Collaborative Governance dalam Pengelolaan Ruang Publik Perkotaan: Studi Kemitraan Pemerintah dan Swasta pada Taman Kiara Artha Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i4.2769Keywords:
Collaborative Governance, Ruang Publik Perkotaan, Taman Kiara Artha, PPP/KPBU, Kota BandungAbstract
Ruang publik perkotaan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas sosial masyarakat, namun keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktor non-pemerintah dalam pengelolaannya. Salah satu bentuknya dapat dilihat pada pengelolaan Taman Kiara Artha Kota Bandung yang melibatkan Pemerintah Kota Bandung, PT Bandung Infra Investama (BII), dan PT Megachandra Purabuana. Penelitian ini bertujuan menganalisis collaborative governance dalam pengelolaan Taman Kiara Artha, mengidentifikasi bentuk kemitraan antaraktor, serta menganalisis implikasinya terhadap fungsi ruang publik perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi dan analisis data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, regulasi, laporan kelembagaan, publikasi resmi, dan berbagai dokumen terkait pengelolaan kawasan. Analisis dilakukan menggunakan model collaborative governance Ansell dan Gash yang meliputi face-to-face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Taman Kiara Artha dilaksanakan melalui pola kolaborasi yang ditandai oleh komunikasi antaraktor, hubungan kepercayaan yang berkelanjutan, komitmen kerja sama jangka panjang, serta kesepahaman mengenai pengelolaan kawasan. Kolaborasi tersebut menghasilkan berbagai capaian, antara lain berkembangnya kawasan ruang publik multifungsi yang mengintegrasikan fungsi sosial, rekreasi, wisata, dan ekonomi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance tidak hanya mendukung keberlanjutan pengelolaan ruang publik, tetapi juga mendorong berkembangnya ruang publik yang mengintegrasikan fungsi sosial, rekreasi, wisata, dan ekonomi dalam satu kawasan perkotaan.
Downloads
References
AG Network. (2022). Kiara Artha Park. Artha Graha Network.
Ahad, M. P. Y., & Barsei, A. N. (2023). Collaborative Governance Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik: Best Pratice Dari Pemerintah Daerah Di Indonesia Timur. Jurnal Transformasi Administrasi, 13(1), 52–74.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Ariesmansyah, A., R. Hari Busthomi Ariffin, & Luthfi Ardhia Respati. (2023). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Desa Wisata. Jurnal El-Riyasah, 14(1), 7. https://doi.org/10.31258/jkp.11.1.p.7-12
Arif Kurniawan, I., Widianingsih, I., Ningrum Wiradinata, S., & Jaja Raharja, S. (2022). Collaborative Governance Dalam Pengembangan Kampung Wisata Dalam Mengatasi Persoalan Kumuh Di Kota Tangerang. Aliansi: Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional, 2021(September), 105–113.
Arofah, F. N. (2022). Collaborative Governance dalam Upaya Penyelenggaraan Kota Layak Anak di Kota Madiun. Universitas Sebelas Maret, 3, 217–235. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/85457/
Asian Development Bank. (2020). Public Private Monitor Public Private Monitor Indonesia (Number December). Asian Development Bank. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22617/SGP210069-2
Bahri, C. Y., & Relanda. (2024). Manfaat Pengembangan Pariwisata Kiara Artha Park Terhadap Kehidupan Masyarakat Sekitar. Jurnal Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan, 2(3), 115–124. https://doi.org/10.59581/jmpp-widyakarya.v2i3.3512
Bandung Infra Investama. (2022). Detail Proyek. Bandung Infra Investama. https://www.bandunginfra.co.id/detail-proyek/proyek-kawasan-kiara-artha-park
Bappenas. (2024). Pendanaan Alternatif - Buku Saku. Direktorat Pembangunan Daerah
BAPPENAS RI. (2020). Rencana PembangunanJangka Menengah Nasional(RPJMN) 2020-2024. In National Mid-Term Development Plan 2020-2024. Perpustakaan Bappenas
BPK RI. (2015). Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 38 Tahun 2015 Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/41764/perpres-no-38-tahun-2015
BPK RI. (2025). Undang-undang (UU) No. 26 Tahun 2007 Penataan Ruang. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/details/39908/uu-no-26-tahun-2007
Bryman, A., & Bell, E. A. (2019). Social Research Methods. Oxford University Press. https://books.google.co.id/books?id=fKxquwEACAAJ
Carr, S., Francis, M., Rivlin, L. G., & Stone, A. M. (1992). Public spacces. Cambridge University Press, 15(2), 1–23.
Collins, J. S. (2025). Optimalisasi Skema Public-Private Partnership Guna Mewujudkan Kemandirian Keuangan Daerah. Jurnal Suara Keadilan, 26(1), 35–52. https://doi.org/10.24176/sk.v26i1.14757
DPKP3 Kota Bandung. (2026). Ada apa dengan Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung? Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kota Bandung. https://www.rth.bandung.go.id/
Fajar, A. A. D., Gilang Pratama Putra, & Neni Rohaeni. (2025). Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Pengunjung di Kiara Artha Park Bandung. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 7, 129–141. https://doi.org/10.47476/reslaj.v7i1.5024
Fitri, T. N., M. Fachri Adnan, & Syamsir. (2021). IMPLEMENTASI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI INDONESIA. Ensiklopedia of Journal, 3(5), 90–97.
Fitriyani, A. E., Retno Sunu Astuti, & Yuliana Kristanto. (2021). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA MAGELANG. Journal of Management and Public Policy, 10(3).
Gehl, J. (2013). Cities for people. Island press.
Hapsari, S., Rini, E. F., & Rahayu, M. J. (2023). Efektivitas Taman Kota Madiun dalam Memenuhi Kebutuhan Ruang Publik dari Perspektif Pengunjung. Desa-Kota, 5(1), 15. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v5i1.64554.15-34
Ilmi, I. N., Hani, L., & Wardi, S. (2025). Peran dan Kesesuaian Fungsi Taman Kota The Role and Suistanability of Urban Park Functions. UPSCALES JOURNAL, 02(02).
Kaban, F. H., Ramdani, D., Pariwisata, J., Ekonomi, F., Pariwisata, J., & Ekonomi, F. (2025). Analisis dampak pariwisata berkelanjutan terhadap masyarakat di sekitar wisata kiara artha park bandung. 02, 55–61.
Maghfiroh, H., & Kartini, D. S. (2024). Desentralisasi dan Komodifikasi Barang Publik : Kajian Marxis atas Komersialisasi Taman Kiara Kota Bandung. 05(02).
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (5th ed.). SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=fjh2DwAAQBAJ
Noor, M., Falih Suaedi, & Antun Mardiyanta. (2022). COLLABORATIVE GOVERNANCE Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktik (M. R. Firdaus & Farid Zaki Yopiannor, Eds.; Pertama). BILDUNG.
Novita Suratman, F., & Darumurti, A. (2021). Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Publik (Rthp) Di Kota Yogyakarta. Jurnal Pemerintahan Dan Kebijakan (JPK), 2(2), 102–121. https://doi.org/10.18196/jpk.v2i2.12743
Oktorina, R., Hapsari, A., & Zulkifli, M. (2025). Transformasi Tata Kelola KPBU dalam Dinamika Pembangunan Wilayah di Indonesia. AT-TARIIZ: Journal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 4(2), 227–249. http://azramedia-indonesia.azramediaindonesia.com/index.php/attariiz/indexDOI:https://doi.org/10.62668/attariiz.v4i02.1581
Pemerintah Kota Bandung. (2017). Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kota Bandung dengan PT. Mega Chandra Purabuana. Bagian Kerja Sama Kota Bandung. https://kerjasama.bandung.go.id/2017/06/22/penandatanganan-nota-kesepahaman-antara-pemerintah-kota-bandung-dengan-pt-pt-mega-chandra-purabuana
Pratama, R. A. (2023). Untuk Siapa Kiara Artha Park Bandung? Kabar Kampus. https://kabarkampus.com/2023/06/untuk-siapa-kiara-artha-park-bandung/
Rahmasari, F., & Suryani, T. A. (2023). Identifikasi Kondisi Eksisting Kiara Artha Park Kota Bandung. In FTSP Series. ITENAS.
Setiajatnika, E., Gunadi, T., & Nugraha, H. (2023). Skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) Dalam Penyediaan Infrastruktur Alat Penerangan Jalan (APJ). Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen, 14(2), 317–332. https://doi.org/10.32670/coopetition.v14i2.3371
Sushanti, I. R., Yuniati, S. R., & Angelia, T. (2021). Eksistensi ruang publik menghadapi transformasi penggunaan ruang di permukiman kota. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 16(2), 186. https://doi.org/10.20961/region.v16i2.47859
Wardani, B., & Mutia, A. (2022). Kajian Evaluasi Manfaat Pembangunan Taman Kiara Artha Terhadap Pengunjung dan Pelaku Usaha. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 17. https://doi.org/10.29313/jpwk.v17i1.593
Wicaksono, Z. A., & Karniawati, N. (2023). Implementasi Kebijakan Public Private Partnership (Ppp) Dalam Meningkatkan Infrastruktur Riset Di Indonesia. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 2(2), 28–33. https://doi.org/10.54895/jipu.v2i2.2039
Yuana, D., Rahayu, F., & Apriadi, D. W. (2025). Antara Ruang Publik dan Komersialisasi : Produksi Ruang dalam Pengembangan RTH Central Park Meikarta. 14(02), 21–32.
Yunusova, S. (2022). the Essence of Public-Private Partnership and Its Importance in the Implementation of Infrastructure Projects. Economics and Education, 23(1), 17–22. https://doi.org/10.55439/eced/vol23_iss1/a2
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hani Maghfiroh, Samugyo Ibnu Redjo, Novie Indrawati Sagita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








