Potensi Implikasi Ketentuan Trade and Sustainable Development IEU-CEPA terhadap Transisi Ekonomi Hijau Industri Nikel di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i3.2214Keywords:
IEU-CEPA, Industri Nikel, Pembangunan Berkelanjutan, Mineral Kritis, Perdagangan InternasionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi klausul Trade and Sustainable Development (TSD) yang termuat dalam kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) serta dampaknya bagi standardisasi keberlanjutan sektor nikel domestik. Urgensi kajian ini didasari oleh pergeseran global ke arah ekonomi rendah karbon yang memicu lonjakan kebutuhan mineral kritis, khususnya nikel sebagai komponen inti baterai kendaraan listrik. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis, studi ini menemukan bahwa ketentuan TSD dalam IEU-CEPA secara komprehensif menyatukan norma pembangunan berkelanjutan ke dalam struktur perdagangan global. Hal ini mencakup tata kelola sumber daya alam yang bertanggung jawab dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa TSD akan mengubah standar industri nikel nasional melalui pengetatan proteksi ekologi, transparansi alur pasokan mineral, serta sinkronisasi parameter dagang dengan pasar Uni Eropa. Oleh sebab itu, akselerasi penguatan regulasi domestik mengenai praktik ekstraksi mineral yang berkelanjutan menjadi krusial untuk menjaga relevansi dan keunggulan kompetitif nikel Indonesia di pasar internasional yang kian selektif terhadap aspek keberlanjutan.
Downloads
References
Business and Human Rights Resource Centre. (2024). Indonesia: Nickel mining operations in
Kabaena Island in Sulawesi adversely affect Bajau’s health & livelihood. https://www.business-humanrights.org/en/latest-news/indonesia-nickel-mining-operations-in-kabaena-island-in-sulawesi-adversely-affect-bajaus-health-livelihood/.
Burchill, S., & Linklater, A. (2015). Theories of international relations (M. Sobirin, Trans.). Nusa
Media.
Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional. (2026). Indonesia–European Union
Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). https://ditjenppi.kemendag.go.id/bilateral/eropa/unieropa.
Eliyah, E., & Aslan, A. (2025). Stake’s evaluation model: Metode penelitian. Prosiding Seminar
Nasional Indonesia, 3(2).
European Commission. (2021). Sustainable supply chains initiative. European Commission.
European Commission. (2022). Trade and sustainable development in EU trade agreements.
European Commission.
European Commission. (2026). EU-Indonesia CEPA negotiating text: Trade and sustainable
development. European Commission.
Febriany, R. N., & Akbar, A. A. (2025). Analisis dampak dan kerugian ekonomi kerusakan ekosistem
hutan akibat pertambangan nikel di Kabupaten Morowali. Journal of Environmental Policy and Technology, 1(3), 53–67. https://doi.org/10.31764/jeptec.v1i3.36502.
Friawan, D., et al. (2021). Memetik keuntungan dari perjanjian transformatif: Studi mengenai
Indonesia–EU CEPA. Centre for Strategic and International Studies. https://www.csis.or.id/publication/memetik-keuntungan-dari-perjanjian-transformatif-studi-mengenai-indonesia-eu-cepa/.
Guberman, D., Schreiber, S., & Perry, A. (2024). Export restrictions on minerals and metals:
Indonesia’s export ban of nickel. Office of Industry and Competitiveness Analysis.
International Energy Agency. (2021). The role of critical minerals in clean energy transitions.
International Energy Agency.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2022). Laporan kinerja Kementerian ESDM tahun
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2023). Laporan kinerja Kementerian ESDM tahun
Kementerian ESDM.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2025, November 4).
Kesepakatan komprehensif IEU-CEPA jadi langkah strategis tingkatkan daya saing dan akses pasar global. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/6642/kesepakatan-komprehensif-ieu-cepa-jadi-langkah-strategis-tingkatkan-daya-saing-dan-akses-pasar-global/.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum. Kencana.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2015). Aligning policies for a low-
carbon economy. OECD Publishing.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2016). Due diligence guidance for
responsible mineral supply chains. OECD Publishing.
Pemerintah Kabupaten Magetan. (2025, July 18). IEU-CEPA, langkah strategis Indonesia menuju
ekonomi hijau dan daya saing global. https://magetan.go.id/ieu-cepa-langkah-strategis-indonesia-menuju-ekonomi-hijau-dan-daya-saing-global/.
Rafitrandi, D. (2025). The Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership
Agreement (IEU-CEPA): Opportunity to accelerate green and digital transformation in Indonesia. Indonesian Quarterly, 52(2), 89–109. https://doi.org/10.5281/zenodo.15210617.
Ramalan, S. (2025, July 13). Perjanjian dagang IEU-CEPA rampung setelah 10 tahun mandeg.
Kompas.id.
Rasbin. (2025). Implementasi IEU-CEPA dan tantangan non-tariff measures Uni Eropa. Dalam Isu
Sepekan: Minggu ke-3 September (15–21 September 2025). Badan Keahlian DPR RI.
Setiani, H., Valennia, R., & Rusni, N. K. (2024). Nickel export ban policy in Indonesia – A path to
sustainable economic development? EcoProfit: Sustainable and Environment Business, 1(2), 120–130. https://doi.org/10.61511/ecoprofit.v1i2.2024.468.
Siahaan, D. M. T., Sagio, I., & Purwanti, E. (2021). Export restrictions of Indonesian nickel ore based
on the perspective of quantitative restriction principles in General Agreement on Tariffs and Trade. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 21(3), 409–418. https://doi.org/10.30641/dejure.2021.v21.409-418.
Sitepu, D. E. M., & Hasibuan, B. (2025). Dampak ekonomi hijau terhadap pertumbuhan ekonomi dan
lingkungan di Indonesia. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis, 5(2), 1065–1075.
Soekanto, S. (2008). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. RajaGrafindo Persada.
Soekanto, S. (2008). Pengantar penelitian hukum. Penerbit Universitas Indonesia.
Sunarti, S. Y., Pudjianto, S., & Fahriansyah, O. (2022). Peran Uni Eropa dalam penerapan ekonomi
hijau: Studi kesepakatan Paris tahun 2015–2018. Sovereign: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional.
Syarif Yazid, S., Hartono, A. I. J., Apresian, S. R., Syarahfina, N. T., & Devina, R. (2019). Negosiasi
Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement dan upaya implementasi standar perburuhan internasional di Indonesia. https://repository.unpar.ac.id/handle/123456789/10091.
Tanjung, N. E. (2023). Analisis potensi Indonesia–European Union Comprehensive Economic
Partnership Agreement (IEU-CEPA) terhadap peningkatan investasi di Indonesia [Skripsi, Universitas Bakrie]. https://repository.bakrie.ac.id/7106/.
Triyatun, N. (2025). Perjanjian perdagangan dan ekonomi IEU-CEPA: Kerangka waktu ratifikasi dan
implikasinya bagi akses pasar dan kerja sama ekonomi strategis Indonesia dan Uni Eropa di tengah dinamika global. JEBIMAN: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, 3(5), 410–420. https://sociohum.net/index.php/JEBIMAN/article/view/278.
United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2012). A guidebook to the green
economy. United Nations Department of Economic and Social Affairs.
United Nations Environment Programme. (2011). Towards a green economy: Pathways to
sustainable development and poverty eradication. UNEP.
World Trade Organization. (1994). General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) 1994. World
Trade Organization.
World Trade Organization. (2022). Indonesia – Measures relating to raw materials (DS592): Panel
report (30 November 2022). World Trade Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sarah Yessie, Purnama Trisnamansyah, Yulinda Adharani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








