Rekonstruksi Norma Restorative Justice Pasal 306 Ayat (3) Undang-Undang Kesehatan untuk Perlindungan Hukum Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4403Keywords:
restorative justice, hukum kesehatan, tenaga medis, tenaga kesehatan, perlindungan hukumAbstract
Pasal 306 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur pendekatan restorative justice dalam penyelesaian dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Namun, norma tersebut belum memberikan batasan perkara, prosedur penyelesaian, kedudukan mediator, dan akibat hukum dari proses restoratif secara jelas, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pasien maupun tenaga medis dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelemahan normatif Pasal 306 ayat (3) serta merumuskan rekonstruksi norma yang dapat mewujudkan mekanisme penyelesaian yang lebih proporsional. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum. Bahan hukum dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkan mekanisme penyelesaian sengketa kesehatan di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama norma terletak pada ketidakjelasan ruang lingkup perkara, lemahnya independensi fasilitator, belum optimalnya integrasi dengan penilaian disiplin profesi, serta ketidakjelasan akibat hukum proses restoratif. Rekonstruksi norma perlu mengatur batas perkara, mediator independen, penguatan peran Majelis Disiplin Profesi, dan konsekuensi hukum kesepakatan restoratif agar perlindungan pasien dan tenaga medis serta tenaga kesehatan dapat diwujudkan secara seimbang.
Downloads
References
Adzanah Mariska Salsabila, Dewi Sinta Amalia, Davina Amelia, & Deden Najmudin. (2025). Legal Certainty in the Enforcement of Qanun Jinayah: Defining the Jurisdiction of Wilayatul Hisbah and the Civil Service Police Unit (Satpol PP) in Nanggroe Aceh Darussalam. Al-’`Adalah: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 10(2), 329–343. https://doi.org/10.31538/adlh.v10i2.8921
Adzanah Mariska Salsabila, Dian Rachmat Gumelar, Zaky Anggara, & Ulul Abshor. (2025). Prevention of Bullying in Educational Environments Through Education by the West Java Ministry of Law at Gudang II Pasigaran Public Elementary School. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka, 4(6), 1252–1264. https://doi.org/10.62668/sabangka.v4i06.1882
Adzanah Mariska Salsabila, Enceng Arif Faizal, Deden Najmudin, & Mohamad Syahreza Pahlevi. (2025). Islamic Criminal Law Criticism of Article 5 of the Universal Declaration of Human Rights on the Application of Qishash Punishment. Islamic Law, 25(2), 79–100. https://doi.org/10.24014/hi.v25i2.38792
Akib, M. (2022). Penyelesaian Sengketa Medis Antara Pasien, Dokter dan Rumah Sakit. Uwais Inspirasi Indonesia.
Ali Imran, Muslimin, Ardianti, Helma Liana Safitri, & Dian Ekawaty. (2026). Kesehatan Kerja Tenaga Medis dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Pasien. Goresan Pena.
Annisa Fitira, Rahayu Subekti, & Isharyanto. (2025). Kedudukan Rekomendasi Majelis Disiplin Profesi Sebagai Quasi-Penyelidikan Dalam Penyelesaian Sengketa Medik di Indonesia. JURNAL HUKUM IUS QUIA IUSTUM, 32(3), 653–680. https://doi.org/10.20885/iustum.vol32.iss3.art6
Astuti, E. K. (2009). Transaksi Terapeutik dalam Upaya Pelayanan Medis di Rumah Sakit. Citra Aditya Bakti.
Aurora, A. (2026). Penerapan Asas Proporsionalitas dalam Penjatuhan Sanksi Pidana terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi (Putusan No. 29/Pid.Sus-TPK/2021/PN.JKT.PST). ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 4(1), 185–196. https://doi.org/10.59246/aladalah.v4i1.1746
Chandra Adi Gunawan Putra, I Nyoman Putu Budiartha, & Ni Made Puspasutari Ujianti. (2023). Perlindungan Hukum terhadap Konsumen dalam Persfektif Kesadaran Hukum Masyarakat. Jurnal Konstruksi Hukum, 4(1), 13–19. https://doi.org/10.22225/jkh.4.1.6180.13-19
Deandra Tiffany, Natalia Emanuela Tingginehe, Eben Haezer Willem Putrayasa, Gracia Cindy Stefani, & Caroline Debora. (2026). Makna Kepastian Hukum dalam Perspektif Filsafat Hukum dan Implementasinya di Indonesia. JURAGAN: Journal of Community Service and Research, 3(1), 5228–5237. https://doi.org/10.62710/2wkrxg23
Dian Rachmat Gumelar, Adzanah Mariska Salsabila, Islam Qerimi, Deden Najmudin, & Fahmi Hazan Nugroho. (2026). Criminology and Fiqh Jinayah Perspectives on Deterrence Morality Gap in Crime Prevention. Walisongo Law Review (Walrev), 8(1), 82–95. https://doi.org/10.21580/walrev.2026.8.1.31203
Emi Silvia, Iwan Iryansyah Setiawan, Sari Marlia, Tio Setiawan, Afrizal, Ahmad Affendi, & Syafrida. (2026). Kedudukan Perjanjian Terapeutik sebagai Perikatan Upaya (Inspanningsverbintenis) dan Batas Pertanggungjawaban Medis di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(4), 1–25. https://doi.org/10.56370/jhlg.v7i4.3601
Fahrul, M. (2025). Hubungan Antara Kelalaian dan Risiko Medik dalam Perspektif Pertanggung Jawaban Hukum [Universitas Muhammadiyah Malang]. https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/18089
Griffiths, C. T. (1999). The Victims of Crime and Restorative Justice: The Canadian Experience. International Review of Victimology, 6(4), 1–10. https://doi.org/10.1177/0269758099006004
Gunawan Widjaja, & Andreas Harry. (2025). Paradigma Baru Penyelesaian Sengketa Medis di Indonesia Pasca UU Kesehatan 2023: Kajian Alternatif fan Litigasi. Jurnal Kesehatan, 3(2), 1–10. http://wikep.net/index.php/JUKESAH/article/view/276
Ikhsan Hidayat, Hartoyo, Dedi Wardana Nasoetion, & Dudik Djaja Sidarta. (2026). Analisis Pertanggungjawaban Pidana Tenaga Medis atas Tindak Pidana Kelalaian Medis yang Mengakibatkan Kematian Pasien Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Lex Journal : Kajian Hukum Dan Keadilan, 10(S1), 336–353. https://doi.org/10.25139/lex.v10iS1.12702
Infodaerah.com. (2023). Klarifikasi RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Terkait Pemberitaan Anak Lumpuh. Infodaerah.Com. https://infodaerah.com/2023/11/18/klarifikasi-rsud-dr-chasbullah-abdulmadjid-kota-bekasi-terkait-pemberitaan-anak-lumpuh/
Jauhani, M. A. (2025). Kepastian Hukum Penyelesaian Sengketa Medik Non Litigasi. Eureka Media Aksara.
Judith Healy, & Merrilyn Walton. (2016). Health Ombudsmen in Polycentric Regulatory Fields: England, New Zealand, and Australia. Australian Journal of Public Administration, 75(4), 492–505. https://doi.org/10.1111/1467-8500.12187
Kostadin Dimitrov, & Tsonka Miteva-Katrandzhieva. (2024). Mediation in Healthcare: Enhancing Conflict Resolution Between Patients and Physicians Beyond the Courtroom. Cureus, 16(12), 1–10. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39791044/
Lego Karjoko, I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, Abdul Kadir Jaelani, Jaco Barkhuizen, & Muhammad Jihadul Hayat. (2021). The Urgency of Restorative Justice on Medical Dispute Resolution in Indonesia. Al-Ihkam: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial, 16(2), 1–10. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v16i2.5314
M. Mujib Qulyubi, Muhammad Fadhlan Aziz, Syahrul Anwar, & Aris Hassama. (2026). Restorative Justice in Islamic Criminal Law: A Legal Psychology Perspective on the Necessity of Qisas and Diyat. International Journal of Nusantara Islam, 14(2), 731–744. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijni/article/view/53833/16787
Mozha Desri Puji Astuti, & Koko Joseph Irianto. (2026). Hukum Malpraktik Tenaga Medis: Batas Tanggung Jawab dan Perlindungan Hukum. Penerbit NEM.
Nanang Naisabur, & Adzanah Mariska Salsabila. (2025). Peran Partisipasi Publik Berbasis Digital (E-Participation) dalam Proses Perancangan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia: Tantangan dan Optimalisasi. YUDHISTIRA: Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 3(3), 74–83. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v3i3.2144
Nurhasanah, & Hudi Yusuf. (2024). Penyelesaian Sengketa Medik melalui Restorative Justice untuk Memberikan Keadilan Bagi Pasien dan Dokter. Jurnal Intelek Dan Cendekiawan Nusantara, 1(5), 8157–8172. https://jicnusantara.com/index.php/jicn/article/view/1464
Oanh Thi Cao, & Tuan Van Vu. (2024). Proposing Restorative Justice Models as Alternative Approaches to Adressing Criminal Matters: A Case Study of Judicial Systems in Civil and Common Law Countries. Justice in Eastern Europe, 30(1), 1–27. https://ajee-journal.com/proposing-restorative-justice-models-as-alternative-approaches-to-addressing-criminal-matters-a-case-study-of-judicial-systems-in-civil-and-common-law-countries
Oksana Shcherbanyuk, Vitalii Gordieiev, & Laura Bzova. (2023). Legal Nature of the Principle of Legal Certainty as a Component Element of the Rule of Law. Juridicial Tribune, 13(1), 21–31. 10.24818/tbj/2023/13/1.02
Pearl, H. H. J. D. (2015). The Medical Practitioners Tribunal Service: Modernising Fitness to Practise Adjudication. Med Leg J, 83(3), 133. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26275851/
Reva N. Paputungan, Feriyanto Palia, & Ilham A. Matawang. (2026). Analisis Yuridis terhadap Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Gawat Darurat Rumah Sakit. Law Journal (LAJOUR), 7(1), 119–132. https://doi.org/10.32767/lajour.v7i1.353
Riyanto, O. S. (2024). Dekonstruksi Pertanggungjawaban Hukum dalam Sengketa Medis: Perspektif Restorative Justice sebagai Paradigma Baru Perlindungan HAM Bagi Tenaga Medis. Juris Humanity, 3(2), 78–89. https://doi.org/10.37631/jrkhm.v3i2.66
Rully Hanafi Dahlan, Bonarsius Saragih, Emaliawati, & Jeanis Dewi Nur Santoso. (2025). Menemukan Keadilan di Ruang Praktik Restorative Justice dalam Dunia Kedokteran. Penerbit Kreasi Cendekia Pustaka (KCP).
Salsabila, A. M. (2025). Reform of State Administrative Law from the Perspective of Fiqh Siyasah on Public Services to Achieve Good Governance in Indonesia. Siyasah Wa Qanuniyah: Jurnal Ilmiah Ma’had Aly Raudhatul Ma’arif, 3(2), 135–151. https://doi.org/10.61842/swq/v3i2.51
Salsabila, A. M. (2026a). A Constructive Critique of the Politics of Islamic Criminal Law in a Constitutional State. Siyasah Wa Qanuniyah: Jurnal Ilmiah Ma’had Aly Raudhatul Ma’arif, 4(1), 1–19. https://doi.org/10.61842/swq/v4i1.57
Salsabila, A. M. (2026b). The Urgency of Specialized Skills for Advocates as Architects of Restorative Justice-Based Penal Mediation in Indonesia. Pikukuh: Jurnal Hukum Dan Kearifan Lokal, 3(1), 19–31. http://dx.doi.org/10.51825/pkh.v3i1.38421
Setiawan, D. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kesehatan atas Tindakan Diskriminasi terhadap Kegagalan Pemulihan pada Pasien [Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman GUPPI]. https://repository.undaris.ac.id/id/eprint/1927
Sherliyanah, Agam Sulaksono, & Ahmad Heru Romadhon. (2026). Tinjauan Hukum terhadap Pertanggungjawaban Tenaga Medis dalam Penanganan Komplikasi Anastesi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial Dan Hukum, 4(2), 3487–3509. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4783
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan (2023).
Venomena.id. (2023). Perseteruan Pasien Anak dengan RSUD Kota Bekasi Berakhir Damai. Venomena.Id. https://venomena.id/2023/11/30/perseteruan-pasien-anak-dengan-rsud-kota-bekasi-berakhir-damai/
Yoke Elizabeth Theresia, & I Gusti Ayu Stefani. (2025). Analisis Yuridis Penerapan restorative Justice di Indonesia Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Korban Kejahatan. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(10), 1–16. https://doi.org/10.62281/sd6t9r40
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Destiadi Dani Irvan Kurniawan, Mark Green Tarumetor Engka, Happy Yulia Anggraeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








