.p06
Sumilat, R. R. I. (2024). Implementation of the Regulation of the Minister of ATR/BPN No. 14 of 2024 in the registration of customary land rights of customary law communities. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora, 8(2), 1832–1841. https://doi.org/10.36526/santhet.v8i2.4485
Syukrisna, D. A., Candrakirana, R., & Lukitasari, D. (2025). Perlindungan hak masyarakat adat atas tanah ulayat pasca Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nomor 14 Tahun 2024. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(12), 4157–4165. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5088
Tandori, T., & Supriyanto, V. H. (2025). Kontradiksi hak komunal dan hak ulayat dalam hukum pertanahan Indonesia: Tinjauan yurisprudensi dan regulasi Indonesia. Tunas Agraria, 8(3), 380–400. https://doi.org/10.31292/jta.v8i3.483
Wulandari, R. (2026). Analisis perlindungan hak masyarakat adat terkait HGU di atas tanah ulayat berdasarkan UUPA dan UU Minerba. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(5), 3666–3671. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i5.8718
Zahra, M., & Priyono, E. A. (2025). Kepastian hukum atas status tanah adat setelah berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 131–146. https://journal.umpo.ac.id/index.php/LS/article/view/10973
Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat. https://peraturan.bpk.go.id/Details/280736
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026, 23 Juli). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 64/PUU-XXIV/2026. https://jdih.mkri.id/produk-hukum/putusan
Puspitasari, S. (2024). Kedudukan tanah ulayat setelah dikeluarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat [Skripsi sarjana, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/55597
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026, 23 Juli). Pendaftaran tanah merupakan upaya negara menjamin kepastian hukum. https://www.mkri.id/berita/pendaftaran-tanah-merupakan-upaya-negara-menjamin-kepastian-hukum-25468
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmat Zuljaddi Ramansyah, Emelia Kontesa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








