Perkembangan Asas Keamanan & Keselamatan Konsumen: Tinjauan Harmonisasi Batas Cemaran Kosmetik Berdasarkan ASEAN Mutual Recognition Arrangement

Authors

  • Latifatur Rokhmah Adhami Airlangga University

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3131

Keywords:

Consumer Protection, Cosmetics, Contaminant Limits, ASEAN, BPOM, Legal Harmonization

Abstract

The rising circulation of cosmetics containing hazardous and/or prohibited ingredients indicates persistent weaknesses in business operators' compliance with product safety standards, thereby posing a potential threat to consumer health. This situation has prompted a regulatory update via BPOM Regulation Number 16 of 2024, serving to harmonize Indonesian regulations with the Agreement on the ASEAN Harmonized Cosmetic Regulatory Scheme (AHCRS), particularly regarding the establishment of limits for cosmetic contaminants. This study aims to analyze the evolution of consumer safety principles through the harmonization of cosmetic contaminant limits in Indonesia, as well as the implications for consumer protection and business operator liability. The research employs a normative legal research method, utilizing both the statute approach and the conceptual approach. The findings indicate that harmonizing cosmetic contaminant limits with ASEAN standards strengthens legal protection for consumers by elevating product safety standards and enhancing requirements for cosmetic notification, labeling, and BPOM supervision. Consumer safety principles are implemented through the application of strict liability to business operators who manufacture or distribute cosmetics failing to meet safety requirements, accompanied by administrative, civil, and criminal sanctions in accordance with statutory regulations. Furthermore, consumers may resolve disputes through litigation or non-litigation mechanisms to obtain compensation. Thus, the harmonization of cosmetic regulations not only supports trade integration within the ASEAN region but also strengthens the consumer protection system in Indonesia by enhancing product safety standards, legal certainty, and business operator accountability.

Downloads

Download data is not yet available.

References

(ATSDR), A. for T. S. and D. R. (2012). Toxicological profile for 1,4 Dioxane. U.S. Department of Health and Human Services.

Adev. (2024). Mengenal Niacinamide dalam Pembuatan Kosmetik. https://adev.co.id/panduan/niacinamide/

Annex B ASEAN Cosmetic Method No. ACM 011 tentang Determination of 1,4-Dioxane in Cosmetic Products by Gas Chromatography Mass Spectrometry Head Space Sampler (GC-MS/HSS) (2023).

Ariadi, B. S., Chumaida, Z. V., & Usanti, T. P. (2021). Pola Penyeleseian Sengketa Konsumen Pada Transaksi Elektronik. Lex Journal : Kajian Hukum & Keadilan, 5(1).

Chirathivat, S., Pachusanond, C., & Wongboonsin, P. (1999). No Title. ASEAN Economic Bulletin, 16(1). https://www.jstor.org/stable/25773558

Destriati, E., Marpaung, M. A., & Karnadi, I. (2020). Identifikasi Kandungan Logam Merkuri dalam Kosmetik Menggunakan Teknik Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS). Prosiding Seminar Nasional Fisika, IX. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/03.SNF2020

Endipradja, F. T. (2016). Hukum Perlindungan Konsumen (Filosofi Perlindungan Konsumen dalam Perspektif Politik Hukum Negara Kesejahteraan). Setara Press.

Fauzi, A., & Koto, I. (2022). Perlindungan Hukum Bagi Konsumen yang Telah Dilanggar Haknya Melalui Jalur Litgasi dan Nonlitigasi. Jurnal Yuridis, 9(1).

Fibrianti, N. (2023). Konsumen Indonesia: Dilindungi dan Melindungi. Jurnal Hukum Progresif, 11(1).

Jaang, S. (2023). Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Berdasarkan Prinsip Keadilan. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 02(05). https://wnj.westscience-press.com/index.php/jhhws/index

Kurniawan, I. G. A., Samsithawrati, P. A., & Lulo, L. D. D. M. (2023). Eksistensi Sanksi Administratif Bisnis Digital Dalam Perspektif Economic Analysis of Law. Jurnal Ius Constituendum, 8(1). https://doi.org/10.26623/jic.v8i1.6281

Lubis, A. R., & Tarina, D. Y. Y. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Akibat Mengkonsumsi Obat Sirup yang Merusak Kesehatan. Jurnal USM Law Review, 6(3).

Makanan, B. P. O. dan. (2022a). Metode Analisis Indonesia, Penetapan Kadar 1,4-Dioksan Dalam Produk Kosmetik Menuju ASEAN Cosmetic Method ACM. Badan POM. https://www.pom.go.id/berita/metode-analisis-indonesia-enetapan-kadar-1-4-dioksan-dalam-produk-kosmetik-menuju-asean-cosmetic-method-acm

Makanan, B. P. O. dan. (2022b). Siaran Pers Nomor PR.02.04.1.4.10.22.168 Tanggal 4 Oktober 2022 tentang Kosmetika Mengandung Bahan Dilarang/Bahan Berbahaya Hasil Pengawasan Badan POM Oktober 2021-Agustus 2022. https://www.pom.go.id/siaran-pers/

Makanan, B. P. O. dan. (2023). Siaran Pers Nomor HM.01.1.2.12.23.50 Tanggal 8 Desember 2023 tentang Temuan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Mengandung BKO serta Kosmetik Mengandung Bahan Dilarang/Berbahaya Tahun 2023. https://www.pom.go.id/siaran-pers/

Makanan, B. P. O. dan. (2024a). Siaran Pers Nomor HM.01.1.1.12.24.99 Tanggal 3 Desember 2024 tentang Kepala BPOM Taruna Ikrar Rilis Daftar Kosmetik yang Dinyatakan Mengandung Bahan Dilarang atau Berbahaya di Peredaran, termasuk di Media Online Periode November 2023 s.d. Oktober 2024. Badan POM. https://www.pom.go.id/siaran-pers/

Makanan, B. P. O. dan. (2024b). Siaran Pers Nomor HM.01.1.2.10.24.79 Tanggal 25 Oktober 2024 tentang BPOM Tetapkan Perubahan Batas Cemaran dalam Kosmetika. Badan POM. https://www.pom.go.id/siaran-pers/

Makanan, B. P. O. dan. (2026). Siaran Pers Nomor HM.01.2.1.04.26.153 Tanggal 29 April 2026 Tentang BPOM Tindak 11 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya dan Bahan Dilarang pada Triwulan Pertama 2026. Badan POM.

Makanan, P. D. dan I. O. dan. (n.d.). Harmonisasi ASEAN di Bidang Kosmetik. Badan POM. Diambil 10 Januari 2025, dari https://www.pom.go.id/berita/harmonisasi-asean-di-bidang-kosmetik

Marzuki, P. M. (2008). Pengantar Ilmu Hukum. Kencana.

Miru, A. (2017). Prinsip-Prinsip Perlindungan Hukum Bagi Konsumen di Indonesia. Rajawali Pers.

Nasution, A. Z. (1994). Konsumen dan Hukum. Pustaka Sinar Harapan.

Nitisusastro, M. (2012). Perilaku Konsumen dalam Perspektif Kewirausahaan. Alfabeta.

Nur, Y. H., & Prabowo, D. W. (2011). Penerapan Prinsip Tanggung Jawab Mutlak (Strict Liability) dalam Rangka Perlindungan Konsumen. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 5(2), 177–195.

Nurgiyanti, T., & Fithriya, D. N. L. (2019). Peran Indonesia dalam Meningkatkan Daya Saing Produk Kosmetik di Pasar Asean Melalui E-Commerce. Nation State: Journal of Internartional Studies, 2(2). https://doi.org/10.24076/NSJIS.2019v2i2.165

Putra, C. A. G., Budhiartha, I. N. P., & Ujianti, N. M. P. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dalam Perspektif Kesadaran Hukum Masyarakat. Jurnal Analogi Hukum, 5(1).

Putra, I. P. R. A. (2016). Transplantasi Common Law System ke dalam Penyelesaian Sengketa Konsumen. Jurnal Hukum Acara Perdata, 2(2).

Putri, E. O., & Reykasari, Y. (2023). Perlindungan Konsumen Terhadap Peredaran Produk Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya yang Merugikan Konsumen (Studi Analisis Produk Kosmetik Temulawak New Day & Night Cream Beauty Whitening). Indonesian Journal of Law and Justice, 1(2). https://journal.pubmedia.id/index.php/lawjustice

Ranto, R. (2019). Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dalam Transaksi Jual Beli Melalui Media Elektronik. Jurnal Hukum Alethea, 2(2).

Rosmawati. (2018). Pokok-Pokok Hukum Perlindungan Konsumen. Kencana.

Safitri, & Adam, R. C. (2023). Penyelesaian Sengketa Konsumen: Bentuk Implementasi Perlindungan Konsumen di Indonesia. Jurnal Kertha Semaya, 11(8).

Shidarta. (2004). Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. PT. Grasindo.

Singapore, G. of. (2024). ASEAN Free Trade Area (AFTA). Enterprise Singapore. https://www.enterprisesg.gov.sg/Grow-Your-Business/go-global/international-agreements/free-trade-agreements/find-an-fta/AFTA

Tan, J. L. H. (1996). AFTA in the Changing International Economy. In Institute of Southeast Asian.

Wulandari, A. S. R., & Tadjuddin, N. (2018). Hukum Perlindungan Konsumen. Mitra Wacana Media.

Zhou, W. (2019). The Determination of 1,4-Dioxane in Cosmetic Products by Gas Chromatography with Tandem Mass Spectrometry. Journal of Chromatography, 1607. https://doi.org/10.1016/j.chroma.2019.460400

Zubaedah, R., & Hilmi, I. L. (2018). Peran Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Bandung dalam Pencegahan dan Penindakan Peredaran Kosmetik yang Mengandung Bahan Berbabahaya dalam Upaya Memberikan Perlindungan Kepada Konsumen di Kota Padang. Jurnal Hukum Positum, 3(2).

Downloads

Published

2026-08-05

How to Cite

Latifatur Rokhmah Adhami. (2026). Perkembangan Asas Keamanan & Keselamatan Konsumen: Tinjauan Harmonisasi Batas Cemaran Kosmetik Berdasarkan ASEAN Mutual Recognition Arrangement. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(4), 1559–1574. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.3131