Strategi Qatar Dalam Memperbaiki Citra Negara Di Perhelatan Piala Dunia 2022

Authors

  • M. Ifan Ihklas Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Moh. Fathoni Hakim Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i3.2502

Keywords:

Diplomasi Publik, Soft Power, Nation Branding, Konstruktivisme, Piala Dunia 2022, Qatar

Abstract

Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar tidak hanya menjadi ajang olahraga global, tetapi juga menjadi sarana strategis bagi Qatar dalam memperbaiki citra internasional di tengah berbagai kritik global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Qatar dalam membentuk citra internasional melalui diplomasi publik, soft power, nation branding, dan konstruksi identitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui penelusuran berbagai sumber sekunder, seperti jurnal ilmiah, buku akademik, laporan resmi, dan publikasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qatar menerapkan strategi multidimensional melalui pembangunan infrastruktur modern, penggunaan narasi global, keterlibatan figur publik, serta representasi budaya Arab dan nilai-nilai Islam. Strategi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai promosi citra, tetapi juga sebagai upaya Qatar dalam menampilkan identitas sebagai negara modern, terbuka, religius, dan memiliki kapasitas global. Dalam perspektif konstruktivisme, Piala Dunia FIFA 2022 menjadi ruang bagi Qatar untuk membentuk makna, menegosiasikan identitas, dan memperkuat posisinya di tengah masyarakat internasional. Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya menghapus persepsi negatif karena kritik terkait hak asasi manusia, pekerja migran, kebebasan sipil, dan tuduhan sportswashing tetap muncul. Dengan demikian, pembentukan citra Qatar melalui Piala Dunia 2022 dapat dipahami sebagai proses yang dinamis dan terus dinegosiasikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adianti M. (2020). “Upaya Diplomasi Publik Rusia Melalui Piala Dunia Federation International de Football Association (FIFA) 2018 untuk Mendukung Perbaikan Citra Negara”

Anholt, S. (2007). Competitive identity: The new brand management for nations, cities and regions. Palgrave Macmillan.

Belam, Martin. “World Cup Opening Ceremony: Six Things We Learned in Qatar.” The Guardian, November 20, 2022. https://www.theguardian.com/football/2022/nov/20/world-cup-opening-ceremony-qatar-2022-jungkook-bts-morgan-freeman-fifa-infantino

Bettine, M., & Ozdemir, M. (2024). The men’s World Cup in Qatar 2022 through the lens of the Western media: Soft power, sports diplomacy and sportswashing. Sociology International Journal, 8(4), 190–196. https://doi.org/10.15406/sij.2024.08.00394

Dinnie, K. (2008). Nation branding: Concepts, issues, practice. Butterworth-Heinemann.

Dubinsky, Y. (2024). Clashes of cultures at the FIFA World Cup: Reflections on soft power, nation branding, and sportswashing in Qatar 2022. Place Branding and Public Diplomacy.

FIFA. “Nicki Minaj, Maluma and Myriam Fares Release Tukoh Taka, the First-Ever Official FIFA Fan Festival™ Anthem.” FIFA, November 17, 2022. https://www.fifa.com/en/tournaments/mens/worldcup/qatar2022/fifa-fan-festival/articles/nicki-minaj-maluma-and-myriam-fares-release-tukoh-taka-the-first-ever

Gerschewski, J., Giebler, H., Hellmeier, S., Keremoğlu, E., & Zürn, M. (2024). The limits of sportswashing: How the 2022 FIFA World Cup affected attitudes about Qatar. PLOS ONE, 19(8), e0308702. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0308702

Gonçalves, H. C. (2023). The power of sports diplomacy: The World Cup in Qatar. Portuguese Journal of Asian Studies / Revista Portuguesa de Estudos Asiáticos, (31), 67–88. https://doi.org/10.33167/1645-4677.DAXIYANGGUO2023.31/pp.67–88

Hajjaj, M., Borodin, V., Perțicas, D. C., & Florea, A. G. (2024). Qatar’s FIFA World Cup odyssey: A quest for legacy transforming a small nation into a global destination. Heliyon, 10(9), e30282. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e30282

Hapsari, E. P., & Muhaimin, R. (2023). Analisa kepentingan nasional Qatar melalui diplomasi olahraga di Piala Dunia 2022. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan (JIIP), 6(12), 10232–10234.

Izzah, H. N., & Apipudin. (2024). Meningkatkan citra bangsa melalui diplomasi budaya: Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. Multikultura, 3(1), 33.

Leonard, M. (2002). Public diplomacy. The Foreign Policy Centre.

Kramavera, Nina, and Jonathan Grix. (2021). “Understanding Public Diplomacy, Nation Branding, and Soft Power in Showcasing Places via Sport Mega-Events.” Marketing Countries, Places, and Place-Associated Brands; Papadopoulus, N., Cleveland, M: 298-318

Lee Sang Jun. (2017). “Sports and Public Diplomacy: The 2002 FIFA World Cup (Korea/Japan) from Korea’s Perspective.” Korea’s Soft Power and Public Diplomacy: 169 .

Lô, A. A. (2024). Leveraging sports for public diplomacy outcomes: The case of Qatar’s FIFA World Cup 2022.

Masruri, M., Ginanjar, Y., & Harikesa, I. W. A. (2025). Diplomasi publik Qatar dalam pelaksanaan FIFA World Cup 2022. Global Insight Journal, 2(1). https://doi.org/10.36859/gij.v1i2.2734

Melissen, J. (2005). The new public diplomacy: Soft power in international relations. Palgrave Macmillan.

Munzilin, K., Nurhaliza, A., Fatimatuzzahra, U., & Lathifa, D. N. (2025). The 2022 FIFA World Cup: Qatar’s nation branding to promote cultural understanding in post COVID-19. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 9(1), 56. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/muqoddimah

Nicholas Onuf. (1989). World of our making: Rules and rule in social theory and international relations. University of South Carolina Press.

Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. PublicAffairs.

Pambudi, A. W., & Aisha, N. W. (2024). Diplomasi publik Qatar melalui penyelenggaraan Piala Dunia FIFA tahun 2022. Jurnal Alternatif, 15(1), 65.

Rizana, A. H., & Lisnarini, N. (2023). The role of FIFA World Cup Qatar 2022 brand ambassador: An analysis of Ghanim Al Muftah in promoting inclusive engagement. Commicast, 4(2), 65.

Russo, E., et al. (2022). Diamond of the desert: The case of Qatar's 2022 FIFA World Cup. Tourism and Hospitality Management, 28(2), 472.

Wendt, A. (1992). Anarchy is what states make of it: The social construction of power politics. International Organization, 46(2), 391–425.

NYEYahya, S. S. D., Hara, A. E., & Albayumi, F. (2024). Representasi nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan World Cup 2022 Qatar. Jurnal Hubungan Internasional, 1(1), 10–11.

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

M. Ifan Ihklas, & Moh. Fathoni Hakim. (2026). Strategi Qatar Dalam Memperbaiki Citra Negara Di Perhelatan Piala Dunia 2022. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(3), 963–975. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i3.2502