Proses Kolaborasi dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan dalam Penanganan Stunting: Studi Kasus Kecamatan Mook Manaar Bulatn

Authors

  • Ristiyono Magister Ilmu Administrasi Publik Program Pascasarjana, Universitas Terbuka, Indonesia
  • Edah Jubaedah Magister Ilmu Administrasi Publik Program Pascasarjana, Universitas Terbuka, Indonesia
  • Faizal Madya Magister Ilmu Administrasi Publik Program Pascasarjana, Universitas Terbuka, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i10.4388

Keywords:

Stunting, Pemangku Kepentingan, Kolaborasi Lintas Sektor, Tata Kelola Kolaboratif, Penurunan Stunting

Abstract

Permasalahan stunting sebagai isu kesehatan masyarakat yang multidimensional memerlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan melalui koordinasi yang efektif. Namun, kolaborasi lintas sektor di tingkat kecamatan masih menghadapi tantangan dalam aspek peran, proses, dan kapasitas tindakan kolektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterlibatan pemangku kepentingan, proses kolaborasi, serta strategi penguatan kolaborasi dalam penanganan stunting di Kecamatan Mook Manoor Bulatn. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis berdasarkan kerangka Collaborative Governance Regime dan Stakeholder Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktor dipengaruhi oleh aspek kekuatan, legitimasi, dan kepentingan yang saling melengkapi. Proses kolaborasi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, kebijakan, kepemimpinan, ketergantungan antar aktor, serta kebutuhan penyelesaian masalah bersama. Meskipun demikian, kolaborasi masih menghadapi kendala berupa kurang optimalnya kejelasan peran, komunikasi lintas sektor, dan kapasitas kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, penegasan peran, dan peningkatan kapasitas tindakan kolektif untuk mendukung tata kelola kolaboratif yang berkelanjutan dalam percepatan penurunan stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmed, S. K. (2024). The Pillars Of Trustworthiness In Qualitative Research. Journal Of Medicine, Surgery, And Public Health, 2, 100051.

Ansell, C., Sørensen, E., & Torfing, J. (2025). Theorizing The Political Dimension Of Collaborative Governance. Perspectives On Public Management And Governance, Gvaf007.

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A Review Of Child Stunting Determinants In Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), E12617.

Beatty, A., Borkum, E., Leith, W., Null, C., & Suriastini, W. (2024). A Cluster Randomized Controlled Trial Of A Community‐Based Initiative To Reduce Stunting In Rural Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 20(1), E13593.

Beeton, T. A., Teel, T. L., Colavito, M. M., Huayhuaca, C. A., Cheng, A. S., Ghasemi, B., & Snitker, A. J. (2024). Developing Reliable And Valid Measures For Evaluating Collaborative Governance And Adaptability: An Example From The Collaborative Forest Landscape Restoration Program. Journal Of Environmental Management, 370, 122664.

Creswell, J. W. (2016). Pendekatan Metode Kualitatif. Kuantitatif, Dan Campuran, 4.

Indra, J., & Khoirunurrofik, K. (2022). Understanding The Role Of Village Fund And Administrative Capacity In Stunting Reduction: Empirical Evidence From Indonesia. Plos One, 17(1), E0262743.

Laksono, A. D., Izza, N., Trisnani, T., Paramita, A., Sholikhah, H. H., Andarwati, P., ... & Wulandari, R. D. (2024). Determination Of Appropriate Policy Targets To Reduce The Prevalence Of Stunting In Children Under Five Years Of Age In Urban-Poor Communities In Indonesia: A Secondary Data Analysis Of The 2022 Indonesian National Nutritional Status Survey. Bmj Open, 14(9), E089531.

Lee, S., & Esteve, M. (2023). What Drives The Perceived Legitimacy Of Collaborative Governance? An Experimental Study. Public Management Review, 25(8), 1517-1538.

Partadisastra, A. M., & Octaria, Y. C. (2023). Analisis Keselarasan Kebijakan Nasional Dan Kebijakan Daerah Terkait Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Bulungan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: Jkki, 12(4), 214-223.

Putri, N. K., Wardhani, L. P., & Ernawaty. (2024). Positive Deviance/Hearth Intervention In Collaboration Between Academia And Ngos: A Realist Evaluation. Bmc Public Health, 24(1), 3598.

Saleh, A., Khadafi, R., & Nurmandi, A. (2024). Stunting And The Hope That Must Remain; Regional And Human Resource Development Perspectives; Inadequate Policy Problem Identification Process In The Tabagsel Region Of Indonesia. Frontiers In Public Health, 12, 1337848.

Wijaya, H. (2020). Analisis Data Kualitatif Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Ristiyono, Edah Jubaedah, & Faizal Madya. (2026). Proses Kolaborasi dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan dalam Penanganan Stunting: Studi Kasus Kecamatan Mook Manaar Bulatn. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(10), 6552–6562. https://doi.org/10.55681/armada.v4i10.4388