Model Perlindungan Pihak Ketiga Beritikad Baik dalam Non-Conviction Based Asset Forfeiture pada RUU Perampasan Aset 2026
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4112Keywords:
Non-conviction based asset forfeiture, Pihak ketiga beritikad baik, Perampasan aset, Due process; Asset recoveryAbstract
Perluasan mekanisme Non-Conviction Based Asset Forfeiture (NCB) dalam pembahasan RUU Perampasan Aset 2026 meningkatkan kemampuan negara mengejar hasil kejahatan, tetapi juga menimbulkan risiko terhadap hak pihak ketiga yang memperoleh kepentingan atas aset secara sah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecukupan perlindungan pihak ketiga dalam Pasal 19 UU Tipikor dan PERMA Nomor 2 Tahun 2022 serta merekonstruksi model perlindungan berbasis due process untuk penerapan NCB. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme saat ini masih berorientasi pada post-forfeiture objection dan belum memadai bagi NCB yang dapat secara langsung memengaruhi hak pihak ketiga tanpa didahului putusan pidana. Perlindungan harus mencakup definisi itikad baik yang terukur, beban pembuktian berurutan, pemberitahuan efektif, standing, proporsionalitas, pemisahan hak yang sah, kontrol yudisial, dan pemulihan yang efektif. Penelitian ini menawarkan Bona Fide Third-Party Protection Model berbasis Due Process yang mengubah perlindungan dari mekanisme korektif menjadi participatory due process sepanjang proses perampasan. Model ini menjaga efektivitas asset recovery sekaligus mencegah perampasan hak pihak ketiga yang tidak terlibat dalam tindak pidan
Downloads
References
Alkon, C., & Schneider, A. K. (2025). Negotiating crime: Plea bargaining, problem solving, and dispute resolution in the criminal context (2nd ed.). Carolina Academic Press. https://books.google.com/books/about/Negotiating_Crime.html?id=fe4d0QEACAAJ
Buell, S. W. (2024). Corporate crime: An introduction to the law and its enforcement (4th ed.). Esplanade Press. https://scholarship.law.duke.edu/faculty_books/39/
Dervan, L. E., Covey, R. D., & Johnson, T. B. (Eds.). (2024). The cost of plea bargains: Reflections and recommendations from the ABA Plea Bargain Task Force. American Bar Association. https://www.americanbar.org/products/inv/book/440099902/
Langer, M., McConville, M., & Marsh, L. (Eds.). (2024). Research handbook on plea bargaining and criminal justice. Edward Elgar Publishing. https://doi.org/10.4337/9781802206678
Li, E., Yuan, X., & Zhang, Y. (Eds.). (2024). Criminal case dispositions through pleas in Greater China: Conception, operation and contradiction. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-981-97-1856-6
Margono, R., & Wallad, A. A. F. (2024). Plea bargaining: Implementasi dan tantangan dalam sistem peradilan pidana modern. https://ypad.store/product/plea-bargaining-implementasi-dan-tantangan-dalam-sistem-peradilan-pidana-modern/
Nicholls, C., Bacarese, A., Maton, J., Scott, R., & Hatchard, J. (2024). Corruption and misuse of public office (4th ed.). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780198907329.001.0001
Olaniyan, K. (2023). Ownership of proceeds of corruption in international law. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780192867834.001.0001
Slobogin, C. (2025). Rationalizing plea bargaining. In Rehabilitating criminal justice. Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/core/books/rehabilitating-criminal-justice/rationalizing-plea-bargaining/406544E5F97892F038162BAB777C7B68
Adebanjo, O. T., & Aluko, N. (2025). The effectiveness of plea bargaining in high-profile corruption cases in Nigeria: Analyzing sentencing trends, judicial discretion, and public perception (2010–2024). Law and Economy. https://www.paradigmpress.org/le/article/view/1543
Azryal, R. (2026). Implementasi pengakuan bersalah (plea bargaining) dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dalam tujuan pemidanaan di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(4). https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8520
Effendi, T., & Setyawan, F. (2025). Kemandirian jaksa dalam proses plea agreement di negara-negara dengan indeks persepsi korupsi rendah: Perbandingan pelaksanaan di Indonesia, Argentina dan Filipina. Inicio Legis, 6(1). https://journal.trunojoyo.ac.id/iniciolegis/article/view/30187
Helm, R. K. (2024a). The challenge of “factual hard cases” for guilty plea regimes. Modern Law Review, 87. https://doi.org/10.1111/1468-2230.12876
Helm, R. K. (2024b). The psychology of guilty plea decisions. Annual Review of Law and Social Science, 20, 183–199. https://doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-041822-032654
Illah, A. (2026). Analisis yuridis pengaturan plea bargaining dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Dinamika. https://jim.unisma.ac.id/index.php/jdh/article/view/31637
Iskandar. (2026). Dialektika efisiensi peradilan dan keadilan substantif: Tinjauan kritis implementasi “jalur khusus” (plea bargaining) dalam KUHAP baru. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4). https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.7605
Jatikusuma, R. M. A., & Nurbaedah. (2025). Plea bargaining system (kesepakatan dalam proses hukum pidana) dalam tindak pidana korupsi kecil (petty corruption). Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 14(1). https://doi.org/10.32503/mizan.v14i1.6883
Nasoetion, D. W., Soekorini, N., & Hartoyo. (2025). Plea bargaining in the 2025 Draft Indonesian Criminal Procedure Code: Legal certainty and justice. Jurnal Hukum Sehasen, 11(2). https://doi.org/10.37676/jhs.v11i2.11293
Ngilawane, C. G., Pieter, S., & Tajuddin, M. A. (2025). Plea bargaining as a reform of criminal procedural law to realize the principle of swift, simple, and low-cost justice. LUTUR Law Journal, 6(2), 174–182. https://doi.org/10.30598/lutur.v6i2.24046
Picaesa, A. D., & Abigael, F. (2026). Konstruksi normatif pengakuan bersalah dalam KUHAP terbaru: Adaptasi mekanisme common law dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Jurnal Legalitas, 4(1), 43–53. https://ojsstihpertiba.ac.id/index.php/jle/issue/view/24
Pratiwi, N. (2023). Implementasi plea bargaining system kedalam pembaharuan sistem peradilan pidana tindak pidana korupsi. Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan, 2(2), 79–86. https://doi.org/10.35912/kihan.v2i2.2269
Pridayanti, N. K., & Hermanto, B. (2026). Diskursus pengaturan plea bargain dalam kebijakan hukum acara pidana pasca KUHAP baru: Perspektif kepastian hukum. Jurnal Media Akademik, 4(5). https://doi.org/10.62281/7njtyy51
Reza, M. H. M., Ali, M., & Baidi, R. (2024). Asset confiscation in corruption cases through plea bargaining system: Should Indonesia learn from Nigeria? Contemporary Issues in Criminal Law, 1(1). https://doi.org/10.20885/CICL.vol1.iss1.art4
Syafrina, H. D., Illahi, S. S., Putra, B. P. H., & Hasnaa, N. T. (2026). Model pengaturan plea bargaining dalam pembaharuan hukum acara pidana Indonesia. Jurnal USM Law Review, 9(1), 361–380. https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.13391
Zariyanto, A. A. A., & Fathir, M. A. (2026). Plea bargaining terhadap tindak pidana korupsi: Problematika penerapan dalam perspektif teori deterrence dan tujuan pemidanaan. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 6(1). https://penerbitadm.pubmedia.id/index.php/iso/issue/view/107
Indonesia. (2025). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/337302
Indonesia. (2026). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/317019.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2024). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 142/PUU-XXII/2024. https://pasal.id/peraturan/putusan-mk/puu-mk-142-2024
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 213/PUU-XXIV/2026 (16 Juli 2026). https://www.mkri.id/berita/tidak-penuhi-syarat-formil%2C-permohonan-uji-kuhap-tidak-dapat-diterima-25434
Pratama, D. B. (2026, July). Jaksa tuntut tiga pemberi suap anggota DPRD NTB 1,5 tahun penjara. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/5630636/jaksa-tuntut-tiga-pemberi-suap-anggota-dprd-ntb-15-tahun-penjara
Rahmawaty, L. (2026, June). Kejagung serahkan tersangka Hery Susanto ke JPU. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/5599727/kejagung-serahkan-tersangka-hery-susanto-ke-jpu
Ramadhan, M. H. (2026, March 11). Mengurai hak yang dilepaskan dan kewajiban hakim dalam pengakuan bersalah. Suara BSDK. https://suarabsdk.com/mengurai-hak-yang-dilepaskan-dan-kewajiban-hakim-dalam-pengakuan-bersalah/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anisyah, Herlita Eryke, Edra Satmaidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








