Konstruksi Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pihak yang Berkedudukan Sebagai Saksi Fakta dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi
(Studi Kasus Putusan Nomor 25/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Jkt.Pst)
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4154Keywords:
criminal liability, factual witness, criminal participation, corruption offense, state-owned enterprisesAbstract
Corruption offenses involving State-Owned Enterprises (SOEs) are inherently complex due to the involvement of organizational structures, authority relationships, and multiple parties performing different roles. A legal issue arises when an individual is formally designated as a factual witness during criminal proceedings, while the evidence presented at trial indicates potential involvement in the commission of the corruption offense. This study aims to analyze the construction of criminal liability for factual witnesses whose involvement in corruption is indicated by the facts established during trial under Indonesian criminal law. This research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches, with analysis focused on Decision Number 25/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Jkt.Pst. The study applies the theories of criminal liability and criminal participation (deelneming). The findings demonstrate that the status of a factual witness does not preclude criminal liability where the constituent elements of a criminal offense, a substantial contribution to the commission of the offense, and culpability can be established. Within the doctrine of criminal participation, such involvement may be classified as medepleger where conscious cooperation, common intent, and significant participation are proven. Accordingly, criminal liability should be determined based on an individual's substantive role and proven involvement in the offense rather than solely on the formal procedural status as a witness or defendant.
Downloads
References
Aldy, B. S. (2021). Pertanggungjawaban pidana badan usaha milik negara (persero) dalam tindak pidana korupsi. Jurnal Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 8(4), 737–754.
Arya, M. G. (2026). Pertanggungjawaban pidana direksi BUMN terhadap keputusan bisnis yang menimbulkan kerugian keuangan negara. Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan, 14(3), 265–276. https://doi.org/10.20961/recidive.v14i3.99465
Diantha, I. M. P. (2019). Metodologi penelitian hukum normatif dalam justifikasi teori hukum. Kencana.
Djaoe, A. N. M., Baso, F., Rachmadani, R., & Ramadani, I. A. (2026). Transformasi hak milik atas kekayaan negara dalam BUMN persero: Perspektif hukum perdata. Binamulia Hukum, 15(1), 389–405.
Irwansyah. (2022). Penelitian hukum: Pilihan metode & praktik penulisan artikel (A. Yunus, Ed.; 5th ed.). Mirra Buana Media Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. (n.d.).
Krismen, Y., Fatimah, A., Oktavia, I., & Al Rasyid, F. (2026). Jenis dan karakteristik hukum pidana di Indonesia. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(2), 236–248.
Laila, N., Fatonah, M., & Rahmah, N. (2025). Seberapa penting terpenuhinya unsur mens rea dalam penetapan perkara pidana pada kasus korupsi di Indonesia. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 10(12), 141–150.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum. Kencana.
Nawawi, et al. (2026). Asas-asas hukum pidana. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Purwanto, D., Rosini, I., & Nofryanti, N. (2026). Analisis governansi korporat dalam pencegahan korupsi di badan usaha milik negara. Jurnal Riset Terapan Akuntansi, 10(1), 98–118.
Putri, A. N., Andrisman, T., Cemerlang, A. M., Susanti, E., & Riski, S. (2026). Pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan berdasarkan Pasal 351 ayat (1) KUHP (studi putusan nomor 696/Pid. B/2025/PN TJK). Jurnal Media Akademik (JMA), 4(2).
Ramadhan, A. A., Aulia, R. T., & Akbar, A. F. (2026). Problematika pertanggungjawaban pidana dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(5), 2172–2184.
Saleh, R. (1982). Pikiran-pikiran tentang pertanggungjawaban pidana. Ghalia Indonesia.
Setiawati, A. D., & Vitrana, M. G. (2025). Doktrin business judgement rule dalam UU BUMN: Batas tanggung jawab direksi dalam tindak pidana korupsi. Jurnal Rechtens, 14(1), 167.
Sriwidodo, J. (2019). Kajian hukum pidana Indonesia teori dan praktek. Kepel Press.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Zulfiqri, M., Bahreisy, B., & Asmara, R. (2025). Kekuatan hukum pembuktian terhadap keterangan saksi de auditu dalam hukum acara pidana. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 8(2), 131–151.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andre Ismangun, Markoni, Helvis, I Made Kantikha, Tuti Elawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








