Sinergitas Stakeholders di Laut dalam Rangka Menjaga Keamanan Nasional

Authors

  • Rommy Hutagaol Universitas Pertahanan

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3426

Keywords:

Keamanan Laut, Regulasi Keamanan Laut, Stakeholder di laut, Keamanan Nasional

Abstract

Keamanan laut (Kamla) merupakan serangkaian peristiwa yang berkaitan dengan berbagai aktifitas di laut untuk berbagai kepentingan, baik itu sebagai sarana yang digunakan untuk transportasi maupun berkegiatan. Pelanggaran terhadap Kamla senantiasa terjadi akibat dari pengawasan yang terbatas dihadapkan pada luasnya perairan yang digunakan sebagai media untuk beraktifitas ilegal dan perbedaan aturan oleh negara-negara yang berkepentingan di laut. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dan koordinasi antar stakeholder Indonesia di laut dan permasalahan yang dihadapi. Metode yang digunakan berupa analisis data pelanggaran Kamla, wawancara dengan pemangku kepentingan di laut, diskusi pendalaman dengan narasumber, pengamatan di lapangan, dan quisioner ke berbagai partisipan yang terintegrasi dengan laut. Hasil menujukkan bahwa terjadinya peningkatan pelanggaran Kamla disebabkan oleh tidak terkoordinirnya para stakeholder di laut dalam menjalankan operasi keamanan di laut. Selain itu, kurangnya kehadiran kapal-kapal negara di laut akibat dari jumlah kapal operasional dan BBM yang terbatas serta sumber daya manusia (SDM) yang mengawaki operasi Kamla tidak memiliki pendidikan khusus. Temuan ini menekankan perlunya sinergitas stakeholder di laut khususnya dalam menerapkan regulasi yang sudah ada. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun Keamanan Nasional yang komprehensif guna menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Husein, F. K., Nandita, A. K., Chrisanto, C., & Rachmawati, R. N. (2023). Conceptual model measurement of Total People’s Defense and Security System readiness based on land defense. Jurnal Pertahanan: Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity, Vol. 9 (2), 226–242. https://doi.org/10.33172/jp.v9i2.8712.

ANTARA News, (2025). Bea Cukai cegah penyelundupan narkoba 6,4 ton selama 2025, ANTARA News (27 Mei 2025). https://www.antaranews.com/berita/4860509/bea-cukai-cegah-penyelundupan-narkoba-64-ton-selama-2025.

ANTARA News. (2025). Sepanjang 2025, 41 Kapal Pelaku Illegal Fishing Diamankan KKP di Perairan Kepri, ANTARA News (6 Nov 2025). https://www.detik.com/sumut/hukum-dan-kriminal/d-8197450/sepanjang-2025-41-kapal-pelaku-illegal-fishing-diamankan-kkp-di-perairan-kepri.

Anwar, S. (2025). Membangun keamanan maritim Indonesia dalam analisa kepentingan, ancaman, dan kekuatan laut. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara. Universitas Pertahanan. Vol. 6 (3). https://jurnal.idu.ac.id/index.php/JPBH/article/view/315/190.

Arif, W., & Yanto, A. (2025). Konsep makna keamanan maritim. Jurnal Maritim Indonesia. TNI AL, Vol. 10 (3). https://doi.org/10.52307/jmi.v10i3.125.

Bateman, S., & Bergin, A. (2011). Maritime security. Contemporary Southeast Asia, 31(1), 63–87. https://doi.org/10.1355/CS31-1D.

Bueger, C. (2015). What is maritime security? Marine Policy, 53, 159–164.

https://doi.org/10.1016/j.marpol.2014.12.005.

Calvão, F., et al. (2021). Extractive industries and human security: An overview. The Extractive Industries and Society, Vol. 8 (4), Article 101007. https://doi.org/10.1016/j.exis.2021.101007.

Detik, (2025). TNI AL Tangkap Kapal Bawa 1,9 Ton Narkoba di Perairan Kepri, Ada Sabu dan Kokain (16 Mei 2025), detik.com. https://www.detik.com/sumut/hukum-dan-kriminal/d-7917103/tni-al-tangkap-kapal-bawa-1-9-ton-narkoba-di-perairan-kepri-ada-sabu-dan-kokain.

Germond, B. (2015). The geopolitical dimension of maritime security. Marine Policy, 54, 137–142. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2014.12.013.

Hodický, J., et al. (2020). Computer assisted wargame for military capability-based planning. Entropy, Vol. 22 (8), 861. https://doi.org/10.3390/e22080861.

Ilyansyah. (2024). Penerapan Sea Power Alfred Thayer Mahan dalam menghadapi ancaman laut yurisdiksi Indonesia. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11(10), 3960-3974. https://doi.org/10.31604/jips.v11i10.2024.3960-3974.

Klein, N. (2011). Maritime security and the law of the sea. Oxford: Oxford University Press.

Kurniawan, R., et al. (2023). Marine crime in Indonesia: A spatio-temporal assessment of emerging trends and hotspots. International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences. https://doi.org/10.30536/ijreses.v21i2.7089.

Kraska, J. (2011). Maritime power and the law of the sea. Oxford: Oxford University Press.

Kwartama, A., & Ndori, A. (2025). Pengaruh perang dagang global pada jaringan transportasi laut dan logistik dalam perdagangan internasional. (Jurnal Marine Inside, Vol. 7 (1), 114–123). https://doi.org/10.62391/ejmi.v7i1.114.

Li, K. X., Wang, H., Yang, Y., & Li, M. (2024). Resilience in maritime logistics: Theoretical framework, research methodology, and indicator system. Ocean & Coastal Management, 259. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2024.107465.

Lindqvist, R., et al. (2024). The deterrence effect of criminal sanctions against environmental crime in Finland: an application of the rational choice model of crime. European Journal of Law and Economics, Vol. 58 (2), 175–200. https://doi.org/10.1007/s10657-024-09818-8.

Perkovič, M., et al. (2024). Maritime security and risk assessments. Journal of Marine Science and Engineering, Vol. 12 (6), 988. https://doi.org/10.3390/jmse12060988.

Prabawaningtyas, S. (2014). Maritime Security and The Law of the Sea. Global South Review, 1(2). Universitas Gadjah Mada, Vol. 1 (2). https://doi.org/10.22146/globalsouth.28840.Setiawan, A., et al. (2025). Penelitian metode campuran (mixed method). Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, Vol. 5 (2), 1484–1491. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1263.

Smith, C., & Edmunds, T. (2017). Beyond seablindness: A new agenda for maritime security studies. International Affairs, 93(6), 1293-1311.

Soebijanto, S. (2016). Kekuatan maritim sebagai salah satu pilihan pembangunan ketahanan nasional bangsa. Jurnal Ketahanan Nasional. UGM, Vol. 9 (2). https://doi.org/10.22146/jkn.22150.

Soemarmi, A., et al. (2019). Konsep negara kepulauan dalam upaya perlindungan wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, Vol. 48 (3), 241–248. https://doi.org/10.14710/mmh.48.3.2019.241-248.

Sondakh, J. D. N., et al. (2025). Strengthening maritime security governance in Indonesia: A policy transformation of Bakamla toward a sea and coast guard model. Social Science and Humanities Journal, Vol. 9 (11), 9469–9475. https://doi.org/10.18535/sshj.v9i11.2112.

Stępień, B. (2025). Law enforcement in autonomous shipping: Rethinking jurisdictional challenges under UNCLOS. International and Comparative Law Quarterly, Vol. 74 (Suppl. S1), 47–62. https://doi.org/10.1017/S0020589325101103.

Syam, F., Rosmalinda, & Ekawati, D. (2022). Pandangan UNCLOS 1982 terhadap kepentingan militer di ALKI. Neoclassical Legal Review: Journal of Law and Contemporary Issues, 1(1), 34–55. https://doi.org/10.32734/nlr.v1i1.9599.

Till, G. (2018). Seapower: A guide for the twenty-first century (4th ed.). London: Routledge.

Tjahyadi, I. et al., (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori dan Praktik). Repository UPM, CV Saba Jaya Publisher, Karawang.

Downloads

Published

2026-08-21

How to Cite

Rommy Hutagaol. (2026). Sinergitas Stakeholders di Laut dalam Rangka Menjaga Keamanan Nasional. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(4), 2271 –. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3426