Membaca Produksi Banalitas Kejahatan Dalam Modernitas: Sebuah Kajian Hermeneutika Filosofis atas Eichmann in Jerusalem
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i3.2524Keywords:
Banalitas Kejahatan, Modernitas, Arendt, Eichmann in Jerusalem, Hermeneutika FilosofisAbstract
Banalitas kejahatan kerap dipahami secara psikologis, bahwa Eichmann dan para penjahat perang dunia kedua di pihak Nazi-Jerman bersalah karena tidak berpikir dalam melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan pada kebijakan solusi akhir di akhir perang dunia kedua. Perlu pembacaan kembali dan peninjauan ulang atas banalitas kejahatan ini, karena ternyata struktur zaman dari modernitas seringkali luput dari para pembaca Arendt. Dengan menggunakan hermeneutika filosofis yang dikembangkan oleh Hans-Georg Gadamer, penulis berhasil melihat jika ada cara membaca Arendt yang sama sekali lain yakni menggeser penekanan tafsirnya pada masalah yang muncul dalam dua karya besarnya yakni Asal-Usul Totalitarisme dan Eichmann in Jerusalem yaitu modernitas itu sendiri. Modernitas sebagai zaman dimana rasionalitas terbit dalam bentuk instrumentalnya, seperti pada birokrasi dan sistem administrasi di negara-negara modern. Menjadikan kejahatan harus dihayati secara berbeda, ia menjadi asing dan banal, melampaui segala teori dan rumusan etika yang dikembangkan umat manusia sebelumnya. Sekaligus ini merupakan masalah serius yang terus tampil dan perlu dimasukan dalam diskursus kontemporer mengenai modernitas dan problema kemanusiaan modern.
Downloads
References
Alsaigh, Rasha, dan Imelda Coyne. 2021. “Doing a Hermeneutic Phenomenology Research Underpinned by Gadamer’s Philosophy: A Framework to Facilitate Data Analysis.” International Journal of Qualitative Methods 20:1–10. doi: 10.1177/16094069211047820.
Arendt, Hannah. 1993. Asal-Usul Totaliterisme: (Jilid 1) Antisemitisme. 1 ed. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Arendt, Hannah. 1995a. Asal-Usul Totalitarisme: (Jilid 2) Imperialisme. 1 ed. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Arendt, Hannah. 1995b. Asal-Usul Totalitarisme: (Jilid 3) Totalitarisme. 1 ed. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Arendt, Hannah. 2012. Eichmann in Jerusalem: Reportase tentang Banalitas Kejahatan. 1 ed. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.
Birmingham, Peg. 2014. “Hannah Arendt’s Philosophy of Law Approach to International Criminal Law.” International Criminal Law Review 14(4–5):695–716. doi: 10.1163/15718123-01405001.
Botz-Bornstein, Thorsten. 2017. “Hermeneutics of Play – Hermeneutics of Place: On Play, Style, and Dream.” Place, Space and Hermeneutics 5:97–114. doi: 10.1007/978-3-319-52214-2_8.
Cibotaru, Veronica. 2023. “Banal Evil - Radical Goodness. Reflection on the 60th Anniversary of ‘Eichmann in Jerusalem.’” Open Philosophy 6(1):1–12. doi: 10.1515/opphil-2022-0259.
Gadamer, Hans-George. 2024. Kebenaran dan Metode: Pengantar Filsafat Hermeneutika. 1 ed. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.
Nenadic, Natalie. 2013. “Heidegger, Arendt, and Eichmann in Jerusalem.” Comparative and Continental Philosophy 5(1):36–48. doi: 10.1179/1757063813Z.0000000005.
Paz, Ayala. 2019. “In the shadow of dark times: Hannah Arendt’s Eichmann in Jerusalem and the problem of thinking in modern era.” Holocaust Studies 26(3):354–80. doi: 10.1080/17504902.2019.1594561.
Ruiter, Hans-Peter de, dan Melanie Breznik. 2024. “The Banality of Data: Patient Records, Nursing, and Ideology.” Creative Nursing 30(3):245–55. doi: 10.1177/10784535241277856.
Selamat, Shelomita, dan Yustinus. 2022. “Thinking Prevents Grave Evil: An Analysis of Thinking According to Hannah Arendt.” International Journal of Indonesian Philosophy & Theology 3(2):95–109. doi: 10.47043/ijipth.v3i2.38.
Shenhav, Yehouda. 2013. “Beyond Instrumental Rationality: Lord Cromer and the Imperial Roots of Eichmann’s Bureaucracy.” Journal of Genocide Research 15(4):379–99. doi: 10.1080/14623528.2013.856083.
Tan, Petrus. 2024. “Totalitarianisme, Banalitas Kejahatan dan Kebebasan Berpikir: Refleksi Bersama Hannah Arendt.” Jurnal Filsafat Indonesia 7(1):119–30. doi: 10.23887/jfi.v7i1.62413.
Virtanen, Petri, Tommi Lehtonen, dan Harri Raisio. 2022. “Reaching Into the Dark Side of Organisations: The Banality and Emergence of Administrative Evil in the Light of Two Case Examples.” Scandinavian Journal on Public Administration 26(2):3–21. doi: 10.58235/sjpa.v26i2.7015.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Czar Daffa Al Farisi, Aim Abdulkarim, Prayoga Bestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








