Kedudukan Badan Pengelolaan Keuangan Haji : Studi Komparasi Indonesia dan Malaysia
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i1.1660Keywords:
Dana Haji, Keuangan Syariah, Tabung Haji, Tata KelolaAbstract
Pengelolaan keuangan haji merupakan isu strategis karena berkaitan dengan dana umat,
perlindungan jemaah, kepatuhan syariah, dan keberlanjutan pembiayaan ibadah haji. Di Indonesia,
besarnya dana kelolaan haji, panjangnya daftar tunggu, serta penggunaan nilai manfaat untuk
mendukung biaya haji menimbulkan kebutuhan terhadap tata kelola yang transparan, akuntabel, dan
berbasis prinsip kehati-hatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan hukum Badan
Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam sistem pengelolaan keuangan haji di Indonesia serta
membandingkannya dengan model Lembaga Tabung Haji di Malaysia. Penelitian ini menggunakan
metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa BPKH berkedudukan sebagai badan hukum publik yang mandiri dan
bertanggung jawab dalam penerimaan, pengembangan, pengeluaran, serta pertanggungjawaban
keuangan haji berdasarkan prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, transparansi, dan akuntabilitas.
Dibandingkan Malaysia, Indonesia memiliki keunggulan pada pemisahan fungsi dan pengawasan
berlapis, sedangkan Malaysia unggul dalam integrasi kelembagaan dan sistem subsidi berbasis
kemampuan ekonomi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan koordinasi kelembagaan,
transparansi, dan keberlanjutan nilai manfaat dana haji.
Downloads
References
Abd Rahman, N. H., Mohd Sofian, F. N. R., Abdullah Asuhaimi, F., & Shahari, F. (2020). A
conceptual model of depositors’ trust and loyalty on Hajj institution: Case of Lembaga
Tabung Haji Malaysia. International Review of Management and Marketing, 10(1), 99
Aiza, M. (2016). Peranan Lembaga Tabung Haji untuk meningkatkan ekonomi dan perkhidmatan
haji orang Melayu 1969–1984. Melayu: Jurnal Antarabangsa Dunia Melayu, 9(2), 153
Al-Arif, M. N. R., Mufraini, M. A., & Prabowo, M. A. (2020). Market structure, spin-off, and
efficiency: Evidence from Indonesian Islamic banking industry. Emerging Markets Finance
and Trade, 56(2), 329–337.
Alsharif, M., & Haneef, R. (2023). Integrating Islamic social finance instruments in Hajj fund
sustainability. International Review of Islamic Economics, 7(1), 33–47.
Amiruddin, & Asikin, H. Z. (2006). Pengantar metode penelitian hukum. Raja Grafindo Persada.
Ananda, F., & Purba, J. (2022). Investasi dana haji untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia
dalam pandangan hukum Islam: Analisis terhadap maslahat yang dicanangkan
pemerintah Indonesia. Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial Islam,
(2), 467–476. doi:10.30868/am.v10i02.2806
Arabiyat, W., Alarabeyyat, A., & Obidat, L. H. (2016). E-system of Hajj fund for savings and
investment. International Journal of Computer Applications, 152(10), 13–19.
doi:10.5120/IJCA2016911649
Asriadi, A., Marliyah, M., Siregar, S., & Muhammedi, S. (2024). Evaluation of the compatibility of
the BPKH Hajj financing scheme with sharia finance principles in Medan City. JESI: Jurnal
Ekonomi Syariah Indonesia, 14(2).
As-Salafiyah, A. (2022). Sentiment analysis on Hajj fund investment allocation in Indonesia. Halal
Tourism and Pilgrimage, 1(1), 1–8. doi:10.58968/htp.v1i1.70
Aziz, R. M. (2018). Hahslm theory as guidance of straight path in management of Hajj and
finance. KnE Social Sciences, 3(8), 105–120. doi:10.18502/kss.v3i8.2503
Badan Pengelola Keuangan Haji. (2018). Peraturan Badan Pengelola Keuangan Haji Nomor 5
Tahun 2018 tentang tata cara dan bentuk investasi keuangan haji. Badan Pengelola
Keuangan Haji.
Badan Pengelola Keuangan Haji. (2025). Peraturan Badan Pengelola Keuangan Haji Nomor 1
Tahun 2025 tentang tata cara dan bentuk investasi keuangan haji. Badan Pengelola
Keuangan Haji.
Badan Pengelola Keuangan Haji. (2026a). Dana kelolaan haji BPKH tumbuh positif tembus
Rp180,72 triliun. Badan Pengelola Keuangan Haji.
Badan Pengelola Keuangan Haji. (2026b). BPKH catat nilai manfaat Rp12,09 triliun di 2025,
dana jemaah tetap aman di tengah dinamika pasar. Badan Pengelola Keuangan Haji.
Badan Pengelola Keuangan Haji. (2026c). Dana haji dikelola dengan aman, manfaatnya kembali
untuk jemaah. Badan Pengelola Keuangan Haji.
Badan Pengelola Keuangan Haji. (2026d). BPKH jamin keamanan dana haji di hadapan calon
jemaah. Badan Pengelola Keuangan Haji.
Chenaker, Z., & Bouhafs, S. (2024). Effectiveness of Hajj cost management by Tabung Haji and
lessons learned for National Office for Hajj and Umrah. Economic Researcher Review,
(2).
Fadli, M. (2025). Metode penelitian hukum. Inara Publisher.
Fasa, M. I., Fachri, A., Saefurrohman, G. U., Syarif, A. H., & Suharto. (2020). Economic protection
toward financial management Hajj funds: Indonesian case. Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi
dan Bisnis Islam, 4(2), 163–173. doi:10.30868/ad.v4i02.953
Fatmawati, S. (2023). Koordinasi antar lembaga dalam pengelolaan haji dan umrah: Tantangan
dan peluang. Jurnal Administrasi Publik, 15(2).
Fauziah, R. R., Gumelar, R. A., & Sapitri, Y. (2023). Akad yang digunakan dalam pengelolaan
investasi keuangan haji. Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra, 2(1), 43–52.
doi:10.15575/mjhu.v2i1.26550
Fuadi, N. F. Z., Farida, D. N., Saadah, N., Ramadhani, C. C. M., & Imron, A. (2022). Developing
sustainable Hajj funds: Innovative cash waqf investment models. Economica: Jurnal
Ekonomi Islam, 13(2).
Ghafur, A. (2019). Pemilihan alternatif investasi dana haji dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi: Pendekatan analytic network process. Journal of Finance and Islamic Banking,
(2), 20–38. doi:10.22515/jfib.v2i2.1808
Hassan, A. R., & Ibrahim, M. S. (2022). Hajj management in the digital age: A comparative study
of Muslim countries. International Journal of Islamic Management and Business, 8(2).
Ikhwani, A., Rozalinda, R., & Wira, A. (2024). Rentabilitas penggunaan dana haji untuk investasi
infrastruktur pada BPKH. Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra, 3(1), 77–90.
Imran, M., & Satria, R. (2018). Dinamika formulasi akad terhadap pengelolaan dana haji di
Indonesia.
Al-Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 3(2), 141–152. doi:10.30983/alhurriyah.v3i2.755
Jayaprawira, A. R., & Abdussalam. (2019). Analysis of the implementation of the Islamic contract
principle on Hajj fund management by Hajj Fund Management Agency (BPKH). KnE Social
Sciences, 628–661. doi:10.18502/kss.v3i26.5405
Jumali, E. (2018). Management of Hajj funds in Indonesia. Journal of Legal, Ethical and
Regulatory Issues, 21(3), 1–9.
Kasanah, R. (2021). Pengelolaan dana haji sebagai bentuk manajemen keuangan publik: Studi
pada negara Indonesia dan Malaysia. An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah, 8(2), 304–321.
doi:10.21274/an.v8i2.4487
Kurniadi, D., Wiwoho, J., & Asrori, H. (2019). Hajj fund management in perspective of the
financial theory and fiqh. Advances in Social Science, Education and Humanities Research,
, 225–227. doi:10.2991/icglow-19.2019.57
Lembaga Tabung Haji. (2025). Kos dan bayaran haji. Lembaga Tabung Haji.
Mahfudz, A. A., Dena, P. S., & Ahmad, R. A. (2023). Optimizing Hajj finance in Indonesia: The
role of wakalah contract. Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 12(2), 526–552.
Malaysia. (1995). Tabung Haji Act 1995 (Act 535).
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi revisi). Kencana.
Maulid, I., & Amirsyah, A. (2021). Analysis of the Hajj fund management based on the Fatwa of
the National Sharia Council (DSN) Number 122 concerning the management of BPIH fund
and special BPIH based on sharia principles. ADI Journal on Recent Innovation, 3(1), 21
doi:10.34306/ajri.v3i1.490
Mubarak, M. A., & Fuhaidah, U. (2018). Manajemen pengelolaan dana haji Republik Indonesia:
Studi kolaborasi antar lembaga BPKH, Kemenag, dan mitra keuangan dalam pengelolaan
dana haji. Iltizam Journal of Shariah Economic Research, 2(2), 67–88.
Muneeza, A., Sudeen, A. S. T., Nasution, A., & Nurmalasari, R. (2018). A comparative study of Hajj
fund management institutions in Malaysia, Indonesia, and Maldives. International Journal
of Management and Applied Research, 5(3), 120–134. doi:10.18646/2056.53.18-009
Nuhqila, E. P. D. (2020). Pengelolaan tabungan haji perspektif hukum perjanjian syariah. Jurnal
Hukum Islam, 18(1), 85–101. doi:10.28918/jhi.v18i1.2659
Nokoe, N. S., Aswanto, A., Hamid, M. A., & Aburaera, S. (2016). The nature and legal standing of
the Islamic sentence in the Islamic legal system. Journal of Law, Policy and Globalization,
, 70–77. https://www.iiste.org/Journals/index.php/JLPG/article/view/30771
Pratiwi, A. D., Fahmi, I., & Ismal, R. (2019). Optimal Hajj funds management by Islamic bank.
Etikonomi, 18(2), 303–314. doi:10.15408/etk.v18i2.10938
Primadhany, E. F. (2017). Tinjauan terhadap tanggung jawab Badan Pengelola Keuangan Haji
(BPKH) dalam melakukan penempatan dan/atau investasi keuangan haji. Jurisdictie:
Jurnal Hukum dan Syariah, 8(2), 125–142. doi:10.18860/j.v8i2.4447
Rahman, M. A., Al-Farisi, S., & Hussein, K. (2023). Comparative performance analysis of Hajj
management systems in OIC countries. International Journal of Islamic Studies, 35(4).
Rarasati, I. (2022). Analisis empiris potensi risiko investasi dana haji melalui Sukuk Dana Haji
Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(3), 2571–2581. doi:10.29040/jiei.v8i3.5876
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan
Keuangan Haji.
Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2017 tentang Badan Pengelola
Keuangan Haji.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2018 tentang pelaksanaan
Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.
Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan
Ibadah Haji dan Umrah.
Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2022 tentang koordinasi
penyelenggaraan ibadah haji.
Republik Indonesia. (2024). Peraturan Presiden Nomor 154 Tahun 2024 tentang Badan
Penyelenggara Haji.
Republik Indonesia. (2025a). Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Biaya
Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi yang bersumber dari
Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan Nilai Manfaat.
Republik Indonesia. (2025b). Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2025 tentang Biaya
Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang bersumber dari
Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan Nilai Manfaat.
Republik Indonesia. (2025c). Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 tentang Kementerian
Haji dan Umrah.
Republik Indonesia. (2025d). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang perubahan ketiga
atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan
Umrah.
Rongiyati, S. (2009). Aspek hukum pengaturan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam
Undang-Undang Perseroan Terbatas. Kajian, 14(2), 209–238.
Saiti, B., & Yusoff, W. S. W. (2024). Governance effectiveness and financial sustainability in
Islamic financial institutions. Pacific-Basin Finance Journal, 84.
Salsabila, R., Hafidzah, A., Maali, F., & Hafiz, A. (2024). Meningkatkan transparansi dan efisiensi
dalam manajemen haji dan umrah: Tantangan dan inovasi untuk pelayanan prima
jamaah. Rayah Al-Islam, 8(3), 978–995.
Samsudin, Aziz, A., Syam, R. M., Hasbi, M. Z. N., & Prabuwono, A. S. (2023). Hajj funds
management based on Maqāṣid al-Sharīʿah: A proposal for Indonesian context. Al-Ihkam:
Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 18(2), 544–567. doi:10.19105/al-lhkam.v18i2.7268
Sanggono, B. (2002). Metodologi penelitian hukum: Suatu pengantar. Raja Grafindo Persada.
Saputro, D., & Qadri, R. A. (2024). Optimizing Hajj fund investments through valuation analysis
of sharia-compliant stocks. Journal of Law, Administration, and Social Science, 4(2), 200
doi:10.54957/jolas.v4i2.758
Sarka, S. I., Osman, A. Z., & Annuar, H. A. (2024). The urgency of financial literacy in Hajj funds
management for Indonesian Muslims. Journal of Islamic Economics and Finance Studies,
(1), 82–98. doi:10.47700/jiefes.v5i1.7302
Shidiq, G. (2009). Teori maqāṣid syariah dalam hukum Islam. Jurnal Sultan Agung, 44(118).
Siregar, M. R. A., & Syam, S. (2023). Polemik naiknya biaya perjalanan haji di Indonesia tahun
ditinjau dari siyāsah māliyyah. UNES Law Review, 6(1), 2934–2945.
doi:10.31933/unesrev.v6i1.1089
Wahyudi, I. (2022). Sistem pendaftaran dan pengelolaan antrean haji: Evaluasi dan rekomendasi
perbaikan. Jurnal Kebijakan Publik, 13(3).
Wahyuni, Y., Bagaskara, M. A., & Hana, K. F. (2022). Persepsi masyarakat Kudus mengenai
penggunaan dana haji untuk investasi pembangunan infrastruktur. Al-‘Aqdu: Journal of
Islamic Economics Law, 2(2), 118–127. doi:10.30984/ajiel.v2i2.2181
Yahaya, N., & Rahman, S. A. (2023). Institutional dynamics in Islamic fund governance: Lessons
from Malaysia. Malaysian Journal of Finance and Shariah, 10(2).
Zainul, Z. R., & Khairannis. (2019). Analisis pengelolaan dana haji pada PT Bank Aceh Syariah.
Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah, 7(2).
Zakiruddin, M. A., Kamsi, & Bahiej, A. (2022). Siyasah syar’iyah paradigm of Hajj financial
management regulation in Indonesia. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 7(2), 531–552.
doi:10.29240/jhi.v7i2.5310
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asrorul azizi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








