Nikah Siri dalam Analisis Pluralisme Hukum dan Living Law Perspektif Maqashid Syariah

Authors

  • Azhar Soleman Institut Agama Islam Negeri, Ternate
  • M. Gadri Sanaba Institut Agama Islam Negeri, Ternate
  • Marini Abdul Djalal Institut Agama Islam Negeri, Ternate
  • Fatum Abubakar Institut Agama Islam Negeri, Ternate

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3570

Keywords:

Nikah Siri, Pluralisme Hukum, Living Law, Hukum Keluarga Islam, Maqashid Syariah

Abstract

Nikah siri merupakan fenomena hukum keluarga dalam Islam yang terus menimbulkan perdebatan dalam sistem hukum Indonesia karena berada di persimpangan antara legitimasi agama dan legalitas negara. Artikel ini menganalisis konstruksi hukum nikah siri dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia melalui pendekatan pluralisme hukum dan Living Law, serta merumuskan harmonisasi keduanya dalam perspektif Maqashid syariah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis, menggunakan bahan hukum dari studi kepustakaan yang dianalisis secara deskriptif dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikah siri merupakan manifestasi pluralisme hukum yang lahir dari interaksi antara hukum negara, hukum Islam, dan norma sosial masyarakat. Kontradiksi antara hukum positif dan Living Law tidak terletak pada tujuan perkawinan, melainkan pada perbedaan sumber legitimasi. Melalui Maqashid syariah, pencatatan perkawinan dipahami sebagai instrumen perlindungan keturunan, harta, dan hak-hak keluarga. Penelitian ini menawarkan konstruksi hukum yang menempatkan legitimasi syar'i dan yuridis sebagai dua dimensi komplementer demi kemaslahatan keluarga, sehingga hubungan hukum positif dan Living Law tidak perlu dipandang sebagai dikotomis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aji, P. B. S., & Utama, Z. A. (2025). Hukum Sebagai Kenyataan: Teori Sebagai Objek Studi dan Bahan Penelitian. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 3681–3694.

Amar, R., Pratama Dharma, A., Urrahman, M. A., & Kurniawan, M. R. (2024). Kedudukan Pencatatan terhadap Keabsahan Perkawinan: Telaah Pencatatan Perkawinan. Jurnal Tana Mana, 5(2), 217–226. https://doi.org/10.33648/jtm.v5i2.486

Anton, A., Fadhlan, M., Nurlia, N., Fauziah, H., & Anggita, Y. (2025). Analisis Syarat, Rukun Pernikahan dalam Hukum Islam dan Implementasinya di Indonesia. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(1), 792–798.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Benda-Beckmann, K. von, & Turner, B. (2018). Legal pluralism, social theory, and the state. The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 50(3), 255–274. https://doi.org/10.1080/07329113.2018.1532674

Cholis, W. N., & Masuwd, M. A. (2026). Beyond Administrative Formality: Marriage Registration as a Maqāṣid-Based Legal Protection in Indonesia. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies, 8(1), 47–68. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v8i1.12840

Ehrlich, E. (1936). Fundamental Principles of the Sociology of Law, trans. WL Moll (1975 edn). New York: Arno Press.

Faishol, I. (2020). Implementasi Pencatatan Perkawinan di Indonesia (Studi atas Undang-Undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974). Ulumul Syar’i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum Dan Syariah, 8(2), 1–25. https://doi.org/10.52051/ulumulsyari.v8i2.53

Griffiths, J. (1986). What is Legal Pluralism? The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 18(24), 1–55. https://doi.org/10.1080/07329113.1986.10756387

Hadi, M. F. K. (2018). Konsepsi Hukum Nikah Sirri di INDONESIA: Upaya Sinkronisasi antara Living Laws dengan Positive Laws. Indonesian Journal of Islamic Law, 1(1), 18–40.

Harisudin, M. N., & Choriri, M. (2021). On The Legal Sanction Against Marriage Registration Violation in Southeast Asia Countries: A Jasser Auda’s Maqasid Al-Shariah Perspective. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 5(1), 471. https://doi.org/10.22373/sjhk.v5i1.9159

Indra, M., & Harianto, M. I. L. (2026). Dualisme Keabsahan Nikah Siri Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif: Reinterpretasi Konsep I’lān Al-Nikāh Terhadap Kewajiban Pencatatan Perkawinan Di Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(2), 2241–2255. https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i2.1901

Inpres No. 1 Tahun 1991 Tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (1991). https://peraturan.bpk.go.id/Details/293351/inpres-no-1-tahun-1991

Kasim, N. M., Samon, S. N., & Fauzan, A. (2025). Edukasi Hukum Positif dan Hukum Islam tentang Pernikahan Tanpa Perceraian Sah bagi Masyarakat Desa Laut Biru, Kecamatan Kabila Bone. Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah, 8(2), 61–71. https://doi.org/10.30603/md.v8i2.6702

Mukti, H., M. Thahir Maloko, & Muhammad Shuhufi. (2026). NIKAH SIRI DALAM PERSPEKTIF MAQOSID AL-SYARI’AH IMAM AL-SYATIBI: KAJIAN KITAB AL-MUWAFAQAT. Jurnal Diskursus Islam, 14(1), 87–100. https://doi.org/10.24252/jdi.v14i1.63486

Ngurah, G., & Janardana, K. (2026). PERLINDUNGAN HAK ANAK DALAM PERKAWINAN TIDAK TERCATAT DI INDONESIA. Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(3), 1141–1150. https://doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461

Nurhasan, N., & Yani, F. (2019). Akibat Hukum Perkawinan Di Bawah Tangan Terhadap Istri, Anak, Dan Harta Kekayaan Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Wajah Hukum, 3(2), 157–166.

Prasetyo, A. B. (2020). Akibat Hukum Perkawinan Yang Tidak Dicatatkan Secara Administratif Pada Masyarakat Adat. Administrative Law and Governance Journal, 3(1), 23–34. https://doi.org/10.14710/alj.v3i1.23-34

Rahmah, H. M., Nisa’, N., & Amruzi, F. Al. (2026). Konflik Hukum Pencatatan Perkawinan Dalam Praktik Nikah Siri. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(2), 2146–2162. https://doi.org/10.62976/IJIJEL.V4I2.1893

Rayi Kharisma Rajib, Kalyana Widya Cahyani, Fika Cahya Safitri. (2024). Status Keperdataan Dan Hak Waris Anak Dari Perkawinan Siri Dalam Perspektif Hukum Indonesia. 2(7), 306–312.

Rismah, R., Kurniati, K., & A. Qadir Gassing. (2026). Nikah Siri di Era Digital: Ruang Interlegality antara Hukum Islam dan Hukum Nasional Indonesia. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(2), 2768–2785. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i2.14710

Ritonga, D. A., & Hasanah, U. (2025). Hukum Islam Dan Problematika Pencatatan Perkawinan di Indonesia. Journal Evidence Of Law, 4(3), 1994–2003.

Simanjuntak, F. A. (2026). Sengketa Waris Akibat Perkawinan Tidak Tercatat Ditinjau dari KUHPerdata dan Undang-Undang Perkawinan. Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 12(1), 53–69. https://doi.org/10.24952/el-qanuniy.v12i1.19495

Siregar, N. H. M., Siregar, S., Sakti, I., Munthe, I. P., & Dasopang, N. (2026). Maslahah Mursalah sebagai Dasar Kewajiban Pencatatan Perkawinan. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 6059–6070. https://doi.org/10.61104/ALZ.V4I1.4098

Syofiyullah, M. A., Susanti, D. O., & Setiawan, F. (2023). Kepastian Hukum Bagi Istri Dan Anak Dalam Perkawinan Tidak Tercatat Di Indonesia. HUKMY : Jurnal Hukum, 3(1), 263–284. https://doi.org/10.35316/hukmy.2023.v3i1.263-284

UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (1974). https://peraturan.bpk.go.id/details/47406/uu-no-1-tahun-1974

UU No. 16 Tahun 2019 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (2019). https://peraturan.bpk.go.id/details/122740/uu-no-16-tahun-2019

Wasik, A., & Gunawan, S. (2026). “Tinjauan Maqāṣid al-Syarī‘ah terhadap Penambangan Liar: Studi atas Kerusakan Lingkungan dan Pelanggaran Harta Milik Umum.” Wasathiyyah, 8(1), 70–88. https://doi.org/10.58470/wasathiyyah.v8i1.116

Ziegert, K. A. (1998). A note of Eugen Ehrlich and the production of legal knowledge. Sydney Law Review, The, 20(1).

Downloads

Published

2026-08-29

How to Cite

Soleman, A., Sanaba, M. G., Djalal, M. A., & Abubakar, F. (2026). Nikah Siri dalam Analisis Pluralisme Hukum dan Living Law Perspektif Maqashid Syariah. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(4), 3068–3080. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3570