Kekaburan Norma Ganti Rugi bagi Pasien Atas Keterlambatan Pelayanan Kesehatan: Analisis Perlindungan Hukum Pasien dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Authors

  • Daniel Setiawan Nathan Universitas Widya Gama Malang
  • Ibnu Subarkah Universitas Widya Gama Malang
  • Cekli Setya Pratiwi Universitas Widya Gama Malang

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3226

Keywords:

Kekaburan Norma, Ganti Rugi, Keterlambatan Pelayanan Kesehatan, Rekonstruksi Norma, Perlindungan Hukum Pasien

Abstract

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan belum mengatur secara eksplisit hak ganti rugi pasien akibat keterlambatan pelayanan, sehingga memicu kekaburan norma dan ketidakpastian hukum. Penelitian yuridis normatif bertipe kepustakaan ini mengkaji permasalahan tersebut melalui pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 305 ayat (1) lebih menitikberatkan pada aspek kelalaian medis. Hal ini memunculkan empat bentuk kekaburan norma—yakni kekaburan substansi, cakupan, relasional, dan akibat hukum—yang berujung pada ketidakseragaman kompensasi otonom di berbagai fasilitas kesehatan. Melalui analisis teori kepastian serta perlindungan hukum, dan perbandingan dengan sistem No-Fault Compensation di Selandia Baru, disimpulkan bahwa rekonstruksi norma sangat mendesak. Revisi Pasal 305 ayat (1) direkomendasikan dengan mengintegrasikan frasa "keterlambatan pelayanan medis", mendefinisikan keterlambatan operasional, mengatur batas waktu standar, serta menetapkan besaran kompensasi minimum. Langkah ini krusial guna menjamin kepastian hukum pasien dan menjadi pedoman penyusunan kebijakan internal fasilitas pelayanan kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, R., Dartanto, T., Sitompul, R., Susiloretni, K. A., Achadi, E. L., Taher, A., Wirawan, F., Sungkar, S., Sudarmono, P., & Shankar, A. H. (2019). Universal health coverage in Indonesia: concept, progress, and challenges. The Lancet, 393(10166), 75–102.

Alamsyah, M. S., Shobari, A., Gusma, A., Rahmanda, M. R., Antoni, H., & Dewi, E. K. (2023). Perbandingan Tindak Pidana Tertentu Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Ditinjau Dengan Teori Tujuan Hukum Menurut Gustav Radbruch. Jurnal De Jure Muhammadiyah Cirebon, 7(1), 24–37.

Bismark, M., & Paterson, R. (2006). No-fault compensation in New Zealand: harmonizing injury compensation, provider accountability, and patient safety. Health Affairs, 25(1), 278–283.

Black, H. C., Garner, B. A., McDaniel, B. R., Schultz, D. W., & Company, W. P. (1999). Black’s law dictionary (Vol. 196). West Group St. Paul, MN.

Carter, A. W., Mossialos, E., Redhead, J., & Papalois, V. (2022). Clinical negligence cases in the English NHS: uncertainty in evidence as a driver of settlement costs and societal outcomes. Health Economics, Policy and Law, 17(3), 266–281. https://doi.org/10.1017/S1744133121000177

Chandrawila, W. S. (2001). Hukum Kedokteran. Mandar Maju.

Dyah, O. S., & Efendi, A. (2014). Penelitian Hukum Legal Research. Sinar Grafika.

Hadjon, P. M. (1987). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia: sebuah studi tentang prinsip-prinsipnya, penanganannya oleh pengadilan dalam lingkungan peradilan umum dan pembentukan peradilan administrasi negara. Bina Ilmu.

Hardiyanto, F. (2022). Layanan RSUD dr Soewandie Lambat, Wali Kota Surabaya Ngamuk. Beritasatu.Com. https://www.beritasatu.com/nusantara/1004123/layanan-rsud-dr-soewandie-lambat-wali-kota-surabaya-ngamuk

Hidayah, R. (2026). Asas-Asas Hukum Kesehatan Perspektif Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Penerbit K-Media.

Holmes, O. W. (2007). The Collected Legal Papers. Courier Corporation.

Ibrahim, J. (2012). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Bayu Media Publishing.

Isnaeni, M. (2017). Seberkas Diorama Hukum Kontrak. Revka Petra Media.

Johansson, H. (2010). The Swedish system for compensation of patient injuries. Upsala Journal of Medical Sciences, 115(2), 88–90. https://doi.org/10.3109/03009730903350749

Kruk, M. E., Gage, A. D., Arsenault, C., Jordan, K., Leslie, H. H., Roder-DeWan, S., Adeyi, O., Barker, P., Daelmans, B., & Doubova, S. V. (2018). High-quality health systems in the Sustainable Development Goals era: time for a revolution. The Lancet Global Health, 6(11), e1196–e1252.

Kurniawati, S., & Fahmi, F. (2023). Penyelesaian sengketa medis berdasarkan hukum Indonesia. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(2), 12234–12244.

Lask, E., Radbruch, G., Dabin, J., & Wilk, K. (1950). The legal philosophies of Lask, Radbruch, and Dabin. Harvard University Press, Cambridge, MA.

Lubis, S. (2009). Mengenal Hak Konsumen dan Pasien. Pustaka Yustisia.

Mahendradhata, Y., Trisnantoro, L., Listyadewi, S., Soewondo, P., Marthias, T., Harimurti, P., & Prawira, J. (2017). The Republic of Indonesia health system review (Vol. 7, Issue 1). WHO Regional Office for South-East Asia.

Mahfud, M. M. (2017). Politik Hukum Di Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada.

Mikkonen, M. (2004). Prevention of patient injuries: the Finnish patient insurance scheme. Medicine and Law, 23(2), 251–257.

Mukti, A. F., & Yulianto. (2010). Dualisme Penelitian Hukum Penelitian Hukum Normatif dan Penelitian Hukum Empiris. Pustaka Pelajar.

Nguyen, T. B. A. (2019). No-Fault Versus Strict Liability Compensation Systems in Medical Malpractice Law in Vietnam in Comparision with Belgium, France, and England. Asian Journal of Law and Economics, 10(1). https://doi.org/10.1515/ajle-2018-0004

Notoatmodjo, S. (2010). Etika dan Hukum Kesehatan. Rineka Cipta.

Nurnaeni, N., & Bachri, S. (2024). Peran Hukum dalam Menjamin Hak atas Kesehatan: Analisis Perlindungan Hukum bagi Pasien di Indonesia. Jurnal Berita Kesehatan, 17(2), 58–69.

Pisani, E., Olivier Kok, M., & Nugroho, K. (2017). Indonesia’s road to universal health coverage: a political journey. Health Policy and Planning, 32(2), 267–276.

Rahardjo, S. (2006). Ilmu Hukum. PT. Citra Aditya Bakti.

Reumy, L. J. I. R., & Fitrianita, I. (2026). Implementasi Hak Atas Kesehatan Sebagai Hak Konstitusional Warga Negara Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Jurnal Wacana Sosial Nusantara, 2(6), 18–23.

Siregar, R. A. (2025). Transformasi Penyelesaian Sengketa Medis: Sebuah Paradigma Baru dalam Hukum Kesehatan Indonesia. Jurnal Hukum Mimbar Justitia (JHMJ), 11(1), 52–64.

Tilma, J., Nørgaard, M., Mikkelsen, K. L., & Johnsen, S. P. (2016). No-fault compensation for treatment injuries in Danish public hospitals 2006–12. International Journal for Quality in Health Care, 28(1), 81–85. https://doi.org/10.1093/intqhc/mzv106

Wallis, K. A. (2017). No-fault, no difference: no-fault compensation for medical injury and healthcare ethics and practice. The British Journal of General Practice, 67(654), 38.

Downloads

Published

2026-08-28

How to Cite

Nathan, D. S., Subarkah, I., & Pratiwi, C. S. (2026). Kekaburan Norma Ganti Rugi bagi Pasien Atas Keterlambatan Pelayanan Kesehatan: Analisis Perlindungan Hukum Pasien dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(4), 2917–2926. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3226