Penerapan Perspektif Second Generation of CPTED dalam Upaya Merekomendasikan Daerah Asimilasi Percontohan di Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3955Keywords:
Second Generation CPTED, Asimilasi, WBP, daerah percontohan, reintegrasi sosialAbstract
Artikel ini menganalisis pembentukan daerah asimilasi percontohan dengan perspektif Second Generation Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) di Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru. Penelitian memakai mixed methods dengan explanatory sequential design. Data kuantitatif berasal dari 143 responden masyarakat, sedangkan data kualitatif berasal dari enam Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan satu Pembimbing Kemasyarakatan. Survei menguji kohesi sosial, budaya komunitas, konektivitas, kapasitas ambang, dan persepsi terhadap asimilasi. Keempat dimensi CPTED berhubungan dengan persepsi asimilasi (r = 0,398-0,668; p < 0,001). Regresi berganda signifikan (F = 55,066; p < 0,001; adjusted R² = 0,604), dengan koefisien terbesar pada konektivitas (B = 0,480). Perbedaan antarkecamatan muncul pada budaya komunitas, konektivitas, dan persepsi asimilasi. Pengkodean ATLAS.ti menghasilkan 40% sentimen negatif, 35% positif, dan 25% netral; stigma serta akses ruang publik yang tidak konsisten berulang dalam wawancara. Hasil tersebut menjadi dasar rancangan daerah percontohan yang menggabungkan kesiapan komunitas, ruang publik yang dapat diakses, partisipasi WBP dalam pengawasan Bapas, dan evaluasi berkala.
Downloads
References
Badan Narkotika Nasional. (2022). Indonesia Drugs Report 2022.
Balitbangham. (2014). Rancangan program dan strategi pengembangan lembaga pemasyarakatan. Kebijakan Pemasyarakatan, 1(1), 15-36. https://ejournal.balitbangham.go.id/index.php/kebijakan/article/view/591
Cleveland, G., & Saville, G. (2003). An introduction to Second Generation CPTED: Part 1. CPTED Perspectives, 6, 4-8.
Cozens, P. M., Saville, G., & Hillier, D. (2005). Crime prevention through environmental design (CPTED): A review and modern bibliography. Property Management, 23(4), 328-356. https://doi.org/10.1108/02637470510631483
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Ditjenpas. (2021). Beban psikologis napi yang bebas di tengah pandemi. http://www.ditjenpas.go.id/beban-psikologis-napi-yang-bebas-di-tengah-pandemi
Hapsari, Y. T. (2021). Pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap psychological adjustment pada warga binaan pemasyarakatan asimilasi (Studi di Balai Pemasyarakatan Kelas II Pati). Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling.
Institute for Crime & Justice Policy Research. (2024). Highest to lowest: Prison population total. Birkbeck, University of London. https://www.prisonstudies.org/highest-to-lowest/prison-population-total?field_region_taxonomy_tid=All
International CPTED Association. (2022). CPTED in brief. https://cpted.net/Primer-in-CPTED
Johnson, R. B., & Onwuegbuzie, A. J. (2004). Mixed methods research: A research paradigm whose time has come. Educational Researcher, 33(7), 14-26.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Saville, G., & Cleveland, G. (1997). Second-generation CPTED: The rise and fall of opportunity theory. Paper presented at the 2nd International CPTED Conference, Orlando.
Sufi, W., & Rahayu, S. (2022). Pelaksanaan asimilasi pada Rumah Tahanan Negara Kelas I Pekanbaru. Jurnal Karya Ilmiah .
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 imam suyudi, Runi Sikah Seisabila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








