Analisis Yuridis Kewenangan Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Pasar Tradisional (Studi di Desa Anjani)

Authors

  • Rohil Amani Fakultas Hukum, Universitas Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB, Indonesia
  • Masyhur Fakultas Hukum, Universitas Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB, Indonesia
  • M. Helmi Fakultas Hukum, Universitas Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.4189

Keywords:

Pemerintah Desa, Otoritas Yuridis, Pengelolaan Pasar Tradisional, Transparansi, Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan hukum pemerintah desa dalam pengelolaan pasar tradisional dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, khususnya di Desa Anjani. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada peran strategis pemerintah desa dalam menjalankan kewenangan tata kelola daerah, termasuk pengelolaan aset desa seperti pasar tradisional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan hukum dan konseptual. Materi hukum terdiri dari sumber hukum primer, seperti undang-undang, dan sumber sekunder, termasuk literatur dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa memiliki kewenangan untuk mengelola pasar tradisional sebagai bagian dari pengelolaan aset desa dan pembangunan ekonomi daerah. Namun, pelaksanaan kewenangan ini belum optimal. Beberapa tantangan diidentifikasi, antara lain kerangka peraturan yang tidak jelas di tingkat lokal, keterbatasan kapasitas administrasi pejabat desa, kurangnya transparansi dalam pengelolaan pasar, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kendala-kendala ini memengaruhi efektivitas pengelolaan pasar tradisional dan menghambat terwujudnya tata kelola yang baik di tingkat desa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperkuat kerangka hukum, meningkatkan kapasitas pejabat desa, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta mendorong partisipasi masyarakat guna mengoptimalkan pengelolaan pasar tradisional oleh pemerintah desa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, T. P., & Yulianto, Y. (2016). Good governance pengelolaan keuangan desa menyongsong berlakunya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014. Berkala Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 1(1). https://doi.org/10.20473/baki.v1i1.1694

Abustun, A. (2019). Implementasi percepatan pembangunan desa dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Gagasan Hukum, 1(2), 216–227. https://doi.org/10.31849/jgh.v1i02.7701

Anwar, M. Z., & Angga, R. D. (2018). Perempuan, aset desa, dan sumber penghidupan: Studi kasus Desa Gadungan, Blitar, Jawa Timur. Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam, 16(1), 81–96. https://doi.org/10.14421/musawa.2017.161.81-96

Arinda, H., Zuska, F., & Lubis, Z. (2019). The role of stakeholders in managing order and sanitation of Sukaramai traditional market. International Journal of Research in Business and Social Science, 8(5), 220–227. https://doi.org/10.20525/ijrbs.v8i5.456

Engkus, E., & Engkus. (2023). Inherent supervision (waskat) towards good governance: The case in local governments in Indonesia. Journal of Community Positive Practices, 23(3), 83–98. https://doi.org/10.35782/jcpp.2023.3.06

Evendia, M., & Firmansyah, A. A. (2021). Legal redesignation of central and regional authorities. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 23(1), 23–48. https://doi.org/10.24815/kanun.v23i1.18086

Fadilah, L. N., & Wijayanto, W. (2025). Towards good governance in Indonesia: Implementation at village level. Journal of Governance and Social Policy, 6(1), 147–163. https://doi.org/10.24815/gaspol.v6i1.45936

Fikri, M. A. (2022). Pemungutan retribusi pasar desa dalam rangka menambah pendapatan asli desa. Jurist-Diction, 5(4), 1455–1488. https://doi.org/10.20473/jd.v5i4.37339

Gunawan, G. (2017). Implementasi kewenangan desa: Dinamika, masalah, dan solusi kebijakan. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 12(1), 85–99

Hapsari, A. N. S., Utami, I., & Kean, Y. W. (2020). Accountability in governance: Will and can traditional village-owned enterprises achieve it? The Indonesian Accounting Review, 10(2), 215–222. https://doi.org/10.14414/tiar.v10i2.2165

Hendrawati, E., & Pramudianti, M. (2020). Partisipasi, transparansi dan akuntabilitas perencanaan dan penganggaran dana desa. JRAK, 12(2), 100–108. https://doi.org/10.23969/jrak.v12i2.3113

Hendrawati, E., & Pramudianti, M. (2020). Partisipasi, transparansi dan akuntabilitas perencanaan dan penganggaran dana desa. JRAK, 12(2), 100–108. https://doi.org/10.23969/jrak.v12i2.3113

Kurniasih, D., Setyoko, P. I., & Imron, M. A. (2017). Problems of public accountability in village government business management. Journal of Public Administration and Governance, 7(4), 147–160. https://doi.org/10.5296/jpag.v7i4.11850

Kurnianto, S., Heriyati, D., Nugroho, Y., & Nikma, L. F. (2025). Enhancing village-owned enterprises performance through effective governance: The mediating role of competitive advantage. Ekuitas (Jurnal Ekonomi dan Keuangan), 9(2), 194–209. https://doi.org/10.24034/j25485024.y2025.v9.i2.7027

Kusumaputra, A. (2017). Optimalisasi pembangunan ekonomi nasional melalui otonomi desa. Perspektif, 22(1), 55–60. https://doi.org/10.30742/perspektif.v22i1.605

Kushandajani. (2015). Implikasi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa terhadap kewenangan desa. Yustisia Jurnal Hukum, 92. https://doi.org/10.20961/yustisia.v92i0.3820

Latif, M. A., Haning, M. T., & Pauzi, R. (2025). BUMDes dan tantangan tata kelola: Analisis partisipasi dan transparansi di Desa Je’netallasa. Development Policy and Management Review, 5(1), 21–38. https://doi.org/10.61731/dpmr.v5i1.42295

Lindawaty, D. S. (2023). Pembangunan desa pasca Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa. Jurnal Politica: Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional, 14(1), 1–21. https://doi.org/10.22212/jp.v14i1.4120

Muhtadli, M. (2020). Recognition of traditional villages as local government administrators in Indonesia based on the principle of autonomy. Constitutionale, 1(1), 57–70. https://doi.org/10.25041/constitutionale.v1i1.2008

Netti, H., & Erianjoni, E. (2023). Local government strategy in managing traditional markets in the city of Pariaman, Indonesia. Otoritas Jurnal Ilmu Pemerintahan, 13(2), 261–276. https://doi.org/10.26618/ojip.v13i2.11757

Pane, E. (2019). The reconstruction of village governance towards good governance. Fiat Justisia Jurnal Ilmu Hukum, 13(1), 1–15. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v13no1.1471

Pradani, R. F. E. (2020). Pengembangan badan usaha milik desa (BUMDes) berbasis potensi lokal sebagai penggerak ekonomi desa. Journal of Economics and Policy Studies, 1(1), 23–33. https://doi.org/10.21274/jeps.v1i1.3429

Putra, I. M. Y. D., & Rasmini, N. K. (2019). Pengaruh akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat pada efektivitas pengelolaan dana desa. E-Jurnal Akuntansi, 132–132. https://doi.org/10.24843/eja.2019.v28.i01.p06

Rahayu, S., & Febrina, R. (2021). Pemberdayaan masyarakat desa melalui BUMDes di Desa Sugai Nibung. Jurnal Trias Politika, 5(1), 49–61. https://doi.org/10.33373/jtp.v5i1.2905

Saputra, K. A. K., Sara, I. M., Jayawarsa, A. A. K., & Pratama, I. G. S. (2019). Management of village original income in the perspective of rural economic development. International Journal of Advances in Social and Economics, 1(2), 52–59. https://doi.org/10.33122/ijase.v1i2.40

Soelistiyono, A., Adrianto, A., & Kurniawati, E. (2018). Analyzing the impact of traditional market relocation. Economics and Business Solutions Journal, 2(1), 35–35. https://doi.org/10.26623/ebsj.v2i1.1258

Sudrajat, A. R., Setiawan, E., Febianti, F., Kusdinar, R., & Sulastri, L. (2019). Multi-perspective approach to identify strategic issues: A case study of traditional market management at West Java. In IAPA Proceedings Conference. https://doi.org/10.30589/proceedings.2019.237

Suryanto, S., Hermanto, B., & Dai, R. (2018). Traditional market issues. In Proceedings of the International Conference on Business, Economic, Social Science and Humanities (ICOBEST 2018). https://doi.org/10.2991/icobest-18.2018.107

Wibawa, S., Firdaus, R. S. M., Indroyono, P., Dumairy, & Savitri, L. A. (2024). Preserving traditional market in Indonesia based on the New Public Governance perspective. International Journal of Asian Business and Information Management, 15(1), 1–14. https://doi.org/10.4018/ijabim.349223

Wicaksana, F. G., Trihatmoko, R. A., Suhardjanto, D., & Murtini, H. (2019). The regulation on village governance in Indonesia: Efficient contracting in agency theory. Journal of Public Administration and Governance, 9(2), 110–110. https://doi.org/10.5296/jpag.v9i2.14812

Winarsi, S., & Moechthar, O. (2020). Implementation of the law principles of good corporate governance in Indonesian village-owned enterprise (BUMDes). Yuridika, 35(3), 635–650. https://doi.org/10.20473/ydk.v35i3.21637

Yarni, M. (2018). Model kebijakan pemerintah desa dalam pengelolaan pasar desa di Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 2(2), 105–112. https://doi.org/10.22437/jssh.v2i2.5956

Zakariya, R., & Desa, D. (2020). Integritas Jurnal Antikorupsi, 6(2). https://doi.org/10.32697/integritas.v6i2.670

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Rohil Amani, Masyhur, & M. Helmi. (2026). Analisis Yuridis Kewenangan Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Pasar Tradisional (Studi di Desa Anjani). SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(4), 3268–3281. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.4189