Due Care as Preventive Legal Protection for Third Parties in Digital Access Termination
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3869Keywords:
perlindungan hukum preventif, prinsip kehati-hatian, dampak sampingan terhadap pihak ketiga, tinjauan manusia yang bermakna, keberlanjutanAbstract
Otoritas Indonesia menghentikan akses ke platform digital untuk menghapus konten ilegal dan memberikan sanksi kepada operator sistem elektronik yang belum mendaftar. Ketika sanksi semacam itu berlaku di tingkat domain, seperti dalam penghentian Juli 2022 yang ditinjau dalam Keputusan 424/G/TF/2022/PTUN. JKT, efeknya mencapai pengguna yang bukan subjek pelanggaran maupun penerimanya. Artikel ini menanyakan mengapa perlindungan hukum represif melalui klaim tindakan ilegal terhadap badan pemerintah secara struktural dibatasi bagi pihak ketiga, dan bagaimana kehati-hatian dapat dibangun dalam perlindungan pencegahan untuk tindakan administratif berbantuan sistem. Dengan menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan statutori, konseptual, dan kasus, studi ini mengukur jalur represif terhadap tiga indikator kontestabilitas yang dibaca dari Undang-Undang Nomor 30 tahun 2014, dan menemukan tidak ada yang terpenuhi. Dua tidak dapat disediakan oleh pejabat yang memutuskan kasus: batas kompensasi yang ditetapkan pada tahun 1991, dan cara koersif dalam Pasal 116 Undang-Undang Nomor 51 tahun 2009, yang tidak dapat digunakan karena peraturan yang didelegasikan tidak pernah diterbitkan. Kemudian ia membangun dua komponen kehati-hatian yang layak dari Pasal 10 ayat (1) huruf d dan penjelasannya, yaitu tinjauan manusia yang bermakna dan mitigasi dampak sampingan terhadap pihak ketiga, masing-masing membawa indikator dokumenter yang dapat dipenuhi oleh pejabat dan uji pengadilan
Downloads
References
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1991 tentang Ganti Rugi dan Tata Cara Pelaksanaannya pada Peradilan Tata Usaha Negara, ditetapkan 5 Juli 1991.
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 185, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6400.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Tindakan Pemerintahan dan Kewenangan Mengadili Perbuatan Melanggar Hukum oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan (Onrechtmatige Overheidsdaad), Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 940.
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat, Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1376.
Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 388 K/TUN/TF/2024, 18 September 2024.
Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 424/G/TF/2022/PTUN.JKT, 16 Mei 2023.
Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 218/B/TF/2023/PT.TUN.JKT, 9 Oktober 2023.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601.
Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 160, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5079.
SECONDARY SOURCES
Achmad, R., Istislam, I., & Al Uyun, D. (2024). The termination access of unregistered private scope electronic system operators in human rights perspective. International Journal of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS), 3(6), 2969–2977. https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i6.1003
Adhari, A., Sitabuana, T. H., & Srihandayani, L. (2021). Kebijakan pembatasan internet di Indonesia: Perspektif negara hukum, hak asasi manusia, dan kajian perbandingan. Jurnal Konstitusi, 18(2), 262–293. https://doi.org/10.31078/jk1821
Ahmad, A., Putri, V. S., & Muhtar, M. H. (2024). Antara otoritas dan otonomi: Pertautan hak asasi manusia dalam praktik eksekusi putusan PTUN. Jurnal Konstitusi, 21(3), 392–412. https://doi.org/10.31078/jk2133
Amirullah, Bhakti, R. T. A., Maileni, D. A., & Riyanto, A. (2025). Consumer protection in electronic transactions: Normative gaps and legislative reform in Indonesian digital commerce law. Jurnal Cakrawala Hukum, 16(2), 97–112. https://doi.org/10.26905/idjch.v16i2.15646
Ashar, D., & Dadek, T. A. (2026). Pertanggungjawaban negara atas perbuatan melawan hukum oleh pejabat pemerintahan (onrechtmatige overheidsdaad) dalam sistem hukum administrasi Indonesia. Unes Journal of Swara Justisia, 10(1), 55–67. https://www.swarajustisia.unespadang.ac.id/UJSJ/article/view/789
Asimah, D., & Erliyana, A. (2025). The concept and legal protection regarding government administrative actions in the form of not performing concrete actions (omission). Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 13(3), 708–733. https://doi.org/10.29303/ius.v13i3.1520
Ayu, R. O. (2025). Tantangan penerapan konsep negara hukum dalam era digital: Studi kasus UU ITE dan kebebasan berekspresi. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 732–739. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.893
Bedner, A. (2013). Indonesian legal scholarship and jurisprudence as an obstacle for transplanting legal institutions. Hague Journal on the Rule of Law, 5(2), 253–273. https://doi.org/10.1017/S1876404512001145
Bimasakti, M. A. (2018). Onrechtmatig overheidsdaad oleh pemerintah dari sudut pandang Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Hukum Peratun, 1(2), 265–286. https://doi.org/10.25216/peratun.122018.265-286
Desiana, W., & Abdussamad, Z. (2026). Reconstructing administrative remedies from the perspective of administrative justice principles and legal certainty. Journal of Public Representative and Society Provision, 6(1), 256–274. https://doi.org/10.55885/jprsp.v6i1.841
Dikrurahman, D., & Abdullah, A. (2025). Regulating AI-generated content: A comparative study of digital rights and algorithmic accountability in Indonesia. Advances in Social Humanities Research, 3(12), 954–983. https://doi.org/10.46799/adv.v3i12.529
Dwiarnanto, A., & Barthos, M. (2025). Video streaming platforms’ responsibilities for repeated copyright infringement and notice and take down mechanisms. Greenation International Journal of Law and Social Sciences, 3(3), 1074–1083. https://doi.org/10.38035/gijlss.v3i3.595
Fahririn, Santosa, C. H., & Maulana, M. I. (2024). Implementation of artificial intelligence by Kominfo in the enforcement of pornographic content on social media Twitter (X). Walisongo Law Review (Walrev), 6(2), 109–121. https://doi.org/10.21580/walrev.2024.6.2.25737
Gobel, R. T. S., & Muhtar, M. H. (2026). Menjinakkan kekuasaan tak kasat mata: Telaah konstitusional dan model judicial review digital di Indonesia. Konferensi Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara, 3(1), 281–300. https://doi.org/10.55292/edgatf46
Hadjon, P. M. (2011). Pengantar hukum administrasi Indonesia (Cet. ke-11). Gadjah Mada University Press.
Harahap, Z. A. A. (2025). Reconstruction of online gambling sanctions in Indonesia: A comparative analysis of ta’zir sanctions and penalties of the Electronic Information and Transaction Law. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(1), 130–153. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i1.11314
Hariansah, S., & Qhistina, L. (2026). Toward algorithmic due process: Constitutional challenges and human rights risks in Indonesia’s digital state. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 8(1), 25–45. https://doi.org/10.14710/jphi.v8i1.25-25
Ikhsan, F., & Sulastri, D. (2025). Kedudukan asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB) sebagai tolok ukur normatif atas keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara dalam mewujudkan reformasi yudisial. Qanuniya: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 1–16. https://doi.org/10.15575/qanuniya.v2i2.1796
Ilmiyah, Z. (2023). Rekontekstualisasi konsep tindakan pemerintah dalam memberikan kepastian hukum gugatan onrechtmatige overheidsdaad. IBLAM Law Review, 3(2), 198–210. https://doi.org/10.52249/ilr.v3i2.303
Lestari, A. D., Syahuri, T., & Thohari, A. A. (2025). Restrictions on judicial review rights for state administrative officials: A critical perspective on Constitutional Court Decision No. 24/PUU-XXII/2024. International Journal of Law, Crime and Justice, 2(3), 1–14. https://doi.org/10.62951/ijlcj.v2i3.688
Makarim, E., Brata, M., & Arsyafira, N. (2019). Limitation of rights as a manifestation of duties and responsibilities pertaining to the freedom expression in digital communications. Indonesia Law Review, 9(3), 278–295. https://doi.org/10.15742/ilrev.v9n3.586
Ridwan HR. (2018). Hukum administrasi negara (Ed. rev.). RajaGrafindo Persada.
Ridwan. (2021). Resolution of disputes regarding unlawful acts by the government in the administrative justice system in Indonesia. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 10(6), 264–274. https://doi.org/10.36941/ajis-2021-0170
Said, A., Herawati, R., & Sulistiani, S. (2024). Development of regulations on factual actions post-law on government administration: 2024 election process dispute study in casu Prima Political Party. Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 15(1), 46–59. https://doi.org/10.21043/yudisia.v15i1.22110
Silalahi, W., & Putri, M. (2025). Tanggung jawab administrasi pemerintah dalam era digital: Analisis implementasi sistem OSS-RBA dalam penyelenggaraan perizinan berbasis risiko. Majelis: Jurnal Hukum Indonesia, 2(4), 206–218. https://doi.org/10.62383/majelis.v2i4.1284
Tungga, B. (2025). Urgency of strengthening the general principles of good governance (AUPB) to enforce health administrative law in Indonesia. Audito Comparative Law Journal (ACLJ), 6(3), 146–160. https://doi.org/10.22219/aclj.v6i3.41696
Windyaningrum, Z., Tamzil, V. E., Moningka, F. E., & Betrandus, J. (2026). Analisis asas kecermatan dalam proses penjatuhan hukuman disiplin PNS akibat perselingkuhan: Studi Putusan PTUN Nomor 178/G/2025/PTUN.JKT. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(4), 2669–2676. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8309
Wiryawan, R. A. (2023). Hak warga masyarakat terhadap kebijakan pemutusan akses penyelenggara sistem elektronik lingkup privat yang tidak terdaftar. Jurnal Hukum & Pembangunan, 53(4). https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no4.1533
Wiryawan, R. A., Istislam, I., & Al Uyun, D. (2024). Legal protection for citizens affected by the termination of access policy of unregistered private scope electronic system operators. International Journal of Business, Law, and Education, 5(1), 1422–1431. https://doi.org/10.56442/ijble.v5i1.574
Yulida, D., Utama, K. W., & Nugraha, X. (2022). Verifikasi manual manifestasi asas kecermatan sebagai batu uji terhadap keputusan tata usaha negara. Jurnal USM Law Review, 5(1), 31–48. https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4600
Zamroni, M. (2021). Hukum administrasi
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ferroka Putra Wathan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








