Kedudukan dan Konsep Hakam dalam Perkara Syiqaq Menurut Fikih dan Buku II Mahkamah Agung
DOI:
https://doi.org/10.55681/armada.v4i10.4080Keywords:
Hakam, Syiqaq, Pengadilan AgamaAbstract
Syiqaq merupakan perselisihan antara suami dan istri secara terus menerus yang dapat mengancam keutuhan rumah tangga. Penyelesaian syiqaq dilakukan dengan mengutamakan perdamaian yang salah satunya melalui peran hakam sebagai pihak yang membantu menyelesaikan konflik di antara kedua belah pihak. Di Indonesia, konsep hakam diterapkan dalam perkara perceraian di peradilan agama melalui ketentuan Buku II MA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hakam dalam perkara syiqaq menurut Buku II MA serta membandingkannya dengan konsep hakam dalam fikih. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif terhadap bahan hukum yang berkaitan dengan hakam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakam menurut Buku II MA berkedudukan sebagai pihak yang membantu mendamaikan suami dan istri serta tidak memiliki kewenangan memutus perkawinan. Perbedaan konsep hakam dalam fikih dan Buku II MA meliputi jenis kelamin, pengangkatan, pihak yang dapat menjadi hakam, dan kewenangannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan hakam dalam Buku II MA merupakan bentuk penyesuaian konsep fikih dengan sistem peradilan agama di Indonesia.
Downloads
References
Arkanbariq, A. A., Ahzar, R. M., Aviva, F. N., & Wibowo, A. M. D. (2026). Edukasi Tentang Konsep Hakam dalam Perkara Syiqaq Bagi Generasi Muda Muhammadiyah di Surakarta. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 6(5), 3280–3291.
Az-Zuhaili, W. (2011). Al-Fiqhu al-Islam Wa Adillatuhu (A. Hayyie, Penerj.). Gema Insani.
Datumula, S. (2023). Mediasi Dalam Penyelesaian Perkara Perceraian di Luar Pengadilan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 14550–14564.
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2013). Buku II Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan Agama Edisi Revisi. Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Fausya, A., & Talli, A. H. (2025). Penyelesaian Sengketa Suami Istri Melalui Mediasi dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Media Hukum Indonesia (MHI), 3(4).
Hakim, U. L., Mahipal, M., & Febrianty, Y. (2025). Perkawinan Tidak Tercatat Dan Pengakuan Negara Terhadap Status Perkawinan Sebagai Perlindungan Hak Keperdataan Keluarga. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 9(1), 47–64. https://doi.org/10.23920/acta.v9i1.2592
Hamzani, A. I. (2018). Hukum Islam Teori dan Implementasi Dalam Pengembangan Hukum di Indonesia. Thafa Media.
Irfan. (2018). Fungsi Hakam Dalam Menyelesaikan Sengketa Rumah Tangga (Syiqaq) Dalam Peradilan Agama. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial, 4(1).
Ishak, S., Nidal, A., Abubakar, A., & Nusir, F. (2025). The Legal Status and Juridical Authority of the Hakam in the Islamic Law: An Analysis of Syiqaq Cases in the Exegesis of Fakhruddin al-Razi. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 8(1), 262–282.
Januario, R. A., Fadil, F., & Toriquddin, M. (2022). Hakikat dan Tujuan Pernikahan di Era Pra- Islam dan Awal Islam. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 8(01), 2–18.
Kamal, M. (1974). Asas-Asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. Bulan Bintang.
Mubarrak, Z., & Nur, M. I. (2023). Wewenang Hakam Dalam Menyelesaikan Sengketa Rumah Tangga (Syiqaq) Dalam Fiqh Syafi’iyyah. Jurnal Al-Nadhair, 2(02), 77–100.
Munir, M. S., Ramadhani, R. D., Masruhan, M., & Kholid, I. N. (2025). The Concept of Asbabun Nuzul in the Context of Warfare: A Tafsir Ahkam Study of QS. Al-Baqarah: 190-193 Based on Tafsir Al-Qurtubi. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 4(1), 241–266.
Nurmawaddah, R. (2024). The Role of Hakam as a Mediator in Resolving Divorce Disputes on Syiqaq Reasons. al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 7(1), 704–711.
Republik Indonesia. (1989). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49. bpk.go.id
Purnomo, A. (2022). Hakam dan Mediasi di Pengadilan Agama. Q Media.
Putra, B. A., Habibie, B. Y., Ramadhan, M. A., Putra, M. L. A., & Khusna, N. (2026). Metodologi Penelitian Hukum Normatif Dalam Perspektif Konsep dan Teknik Analisis Dalam Kajian Yuridis. Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner, 10(4), 97–112.
Sabiq, A.-S. (2008). Fiqih As-Sunnah. Darul Fath.
Safa’at, R. A., & Ananda, G. A. P. (2024). Kedudukan dan Kewenangan Mahkamah Agung Dalam Menyelenggarakan Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 303–309.
Shafiq, T., Noreen, N., Iftikhar, A., & Ali, U. (2025). Exploring Factors Causing Marital Conflict Among Married Women: A Qualitative Study of Women Seeking Legal Support. International Journal of Social Sciences Bulletin, 3(8), 1231–1258.
Shomad, A. (2017). Hukum Islam: Penormaan Prinsip Syariah Dalam Hukum Indonesia (3 ed.). Kencana.
Sukmawan, Y. A., & Damayanti, D. (2025). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris sebagai Strategi Penguatan Perspektif Kajian Ilmu Hukum. Notary Law Journal, 4(3), 114–128.
Wadi, M. (2025). Peran Ninik Mamak Sebagai Mediator Dalam Melaksanakan Mediasi Perceraian Perspektif Maqashid Al Syari’ah di Kabupaten Lima Puluh Kota (Sumatra Barat) [Disertasi]. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





