Rekonstruksi Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi Pasca Berlakunya KUHP Nasional: Model Kesalahan Organisasional Terintegrasi

Authors

  • Sutra Geri Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bengkulu
  • Herlita Eryke Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bengkulu
  • Sirman Dahwal Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bengkulu
  • Angga Wijaya Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4110

Keywords:

Pertanggungjawaban pidana korporasi, tindak pidana korupsi, KUHP Nasional, Kesalahan organisasional, Beneficial ownership

Abstract

Pemberlakuan KUHP Nasional pada 2 Januari 2026 mengubah konstruksi pertanggungjawaban pidana korporasi melalui Pasal 45–50 yang memperluas atribusi perbuatan, pengendalian faktual, dan kesalahan organisasional. Perubahan tersebut menimbulkan persoalan harmonisasi dengan Pasal 20 UU Tipikor dan PERMA Nomor 13 Tahun 2016, terutama dalam menentukan hubungan antara kesalahan individual, kesalahan korporasi, beneficial ownership, dan sistem pemidanaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana korupsi serta merumuskan model integratif yang sesuai dengan sistem hukum pasca KUHP Nasional. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban korporasi tidak dapat dibangun hanya berdasarkan kesalahan pengurus atau keuntungan yang diperoleh, tetapi harus didasarkan pada hubungan fungsional dengan tindak pidana dan kesalahan organisasi berupa kebijakan, kegagalan pencegahan, pembiaran, atau kelemahan pengendalian. Penelitian ini menawarkan Integrated Organizational Fault Model yang terdiri atas conduct attribution, organizational fault assessment, control attribution, serta sanction and remediation alignment. Model ini mengintegrasikan UU Tipikor, KUHP, PERMA Nomor 13 Tahun 2016, dan rezim sanksi korporasi untuk membentuk pertanggungjawaban yang lebih konsisten, proporsional, dan berorientasi pada pencegahan serta pemulihan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alkon, C., & Schneider, A. K. (2025). Negotiating crime: Plea bargaining, problem solving, and dispute resolution in the criminal context (2nd ed.). Carolina Academic Press. https://books.google.com/books/about/Negotiating_Crime.html?id=fe4d0QEACAAJ

Buell, S. W. (2024). Corporate crime: An introduction to the law and its enforcement (4th ed.). Esplanade Press. https://scholarship.law.duke.edu/faculty_books/39/

Dervan, L. E., Covey, R. D., & Johnson, T. B. (Eds.). (2024). The cost of plea bargains: Reflections and recommendations from the ABA Plea Bargain Task Force. American Bar Association. https://www.americanbar.org/products/inv/book/440099902/

Langer, M., McConville, M., & Marsh, L. (Eds.). (2024). Research handbook on plea bargaining and criminal justice. Edward Elgar Publishing. https://doi.org/10.4337/9781802206678

Li, E., Yuan, X., & Zhang, Y. (Eds.). (2024). Criminal case dispositions through pleas in Greater China: Conception, operation and contradiction. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-981-97-1856-6

Margono, R., & Wallad, A. A. F. (2024). Plea bargaining: Implementasi dan tantangan dalam sistem peradilan pidana modern. https://ypad.store/product/plea-bargaining-implementasi-dan-tantangan-dalam-sistem-peradilan-pidana-modern/

Nicholls, C., Bacarese, A., Maton, J., Scott, R., & Hatchard, J. (2024). Corruption and misuse of public office (4th ed.). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780198907329.001.0001

Olaniyan, K. (2023). Ownership of proceeds of corruption in international law. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780192867834.001.0001

Slobogin, C. (2025). Rationalizing plea bargaining. In Rehabilitating criminal justice. Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/core/books/rehabilitating-criminal-justice/rationalizing-plea-bargaining/406544E5F97892F038162BAB777C7B68

Adebanjo, O. T., & Aluko, N. (2025). The effectiveness of plea bargaining in high-profile corruption cases in Nigeria: Analyzing sentencing trends, judicial discretion, and public perception (2010–2024). Law and Economy. https://www.paradigmpress.org/le/article/view/1543

Azryal, R. (2026). Implementasi pengakuan bersalah (plea bargaining) dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dalam tujuan pemidanaan di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(4). https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8520

Effendi, T., & Setyawan, F. (2025). Kemandirian jaksa dalam proses plea agreement di negara-negara dengan indeks persepsi korupsi rendah: Perbandingan pelaksanaan di Indonesia, Argentina dan Filipina. Inicio Legis, 6(1). https://journal.trunojoyo.ac.id/iniciolegis/article/view/30187

Helm, R. K. (2024a). The challenge of “factual hard cases” for guilty plea regimes. Modern Law Review, 87. https://doi.org/10.1111/1468-2230.12876

Helm, R. K. (2024b). The psychology of guilty plea decisions. Annual Review of Law and Social Science, 20, 183–199. https://doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-041822-032654

Illah, A. (2026). Analisis yuridis pengaturan plea bargaining dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Dinamika. https://jim.unisma.ac.id/index.php/jdh/article/view/31637

Iskandar. (2026). Dialektika efisiensi peradilan dan keadilan substantif: Tinjauan kritis implementasi “jalur khusus” (plea bargaining) dalam KUHAP baru. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4). https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.7605

Jatikusuma, R. M. A., & Nurbaedah. (2025). Plea bargaining system (kesepakatan dalam proses hukum pidana) dalam tindak pidana korupsi kecil (petty corruption). Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 14(1). https://doi.org/10.32503/mizan.v14i1.6883

Nasoetion, D. W., Soekorini, N., & Hartoyo. (2025). Plea bargaining in the 2025 Draft Indonesian Criminal Procedure Code: Legal certainty and justice. Jurnal Hukum Sehasen, 11(2). https://doi.org/10.37676/jhs.v11i2.11293

Ngilawane, C. G., Pieter, S., & Tajuddin, M. A. (2025). Plea bargaining as a reform of criminal procedural law to realize the principle of swift, simple, and low-cost justice. LUTUR Law Journal, 6(2), 174–182. https://doi.org/10.30598/lutur.v6i2.24046

Picaesa, A. D., & Abigael, F. (2026). Konstruksi normatif pengakuan bersalah dalam KUHAP terbaru: Adaptasi mekanisme common law dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Jurnal Legalitas, 4(1), 43–53. https://ojsstihpertiba.ac.id/index.php/jle/issue/view/24

Pratiwi, N. (2023). Implementasi plea bargaining system kedalam pembaharuan sistem peradilan pidana tindak pidana korupsi. Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan, 2(2), 79–86. https://doi.org/10.35912/kihan.v2i2.2269

Pridayanti, N. K., & Hermanto, B. (2026). Diskursus pengaturan plea bargain dalam kebijakan hukum acara pidana pasca KUHAP baru: Perspektif kepastian hukum. Jurnal Media Akademik, 4(5). https://doi.org/10.62281/7njtyy51

Reza, M. H. M., Ali, M., & Baidi, R. (2024). Asset confiscation in corruption cases through plea bargaining system: Should Indonesia learn from Nigeria? Contemporary Issues in Criminal Law, 1(1). https://doi.org/10.20885/CICL.vol1.iss1.art4

Syafrina, H. D., Illahi, S. S., Putra, B. P. H., & Hasnaa, N. T. (2026). Model pengaturan plea bargaining dalam pembaharuan hukum acara pidana Indonesia. Jurnal USM Law Review, 9(1), 361–380. https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.13391

Zariyanto, A. A. A., & Fathir, M. A. (2026). Plea bargaining terhadap tindak pidana korupsi: Problematika penerapan dalam perspektif teori deterrence dan tujuan pemidanaan. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 6(1). https://penerbitadm.pubmedia.id/index.php/iso/issue/view/107

Indonesia. (2025). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/337302

Indonesia. (2026). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. https://peraturan.bpk.go.id/Details/317019.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2024). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 142/PUU-XXII/2024. https://pasal.id/peraturan/putusan-mk/puu-mk-142-2024

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 213/PUU-XXIV/2026 (16 Juli 2026). https://www.mkri.id/berita/tidak-penuhi-syarat-formil%2C-permohonan-uji-kuhap-tidak-dapat-diterima-25434

Pratama, D. B. (2026, July). Jaksa tuntut tiga pemberi suap anggota DPRD NTB 1,5 tahun penjara. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/5630636/jaksa-tuntut-tiga-pemberi-suap-anggota-dprd-ntb-15-tahun-penjara

Rahmawaty, L. (2026, June). Kejagung serahkan tersangka Hery Susanto ke JPU. ANTARA. https://www.antaranews.com/berita/5599727/kejagung-serahkan-tersangka-hery-susanto-ke-jpu

Ramadhan, M. H. (2026, March 11). Mengurai hak yang dilepaskan dan kewajiban hakim dalam pengakuan bersalah. Suara BSDK. https://suarabsdk.com/mengurai-hak-yang-dilepaskan-dan-kewajiban-hakim-dalam-pengakuan-bersalah/

Downloads

Published

2026-10-14

How to Cite

Sutra Geri, Eryke, H., Dahwal, S., & Wijaya, A. (2026). Rekonstruksi Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Korupsi Pasca Berlakunya KUHP Nasional: Model Kesalahan Organisasional Terintegrasi. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(5), 3466–3481. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4110