Analis kedudukan akta ikrar wakaf (AIW) sebagai syarat administratif dalam perbandingan dengan rukun wakaf dalam fikih

Authors

  • Verawaty Nento Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo
  • Rizal Darwis Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.55681/seikat.v5i2.1974

Keywords:

Wakaf, Akta Ikrar Wakaf, Rukun Wakaf, ukun Wakaf, Hukum Islam, Kepastian Hukum

Abstract

Wakaf merupakan institusi hukum Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial-ekonomi, sehingga keberadaannya tidak hanya dipahami dalam kerangka keagamaan, tetapi juga berdampak pada aspek hukum perdata. Dalam konteks Indonesia, wakaf diatur secara normatif melalui Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf yang mensyaratkan adanya Akta Ikrar Wakaf (AIW) sebagai dasar pencatatan dan pengakuan hukum. Di sisi lain, fikih Islam secara klasik menetapkan sahnya wakaf berdasarkan terpenuhinya rukun dan syarat wakaf tanpa mensyaratkan formalitas administratif tertulis. Perbedaan pendekatan ini menimbulkan problematika ketika wakaf yang sah secara syar’i tidak diakui secara yuridis formal karena ketiadaan AIW, sehingga berimplikasi pada sengketa wakaf di pengadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan AIW dalam sistem hukum wakaf Indonesia dan membandingkannya dengan rukun wakaf dalam perspektif fikih. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AIW bukan merupakan rukun wakaf dalam fikih, melainkan instrumen administratif negara untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara hukum wakaf Islam dan hukum positif agar pengaturan wakaf tidak menegasikan prinsip-prinsip fikih wakaf sekaligus tetap menjamin kepastian hukum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ascarya, & Yumanita, D. (2007). The role of Islamic social finance in poverty alleviation. Islamic Economic Studies, 14(1), 1–28.

Fauzi, M. (2015). Wakaf dan permasalahan yuridis di Indonesia. Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial, 10(2), 291–310. https://doi.org/10.19105/al-ihkam.v10i2.722

Fauzi, M., & Suprayogi, N. (2020). Legal challenges of waqf land registration in Indonesia. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 11(3), 567–582. https://doi.org/10.1108/JIABR-07-2017-0095

Huda, N., Rini, N., Mardoni, Y., & Putra, P. (2017). Problems, solutions and strategies priority for waqf in Indonesia. Journal of Economic Cooperation and Development, 38(1), 29–54.

Latif, A. (2018). Wakaf dalam perspektif hukum nasional. Ius Quia Iustum, 25(2), 327–348. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss2.art7

Merry, S. E. (1988). Legal pluralism. Law & Society Review, 22(5), 869–896. https://doi.org/10.2307/3053638

Noor, A. M. (2019). Legal certainty in Islamic endowment administration. Journal of Islamic Law Studies, 12(2), 155–172. https://doi.org/10.14421/jils.2019.12205

Rachman, A. (2019). Sengketa wakaf dan implikasi hukumnya dalam hukum nasional. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 19(1), 123–146. https://doi.org/10.15408/ajis.v19i1.11023

Sait, S., & Lim, H. (2006). Land, law and Islam: Property and human rights in the Muslim world. London: Zed Books.

Departemen Agama RI. (2006). Fikih wakaf. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Hooker, M. B. (2008). Indonesian syariah: Defining a national school of Islamic law. Singapore: ISEAS Publishing.

Kahf, M. (1998). Financing the development of awqaf property. Jeddah: Islamic Research and Training Institute (IRTI-IDB).

Latif, A. (2019). Hukum wakaf di Indonesia. Yogyakarta: UII Press.

Rofiq, A. (2013). Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

al-Kasani, A. (1986). Badā’iʿ al-Ṣanā’iʿ fī Tartīb al-Sharā’iʿ. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah.

al-Mawardi, A. H. (1994). al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah. Beirut: Dār al-Fikr.

al-Syirazi, A. I. (t.t.). al-Muhadhdhab fī Fiqh al-Imām al-Shāfiʿī. Beirut: Dār al-Fikr.

Ibn Qudamah. (1997). al-Mughnī. Riyadh: Dār ʿĀlam al-Kutub.

al-Zuhaili, W. (1985). al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu. Damascus: Dār al-Fikr.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.

Kompilasi Hukum Islam (Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991).

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Verawaty Nento, & Rizal Darwis. (2026). Analis kedudukan akta ikrar wakaf (AIW) sebagai syarat administratif dalam perbandingan dengan rukun wakaf dalam fikih. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(2), 84–90. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i2.1974