Analisis Nalar Generasi Zoomer Muslim Tentang Demokrasi Islami: Studi Terhadap Mahasiswa UIN-Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3587Keywords:
nalar, demokrasi, kedaulatan, rasional, relasiAbstract
Demokrasi sering dipahami sebagai salah satu jalan menuju terwujudnya masyarakat madani. Di Indonesia, konsep ini terus berkembang dan menjadi perhatian Generasi Zoomer Muslim yang hidup di tengah arus informasi digital. Dalam tradisi politik Islam, demokrasi dipahami melalui prinsip syūrā, 'adālah, amanah, kepastian hukum, dan perlindungan hak-hak masyarakat sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Penelitian ini tidak bertujuan mengukur dukungan atau penolakan mahasiswa terhadap demokrasi Islam, tetapi menganalisis pola nalar yang digunakan dalam memahami hubungan antara Islam dan demokrasi. Pendekatan yang digunakan bersifat interpretatif-konstruktif dengan memandang pemahaman demokrasi sebagai hasil konstruksi pengalaman, diskursus, dan refleksi. Penelitian juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam, rasionalitas publik, dan realitas demokrasi kontemporer sehingga pengetahuan dipahami sebagai hasil dialog antara agama, akal, dan pengalaman sosial. Objek kajian berfokus pada cara berpikir mahasiswa Gen-Z Muslim, bukan perilaku politiknya. Penelitian ini berlandaskan nilai amanah, keadilan, dan kesetaraan sebagai dasar pengembangan model nalar demokrasi Islami yang relevan bagi generasi muda. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta studi pustaka dengan teknik triangulasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konstruksi nalar demokrasi Islami di era digital.
Downloads
References
Asharudin, Ropip. (2023), “Analisis Pemikiran Jean Baudrillard tentang Simulasi dan Realitas dalam Konteks Era Digital”, dalam Gunung Djati CS, Vol.24, (Bandung: Gunung Djati Conference Series).
Asshiddiqie, Jimly. (2011), Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia (Jakarta: Sinar Grafika).
Arnett, Jeffrey Jensen. (2004), Emerging Adulthood: The Winding Road From the Late Teens Through The Twenties, (New York: Oxford University Press).
Bauman, Zygmunt. (2006), Liquid Modernity, (Cambridge: Polity Press).
Bourdieu, Pierre. ( 2010), Arena Produksi Kultural, Sebuah Kajian Sosiologi Budaya, Terj. Yudi Santoso, (Yogjakarta, Kreasi Wacana).
Creswell, Jhon W. et. al. (2018), Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Ed. 4.. (New York: Sage Publications).
Charmaz, Kathy. (2006), Constructing Grounded Theory: Practical Guide Through Qualitative Analysis, (London: Saga Publication).
Freire, Paulo. (1985), Pendidikan Kaum Tertindas, Terj. Mansour Fakih dkk, Ed. Imam Ahmad, Cet. 1, (Jakarta: LP3ES).
Guest, Greg. et. al. (2020), Applied Thematic Analysis, Ed. 2, (New York: Sage Publications).
Harahap, Mardian Idris. (2019), “Demokrasi Dalam Pandangan Nurcholish Madjid”, dalam Jurnal Al-Harakah, Vol. 3 No. 3, (Medan: Jurnal UINSU.
Harahap, Mardian Idris et.al., (2025), “Ayat-Ayat Tentang Bermusyawarah dalam Al-Qur’an (QS Ali Imran 159, QS Asy Syura 38, Al Baqarah 233)”, dalam JURNAL MUDABBIR, Vol. 5, No. 2, (Medan: Permapendis SUMUT).
Harahap, Mardian Idris. et.al. (2023), “Musyawarah dalam Al-Qur’an Perspektif Muffassir Nusantara (Quraish Shihab dan Hasbi Ash-Shiddieqy)”, dalam JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), Vol. 8, No.3, (Padang: IICET).
Harahap, Syahrin. (2002), Metodologi Studi & Penelitian Ilmu-Ilmu Ushuluddin, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada).
Harahap, Syahrin. et. al. (2019),Wahdatul ‘Ulūm: Paradigma Pengembangan Keilmuan dan Karakter Lulusan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, (Medan: IAIN Press).
Hariyanto. (2024). “Alienasi Digital Di Indonesia: Analisa Pemikiran Karl Marx Dan Dampak Sosial Media Terhadap Alienasi Manusia”, dalam Socius, Vol.1, No.7, (Jakarta: Yayasan Daarul Huda).
Heriyanto. (2018), “Thematic Analysis sebagai Metode Menganalisa Data untuk Penelitian Kualitatif”, dalam Anuva, Vol. 2, No. 3, (Semarang, E-Journal Undip).
Hidayat, Komaruddin. (2015), Psikologi Beragama, (Jakarta: Mizan).
Junaidi. et. al. (2026), “Fenomena Fomo dan Perilaku Konsumtif Generasi Z Perspektif Tafsir Misbah”, dalam ALWATZIKHOEBILLAH, Vol. 12, No. 1, (Sambas: Journal IAISAMBAS).
Kasali, Rhenald. (2017), Disruption: Tak Ada Yang Tak Bisa Diubah Sebelum Dihadapi, Motivasi Saja Tidak Cukup, Cet.13, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama).
Kvale, Steinar. et. al. (2009), InterViews: Learning the Craft of Qualitative Research Interviewing, Ed.2, (California: Sage Publications).
Lincoln, Yvonna S. et. al. (1985), Naturalistic Inqury, (California: Sage Publication).
Maxwell, Joseph. A. (2005), Qualitative Research Design: An Interactive Approach, Ed. 2, (California: Sage Publications).
Patton, Michael Quinn. (2015), Qualitative Research & Evaluation Methods, Ed. 3, (New York: Sage Publications).
Shihab, M. Quraish. (1992), Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. (Bandung: Mizan).
al-Shatibi, Ibrahim ibn Musa Abu Ishaq. (2012), The Reconciliation of The Fundamentals of Islamic Law, Vol.1, Terj. Imran Ahsan Khan Nyazee, (Berkshire: Garnet Publishing).
Wijoyo, Hadion. et.al. (2020), Generasi Z & Revolusi Industri 4.0., Cet.1, (Banyumas: Pena Persada).
Kuesioner: Penelitian Literasi Mahasiswa Gen-Z tentang Demokrasi Islami di UIN-Sumatera Utara, 2026.
Field Note Observasi dan Diskusi: Penelitian Literasi Mahasiswa Gen-Z tentang Demokrasi Islami di UIN-Sumatera Utara, 2026.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 T. Rubby Irfansyah, Mardian Idris Harahap, Junaidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








