Dinamika Collaborative Governance dalam Pengelolaan Wisata Alam (Studi Pada Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Kabupaten Lumajang)
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4218Keywords:
Tata Kelola Kolaboratif, Wisata Alam, StakeholdersAbstract
Pengelolaan destinasi wisata melibatkan berbagai pihak dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Kabupaten Lumajang merupakan destinasi yang berkembang pesat dan telah dikenal secara internasional. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, dan media dalam suatu kolaborasi penta-helix. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika collaborative governance dalam pengelolaan Wisata Air Terjun Tumpak Sewu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami secara mendalam proses kolaborasi antarpihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi berlangsung melalui lima tahapan, yaitu dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan pencapaian hasil sementara. Kolaborasi telah menghasilkan berbagai capaian, salah satunya penghargaan sebagai wisata terbaik dari Gubernur. Meskipun seluruh pihak memiliki peran penting, media menjadi aktor yang paling berpengaruh dalam memperluas promosi destinasi melalui konten digital hingga tingkat internasional. Dengan demikian, collaborative governance melalui pendekatan penta-helix berperan penting dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan Wisata Air Terjun Tumpak Sewu secara lebih luas dan berkelanjutan.
Downloads
References
Ansell, C., and A. Gash. (2007). Collaborative Governance in Theory and Practice.Journal of Public Adminsitration Research and Theory. Vol 18(4): 543-571.
Agasinta, I. I., Subowo, A., & Santoso, R. S. (2024). Analisis Collaborative Governance Dalam Pengembangan Objek Wisata Museum Kota Lama Semarang. Journal of Management & Public Policy, 13(2), 1–14.
Ardiansyah, F. W., Purnaweni, H., & Priyadi, B. P. (2023). Analisis Collaborative Governance Dalam Pengembangan Pariwisata Pantai Dewa Ruci Jatimalang Kecamatan Purwodadi …. Journal of Management & Public Policy, 12(3), 741–756. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/view/39942%0Ahttps://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/download/39942/29336
Ariesmansyah, A., Ariffin, R. H., & Respati, L. A. (2023). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Desa Wisata. Jurnal El-Riyasah, 14(1), 58–72. https://doi.org/10.31258/jkp.11.1.p.7-12
Astuty, K., Nurzam, N., Sudarsono, A., Kurniawan, K., & Novitasari, M. (2023). Pengelolaan Wisata Berbasis Kearifan Lokal Dengan Menggunakan Media Sosial Sebagai Promosi di Desa Belitar Seberang - Curup. Jurnal Dehasen Mengabdi, 2(2), 89–94. https://doi.org/10.37676/jdm.v2i2.4633
Asurah, W., & Wibawani, S. (2023). Collaborative Governance Pengembangan Objek Wisata Air Embung “Bandung Bondowoso” Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Darma Agung, 31(3), 167–177. https://doi.org/10.46930/ojsuda.v31i3.3206
Bahiyah, C., & Hidayat, W. R. (2018). Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata Di Pantai Duta Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmu Ekonomi, 2, 95–103.
Creswell, J. W. (2014). Qualitative and Quantitative Research Design. In Social Research Methodology. (161-200). https://doi/org/10.4324/9781032624860-9.
Fadlurrahman, Kurniasih, Y., & Winanta, R. A. (2022). Collaborative Governance Dalam Pengelolaan dan Pengembangan Pariwisata di Desa Ngargogondo Kecamatan Borobudur. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 7(2), 29–35. https://doi.org/10.36982/jpg.v7i2.2104
Habibah, E. N. (2021). Collaborative Governance, Magelang: Pustaka Rumah Cinta.
Hamka, Nadia, Y., Supardi, H., Namora, F., & Devi Jiasti, F. (2022). Collaborative Governance Model Dalam Membangun Sustainable Integrated Ecoturism Di Lmdh Puncak Lestari Cisarua Kabupaten Bogor. Jurnal Sumber Daya Aparatur, 4(1).
Islamy, L. O. S., Andriani, R., & Hanafi, E. P. (2020). Model Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Dana Desa. Kainawa: Jurnal Pembangunan & Budaya, 2(1), 81–94. https://doi.org/10.46891/kainawa.2.2020.81-94
Jaya, R. (2024). Collaborative Governance, Konsep dan Prakteknya Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Kediri: CV. Kreator Cerdas Indonesia.
Kirana, C. A. D., & Artisa, R. A. (2020). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Collaborative Governance di Kota Batu. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 6(1), 68–84. https://doi.org/10.26618/kjap.v6i1.3119
Maulia, E. I., & Setiyono, B. (2023). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran: Analisis Dampak Digitalisasi Desa Wisata. Journal of Politic and Government Studies, 13(1), 404–418. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/download/42391/30457
Mochamad Rozikin, Rendra Eko Wismanu, A. M. (2019). Model Collaborative Governance Dalam Analisis Pengembangan Potensi Pariwisata Berbasis Indigenous Tourism. Jurnal Bina Karya, 14(4), 2357–2366.
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Ni Made Angeliana Suwantara Putri, Putu Eka Purnamaningsih, & Ni Wayan Supriliyani. (2024). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Desa Wisata Pinge Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan. Business and Investment Review, 2(1), 47–57. https://doi.org/10.61292/birev.92
Raharjo, W. B. (2022). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Wisata Budaya Keraton Kacirebonan Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat. Jurnal Administrasi Pemerintahan Daerah, 0, 1–23.
Suta, P. W. P., & Mahagangga, I. G. A. O. (2018). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(1), 144. https://doi.org/10.24843/jdepar.2017.v05.i01.p26
Syahputra, M. F., & Tukiman. (2022). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Wilayah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pada Kawasan Bantaran Sungai Jagir Wonokromo Kota Surabaya. Jurnal Noken, 8(8), 1–14. https://doi.org/10.56304/s0040363622080021
Tumija, & Bagus Jadog. (2022). Pengelolaan Objek Wisata Pantai Oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Publik, 9, 23–39.
Utami, A. D. M., Hariani, D., & Sulandari, S. (2021). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Desa Wisata Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Journal of Management & Public Policy, 10(3), 281–298.
Wahyudin, C., Oetje Subagdja, & Abubakar Iskandar. (2023). Desain Model Collaborative Governance Dalam Penanganan Pengurangan Penggunaan Plastik. Jurnal Governansi, 9(2), 151–162. https://doi.org/10.30997/jgs.v9i2.8004
Wijaya, A. A. M., Sa’ban, L. M. A., & Nastia, N. (2023). Peluang dan Tantangan Collaborative Governance Dalam Kebijakan Pariwisata Daerah. Jurnal Administrasi Negara, 29(3), 214–234. https://doi.org/10.33509/jan.v29i3.2681
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dhea Vanny Andarista, Hadi Prayitno, Selfi Budi Helpiastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








