Strategi Diplomasi Budaya Indonesia melalui MACFest 2023 sebagai Upaya Menangkal Internasionalisasi Isu Papua di Vanuatu

Authors

  • Avenia Meriska Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana
  • Indra Wisnu Wibisono Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana
  • Roberto Octavianus Cornelis Seba Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.2831

Keywords:

Diplomasi Budaya, Soft Power, MACFest 2023, Papua, Vanuatu, Nation Branding

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi budaya Indonesia melalui Melanesian Arts and Culture Festival (MACFest) 2023 di Vanuatu sebagai upaya menangkal internasionalisasi isu Papua di kawasan Pasifik. Internasionalisasi isu Papua menjadi tantangan diplomatik bagi Indonesia karena terus memperoleh perhatian dan dukungan dari beberapa negara Pasifik, khususnya Vanuatu, dalam berbagai forum internasional. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia memanfaatkan diplomasi budaya sebagai instrumen soft power guna membangun citra positif, memperkuat hubungan dengan negara-negara Melanesia, dan menyampaikan narasi alternatif mengenai Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, laporan resmi, dan publikasi terkait MACFest 2023. Analisis penelitian menggunakan konsep diplomasi budaya, nation branding, dan teori soft power Joseph S. Nye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi Indonesia dalam MACFest 2023 menjadi sarana strategis untuk menampilkan identitas Melanesia Indonesia melalui pertunjukan seni, pameran budaya, dan interaksi antarmasyarakat. Strategi tersebut berkontribusi dalam membangun persepsi positif terhadap Indonesia, memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik, serta mendukung upaya meredam internasionalisasi isu Papua melalui pendekatan yang persuasif dan non-koersif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anholt, S. (2007). Competitive Identity: The New Brand Management for Nations, Cities and Regions. Palgrave Macmillan.

Ang, I., Isar, Y. R., & Mar, P. (Eds.). (2016). Cultural Diplomacy: Beyond the National Interest? Routledge.

Cull, N. J. (2009). Public Diplomacy: Lessons from the Past. Figueroa Press.

Cummings, M. C. (2003). Cultural Diplomacy and the United States Government: A Survey. Center for Arts and Culture.

Nye, J. S. (2004). Soft Power: The Means to Success in World Politics. PublicAffairs

Wendt, A. (1992). Social Theory of International Politics. Cambridge University Press.

Hamidi. (2007). Metode penelitian kualitatif: Pendekatan praktis. UMM Press.

Creswell, J. W. (2016). Hal. 9 Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Edisi ke-4). Pustaka Pelajar.

Ihalauw, J. J. O. I. (2003). Bangunan teori (hal. 174–178). Kristiani University (UKSW).

Dewanti, A. A. (2025). Kebijakan luar negeri Vanuatu dalam internasionalisasi isu HAM di Papua dalam Dewan Majelis PBB pada tahun 2016-2021. Global Insights Journal, 2(1). https://journal.umy.ac.id/index.php/jhi/article/view/12194

Herindrasti, S., Fernando, J., & Hop, T. M. (2025). Pacific Elevation: Indonesia’s vision for strategic engagement and regional diplomacy. Jurnal Asia Pacific Studies, 9(1), 98–131. https://doi.org/10.33541/japs.v9i1.7146.

https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/34306

Mbira, C. (2023). The role of cultural diplomacy in strengthening soft power among emerging economies. American Journal of International Relations, 8(3), 45–58. https://ajpojournals.org/journals/AJIR/article/view/2464

Kevin. (2020). Analisis strategi pemerintah Indonesia terhadap intervensi Vanuatu dalam konflik Papua

Barat melalui Melanesian Spearhead Group (MSG) Skripsi, Universitas Pasundan. Repository Universitas Pasundan. https://id.scribd.com/document/906486382/SKRIPSI-KEVIN-Analisis-Strategi-Pemerintah-Indonesia-Terhadap-Intervensi-Vanuatu-Dalam-Konflik-Papua-Barat-Melalui-Melanesian-Spearhead-Group-MSG

Nuaba, I. K. A. (2025). Indonesia’s soft power diplomacy agenda in supporting national interests. Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional, 8(1), 1–22. https://ejournal.upnvj.ac.id/JM/article/view/10799

Elmslie, J., & Webb-Gannon, C. (2013). A slow-motion genocide: Indonesian rule in West Papua. Griffith Journal of Law & Human Dignity, 1(2), 142–166. https://ro.uow.edu.au/sspapers/4021

Wardhani, B. L. S. W. (2023). From Jakarta to Oceania: Indonesia’s cultural diplomacy with the South Pacific. Universitas Airlangga. Retrieved from https://repository.unair.ac.id/133376/1/From%20Jakarta%20to%20Oceania%20Indonesia%E2%80%99s%20Cultural%20Diplomacy%20with%20the%20South%20Pacific.pdf

Farizal, F. (2023). Diplomasi Kebudayaan Indonesia Dalam Melanesian Spearhead Group (MSG) Melalui Penyelenggaraan Melanesian Arts And Cultural Festival Periode 2015–2018 (Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Repository. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/75452 Soesilowati, S. (2015). Diplomasi soft power Indonesia melalui atase pendidikan dan kebudayaan. Jurnal Global Strategis, 9(2), 293–308. https://e-journal.unair.ac.id/JGS/article/view/6915

Ulyana, Y. A. (2022). The role of cultural diplomacy: Indonesia–Malaysia relations. Asian People Journal (APJ), 5(2). https://journal.unisza.edu.my/apj/index.php/apj/article/view/43

Wulandari, T. (2022). Diplomasi budaya Indonesia dalam memperkuat hubungan dengan negara Melanesia. Jurnal Hubungan Internasional dan Diplomasi, 4(1), 14–28.

Yani, Y. M., & Lusiana, E. (2023). Soft power dan soft diplomacy. Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam, 14(2). https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/TAPIs/article/view/3165

Zaelani, R. A. F., & Sahide, A. (2022). Promoting a better image through culture: The case of Turkey’s cultural diplomacy towards Indonesia. Journal of Islamic World and Politics, 5(2). https://journal.umy.ac.id/index.php/jiwp/article/view/10890

Zulkarnain, M., & Ratri, N. (2023). Soft power and the projection of Indonesia’s foreign policy in the Pacific. Jurnal Kajian Wilayah Global, 6(1), 77–90.

Anwar, D. F. (2010). Indonesia’s foreign policy: A quest for identity. Southeast Asian Affairs, 2010(1), 121–141. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2023). Partisipasi Indonesia dalam Melanesian Arts and Culture Festival (MACFest) di Vanuatu. Siaran Pers Resmi, Direktorat Asia Pasifik dan Afrika.

UNESCO. (2022). Culture for Sustainable Development: Cultural Diplomacy and Soft Power in the Asia-Pacific Region. Paris: UNESCO Publishing.

Sekretariat Melanesian Spearhead Group. (2023). Official Report on the 7th Melanesian Arts and Culture Festival (MACFest) in Vanuatu. Port Vila: MSG Secretariat.

Dinnie, K. (2015). Nation Branding: Concepts, Issues, Practice (2nd ed.). Routledge.

Aronczyk, M. (2013). Branding the Nation: The Global Business of National Identity. Oxford University Press.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Indonesia 2021. Badan Pusat Statistik. https://bps.go.id/publication/2021/02/26/32c74c6ae662d9b6b95be4a6/statistik-indonesia-2021.htm

Bali Puspa News. (2023). Hadirnya artis dan seniman Papua dan NTT di MACFest 2023 Vanuatu tingkatkan citra positif Indonesia. https://www.balipuspanews.com/hadirnya-artis-dan-seniman-papua-dan-ntt-di-macfest-2023-vanuatu-tingkatkan-citra-positif-indonesia.html

Databoks. (2020). Indonesia–Vanuatu trade deficit widens in 2020. Katadata. https://databoks.katadata.co.id/en/trade/statistics/bfd17b8e09b6139/indonesia-vanuatu-trade-deficit-widens-in-2020

Tempo. (2023). Kemendikbudristek sebut Indonesia akan hadiri festival budaya Melanesia di Vanuatu. https://www.tempo.co/politik/kemendikbudristek-sebut-indonesia-akan-hadiri-festival-budaya-melanesia-di-vanuatu-163273

Dokumen/Jurnal:

Pugu, M. R. (2024). Indonesian cultural diplomacy towards Vanuatu: Review of the 7th Melanesian Arts and Festival (MacFest) 2023 in Port Vila Vanuatu. Evolutionary Studies in Imaginative Culture, 8(1), 351–360.

Universitas Islam Indonesia. (2021). Diplomasi budaya Indonesia dalam hubungan dengan negara-negara Pasifik Selatan (Skripsi). Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/34037/14323091%20Alfiah%20Noor%20Rochmiati.pdf

Universitas Bina Nusantara. (2020). Konflik Papua: Pemerintah perlu mengubah pendekatan keamanan dengan pendekatan humanis. https://ir.binus.ac.id/2020/10/05/konflik-papua-pemerintah-perlu-mengubah-pendekatan-keamanan-dengan-pendekatan-humanis/

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. (2024). Laporan kinerja tahunan KBRI Canberra 2024. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. https://kemlu.go.id/files/repositori/72974/173880774167a419bdd2c77_LAPORAN_KINERJA_TAHUNAN_KBRI_CANBERRA_2024.pdf

Farizal, F. (2023). Diplomasi kebudayaan Indonesia dalam Melanesian Spearhead Group (MSG) melalui penyelenggaraan Melanesian Arts and Cultural Festival periode 2015–2018 (Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. https://www.repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/75452

Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2024). Tingkatkan kerja sama bilateral Indonesia–Vanuatu. Sekretariat Negara Republik Indonesia. https://www.setneg.go.id/baca/index/tingkatkan_kerja_sama_bilateral_indonesia_vanuatu

Universitas Sam Ratulangi. (2023). Tinjauan hukum internasional terhadap dukungan Vanuatu atas gerakan Papua Merdeka. Lex Privatum.

Buku:

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku putih pertahanan Indonesia. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2022/08/BUKU-PUTIH.pdf

Kedutaan Besar Republik Indonesia Canberra. (2024). Laporan kinerja tahunan KBRI Canberra 2024. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. https://kemlu.go.id/files/repositori/72974/173880774167a419bdd2c77_LAPORAN_KINERJA_TAHUNAN_KBRI_CANBERRA_2024.pdf

Downloads

Published

2026-08-28

How to Cite

Avenia Meriska, Indra Wisnu Wibisono, & Roberto Octavianus Cornelis Seba. (2026). Strategi Diplomasi Budaya Indonesia melalui MACFest 2023 sebagai Upaya Menangkal Internasionalisasi Isu Papua di Vanuatu. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(4), 2718–2734. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.2831