Tinju Adat Etu sebagai Representasi Kepemimpinan Tradisional dalam Tata Kelola Desa Wuliwalo Nagekeo

Authors

  • Yohana Fransiska Medho Universitas Katolik Widya mandira kupang
  • Frans Bapa Tokan Universitas Katolik Widya mandira kupang

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i3.2113

Keywords:

Tinju Adat Etu, kepemimpinan tradisional, servant leadership, tata kelola desa; kearifan lokal

Abstract

Tinju Adat Etu merupakan tradisi budaya masyarakat Nagekeo yang tidak hanya berfungsi sebagai ritus adat, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai kepemimpinan tradisional dalam kehidupan sosial masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna Tinju Adat Etu dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Desa Wuliwalo, mengidentifikasi nilai-nilai kepemimpinan tradisional yang terepresentasi dalam pelaksanaannya, menjelaskan peran tokoh adat dan komunitas dalam mentransmisikan nilai-nilai tersebut, serta merumuskan relevansinya bagi tata kelola desa berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas tokoh adat, aparat desa, pelaku Etu, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan interpretasi temuan dibaca melalui Servant Leadership Theory dari Robert K. Greenleaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tinju Adat Etu mengandung nilai keberanian, kehormatan, kedisiplinan, solidaritas, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap norma adat, serta pengakuan terhadap otoritas lokal. Nilai-nilai tersebut tidak hanya hadir dalam arena pertarungan, tetapi juga dalam keseluruhan tahapan ritual yang menekankan pengendalian diri, pelayanan terhadap kehidupan bersama, dan pemulihan harmoni sosial. Dalam konteks tata kelola desa, Etu berfungsi sebagai pranata budaya yang memperkuat legitimasi tokoh adat, kohesi sosial, partisipasi warga, dan keteraturan komunal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tinju Adat Etu tidak hanya layak dipahami sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai representasi kepemimpinan tradisional yang relevan bagi penguatan tata kelola desa modern melalui etika pelayanan, tanggung jawab moral, dan orientasi pada kepentingan bersama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aja, A. F., & Arida, I. N. S. (2020). Analisis Potensi Ekowisata dan Kesiapan Masyarakat Desa Rendu Tutubadha dalam Pengembangan Ekowisata. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(2), 225. https://doi.org/10.24843/jdepar.2020.v08.i02.p09

Ajito, T. (2023). Kajian nilai budaya olahraga “Etu” dalam membentuk pendidikan karakter masyarakat di Kabupaten Nagekeo. Journal on Education, 05(04), 16673–16679. https://www.jonedu.org/index.php/joe/article/view/2849/2421

Ajito, T., Lodo, R. Y., & Mansuetus Mola. (2022). Nilai Budaya Pendidikan Olahraga “Etu “ Dalam Mendukung Pembelajaran Olahraga di Kabupaten Nagekeo. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(3), 851–856. https://doi.org/10.62775/edukasia.v3i3.206

Bupu, H. (2025). Etu Sebagai Totalitas Seni Pertunjukan Ritual: Telaah Struktur Syair, Wujud Musikal, Koreografi, dan Fungsi Properti. JUPEIS : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 4(3), 80–85. https://doi.org/10.57218/jupeis.vol4.iss3.1631

Fadrullah, I., & Syam, F. (2024). Kepala Adat Sebagai Elite Sosial Dan Politik: Manifestasi Hegemoni Nilai Adat Dalam Praktik Kepemimpinan Tradisional. Jurnal Ilmu Dan Budaya, 45(1), 41–49. https://doi.org/10.47313/jidb.v45i1.3035

Krisnajaya, I. M., Suripto, Dewi, N. P., Sulistiyani, A. T., & Laksana, L. U. A. (2019). The Political Process of Bureaucratic Reform: Wonosobo Regional Government Experience from 2011-2015. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 23(2), 135–149. https://doi.org/10.22146/JSP.42589

Melinda, T., Antonio, T., & Christina, C. (2020). Confirmatory Analysis of Servant Leadership Dimension To the Indonesian Academic Leader. Jurnal Aplikasi Manajemen, 18(4), 730–740. https://doi.org/10.21776/ub.jam.2020.018.04.12

Nuzulia, A. (1967). Mengkaji Nilai Nilai Tinju Adat Di Masyarakat Nggolonio. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 1(1), 5–24.

Olala Osprey. (2024). Vol. 17 No. 1 / Januari - Maret 2024. 17communit(1), 1–18.

Rawe, A. S., & Nono BS, Y. (2021). Promosi Olahraga Tinju Adat Etu Sebagai Pariwisata Tahunan di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo. Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga (JPJO), 4(2), 174–185. https://doi.org/10.31539/jpjo.v4i2.1576

Rossa, S., Sari, A. P. A., Lianasari, A., Imammusadin, M., & Ambarwati, R. T. (2024). Partisipasi Politik Sedulur Sikep Blora dalam Pemilihan Umum Inklusif melalui Ajaran Kerukunan. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 15(1), 79–94. https://doi.org/10.14710/politika.15.1.2024.79-94

Downloads

Published

2026-06-03

How to Cite

Yohana Fransiska Medho, & Frans Bapa Tokan. (2026). Tinju Adat Etu sebagai Representasi Kepemimpinan Tradisional dalam Tata Kelola Desa Wuliwalo Nagekeo. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(3), 144–154. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i3.2113