Analisis Functional Theory dan Isu kebijakan dalam Debat Pilkada Kabupaten Pekalongan Tahun 2024

Authors

  • Luh De Rat Yuningsih Universitas Padjadjaran
  • Ikhsan Fuady Universitas Padjadjaran
  • Kunto Adi Wibowo Universitas Padjadjaran
  • Dzikrifa Ningtyas Aliifa Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4038

Keywords:

Acclaim, Attact, Debat Politik, Defense, Functional Theory

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui functional theory dalam debat pilkada Kabupaten Pekalongan Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi yang difokuskan pada distribusi fungsi acclaim, attack, dan defense, serta isu kebijakan (policy) berupa past deeds dan future plans dari masing-masing kandidat menang dan kalah, untuk memahami perbedaan strategi dalam memengaruhi opini publik. Data penelitian diperoleh dari tayangan debat Pilkada Kabupaten Pekalongan tahun 2024 yang dapat diakses secara penuh melalui kanal Youtube. Sebelum proses pengkodean, coder  melakukan uji intercoder reliability untuk meminimalkan subjektivitas dalam proses pengodean data dengan menggunakan coding book  dan instrumen berbasis web ReCal2Proses. Setelah proses pengkodean, tersisa 305 ujaran dari 332 total ujaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi acclaim merupakan fungsi yang paling sering digunakan oleh kedua kandidat (64%), diikuti fungsi attack (42%), dan defense (11%). Uji hipotesis menggunakan Chi-square mengindikasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikaan antara penggunaan fungsi wacana (acclaim, attack, defense) antara kandidat menang dan kalah dalam debat pilkada dengan nilai p= 0,545>0,05 (H1 ditolak). Sebaliknya, terdapat  perbedaan yang sangat signifikan antara kandidat 01 dan 02 dalam hal menekankan isu kebijakan selama debat pilkada berlangsung dengan nilai p= 0,001<0,05 (H2 diterima).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aliifa, D. N., Putri, W. E., & Mirawati, I. (2025). Analisis framing Semetko & Valkenburg pada media detik.com dan tempo.co terkait bencana hidrometeorologi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(1),004-119. https://doi.org/10.33822/jep.v8i1.10085

Asmuni, M. B., & Kosandi, M. (2020). Faktor politik uang dalam perilaku memilih masyarakat pada Pilkada Kabupaten Temanggung tahun 2018. Indonesian Governance Journal (Kajian Politik - Pemerintahan),3(2),71–85 . https://doi.org/10.24905/igj.v3i2.1597

Benoit, W. L., & Harthcock, A. (1999). Functions of the great debates: Acclaims, attacks, and defenses in the 1960 presidential debates. Communication Monographs, 66(4), 341–357. https://doi.org/10.1080/03637759909376477

Benoit, W. (2008). Functional theory of political campaign discourse. In Encyclopedia of U.S. campaigns, elections, and electoral behavior (pp. 260-260). SAGE Publications, Inc., https://doi.org/10.4135/9781412963886.n132

Dahl, R. A. (1971). Polyarchy: Participation and opposition. Yale University Press.

Damayanti, N. (2015). Gaya Komunikasi Jokowi pada Debat Politik Pilpres 2014. Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 14(2), 153-163. https://doi.org/10.32509/wacana.v14i2.103

Downs, A. (1957). An economic theory of political action in a democracy. Journal of Political Economy, 65(2), 135-150.

Fiorina, M. P. (1978). Economic retrospective voting in American national elections: A micro-analysis. American Journal of Political Science, 22(2), 426-443.

Fukuoka, Y. (2013). Decentralization and local democracy in Indonesia: Direct elections for local executives. Asian Journal of Political Science, 21(2), 150–170.

Marzuki, Al Abdu, T., Wantika, A., Sinaga, A. S., & Siagian, J. Y. (2025). Propaganda dalam strategi kampanye politik: Dialektika moral politik dan demokrasi substantif dalam bingkai pemilu di Indonesia. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 5(1), 125-139. https://doi.org/10.14421/egzayt94

Marzuki, Hadad, A., & Ratulangi, D. (2025). Retorika dan Teknik Debat Politik. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 560-574. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i4.5689

McNair, B. (2017). An introduction to political communication (6th ed.). Routledge.

Mulantara, M., Wibowo, K. A., Fuady, I., & Rahmawan, D. (2025). Strategic Discourse in a Non-Competitive Election Debate: Content Analysis of the 2024 West Papua Gubernatorial Campaign. Jurnal Spektrum Komunikasi (JSK), 13(3), 343-349. https://journal.stikosa-aws.ac.id/index.php/spektrum/article/view/977/490

Norris, P. (2000). A virtuous circle: Political communications in postindustrial societies. Cambridge University Press.

Perloff, R. M. (1998). Political Communication : Politics, Pers. and Public in America. Lawrence Erlbaum associates.

Riffe, D., Lacy, S., Fico, F., & Watson, B. (2019). Analyzing media messages using quantitative content analysis in research (4th ed.). Routledge.

Shanti, N. K. R. P., Fuady, I., & Wibowo, K. A. (2025). Analisis Functional Theory dan Personal Qualities dalam Debat Pilkada Kalimantan Selatan 2024. Jurnal Politik Profetik, 13(2), 136-150. https://doi.org/10.24252/profetik.v13i2a2

Sonnsjö, H, 2024. "What we talk about when we talk about electricity: A thematic analysis of recent political debates on Swedish electricity supply," Energy Policy, Elsevier, vol. 187(C). DOI: 10.1016/j.enpol.2024.114053

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-09-28

How to Cite

Luh De Rat Yuningsih, Fuady, I., Wibowo, K. A., & Aliifa, D. N. (2026). Analisis Functional Theory dan Isu kebijakan dalam Debat Pilkada Kabupaten Pekalongan Tahun 2024. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(5), 3892–3903. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4038