Toxic Online Behavior
DOI:
https://doi.org/10.55681/swarna.v5i3.1912Keywords:
Psikoedukasi, Regulasi emosi, Siswa Sekolah DasarAbstract
Perkembangan teknologi digital meningkatkan intensitas interaksi anak di ruang maya, khususnya melalui game online dan media sosial. Kondisi ini berpotensi memunculkan toxic online behavior, seperti penggunaan kata-kata kasar, ejekan, dan komunikasi yang tidak sopan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai perilaku toxic online serta pentingnya regulasi emosi dalam interaksi digital. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi secara tatap muka kepada 20 siswa kelas V SD Frater Thamrin, Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, aktivitas edukatif individu dan kelompok, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test (M = 23,20) lebih tinggi dibandingkan post-test (M = 21,20), dengan nilai signifikansi 0,072 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman siswa sebelum dan sesudah psikoedukasi. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi satu sesi belum cukup untuk menghasilkan perubahan pemahaman dan regulasi emosi secara signifikan. Meskipun demikian, kegiatan ini membantu siswa mengenali bentuk perilaku toxic online dan dampaknya dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, psikoedukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur agar mampu mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa dalam penggunaan media digital secara sehat secara konsisten di sekolah maupun di rumah.
Downloads
References
Cheung, C. M. K., Lee, Z. W. Y., & Chan, T. K. H. (2016). Self-disclosure in social networking sites. Internet Research, 26(1), 20–38. DOI : https://doi.org/10.1108/IntR-09-2014-0232
Febriani, Z., Kinanthi, M. R., & Ranakusuma, O. I. (2019). Psikoedukasi perilaku online beresiko bagi remaja. Emprowering: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol 3(1), 30-40. DOI : https://doi.org/10.32528/emp.v3il.2439
Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. DOI : https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271
Gzadinda, R., Wulan, D. K., & Muzdalifah, F. (2024). Program “Say No to Cyberbullying”. Psikoedukasi untuk mengurangi keterlibatan perilaku cyberbullying pada remaja. Panrita Abdi: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 8(1), 234-244. ISSN: 2597-9930
Jaro’ah, S., Istianah, F., Kholidya, C. F., Rakhmawati, N. I. S., & Nuryono, W. (2023). Psikoedukasi regulasi emosi guna menanggulangi kecemasan siswa akibat media sosial. Indonesian Collaboration Journal of Community Services (ICJCS), DOI: 10.53067/icjcs.v3i4.140.
Judijanto, L., et al. (2024). The impact of digital technology use on children’s emotional and social development. Journal of Child and Family Studies. DOI : https://doi.org/10.1007/s10826-024
Lefler, L. N., & Barak, A.(2015). The benign online disinhibition effect: Could situational factors induce self-disclosure and prosocial behaviors? Cyberpsychology: Journal of Psychosocial Research on Syberspace, 9(2), Article 3. https://doi.org/10.5817/CP2015-2-3
Lowry, P. B., Zhang, J., Wang, C., & Siponen, M. (2016). Why do adults engage in cyberbullying on social media? Information Systems Research, 27(4), 962–986. DOI : https://doi.org/10.1287/isre.2016.0671
Piaget, J. (1970). Psychology of intelligence. Littlefield, Adams. ISBN 978-0385011915
Putri, A. R., & Prasetyo, Y. (2022). Psikoedukasi perilaku online berisiko pada remaja SMP sebagai upaya pencegahan cyberbullying. Jurnal Pengabdian Psikologi Indonesia, 2(2),89-97.
Rachmayani, D., Yusainy, C., & Bonafita Zahro, E. (2025). Psikoedukasi strategi regulasi emosi pada anak usia 5-7 tahun. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, Vol. 4 No. 2. DOI:10.56303/jppmi.v4i2.594.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Angelin Rantung, Gabrielle, Intan, Malvino Malvino

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








