Pernikahan Dini sebagai Strategi Adaptasi Sosial Studi Sosiologis pada Masyarakat Pedesaan
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i1.1660Keywords:
pernikahan dini, adaptasi sosial, masyarakat pedesaan, strategi keluarga, sosiologiAbstract
Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang masih banyak dijumpai di berbagai wilayah pedesaan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pernikahan dini sebagai bentuk strategi adaptasi sosial yang dilakukan oleh keluarga dalam menghadapi tekanan ekonomi, budaya, dan struktural. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan perspektif sosiologi, penelitian ini menggali faktor-faktor pendorong terjadinya pernikahan dini, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, norma sosial-budaya, serta struktur kekuasaan dalam komunitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada masyarakat pedesaan yang masih mempraktikkan pernikahan dini sebagai solusi untuk mengurangi beban ekonomi keluarga, menjaga kehormatan, serta mempertahankan status sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini tidak sekadar praktik budaya, tetapi merupakan strategi adaptif yang dipilih keluarga untuk menghadapi kerentanan sosial dan ekonomi. Namun demikian, strategi ini juga menimbulkan konsekuensi jangka panjang bagi remaja, terutama terkait pendidikan, kesehatan, dan mobilitas sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi sosial yang mempertimbangkan konteks budaya lokal sekaligus memperkuat ketahanan sosial keluarga guna menekan praktik pernikahan dini.
Downloads
References
Fiddaroini, S. (2025). Analisis Perubahan UU No. 16 Tahun 2019 tentang Pembatasan Usia Pernikahan sebagai Respon terhadap Problematika Pernikahan Anak di Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6).
Jalil, A., & Hasanah, S. N. (2025). Dari Ritual Ke Realitas Sosial: Dekonstruksi Makna Tradisi Pak Punjen Dalam Pernikahan Masyarakat Karangwotan Pati Melalui Lensa Teori Sosial Berger & Luckmann. Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara, 8(1), 37–52.
Larasati, D. A. N. (2010). Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Perbedaan Persepsi Antara Generasi Muda Dan Generasi Tua Dalam Memaknai Upacara Perkawinan Adat Yogyakarta [PhD Thesis, UAJY]. https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/2275/5/4KOM01473.pdf
Mulyana, N., Awaluddin, A. I., SE, M., Baskara, B. S., Mulyana, R., Hadian, T., PKim, M., Danuwijaya, C., Zein, K. A. A., & PdI, M. (2023). Pencegahan Konflik Sosial Dan Penanggulangan Kenakalan Remaja. Edu Publisher.
Ruslan, R. (2011). Efektivitas regulasi batas usia nikah dalam UU no. 1 tahun 1974 sebagai syarat pelaksanaan perkawinan: Studi kritis terhadap masyarakat Desa Ketapang Laok dan petugas KUA Kec. Ketapang Kab. Sampang [PhD Thesis]. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Wafiq, A. (2024). Pernikahan Dini di Kabupaten Bantul Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam (Studi Kasus di KUA Kapanewon Pleret) [PhD Thesis]. Universitas Islam Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asrorul azizi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








