Jejak Sejarah Maritim Bunaken dalam Koridor Jalur Rempah Nusantara dan Implikasinya bagi Pembelajaran Sejarah di Pendidikan Tinggi

Authors

  • Ngismatul Khoeriyah Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara, Indonesia
  • Darmawan Edi Winoto Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i9.3653

Keywords:

Bunaken, Sejarah Maritim, Jalur Rempah Nusantara, Pendidikan Tinggi, Pembelajaran Sejarah

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki warisan maritim yang kaya dan secara historis memainkan peran penting dalam Jalur Rempah Nusantara. Namun demikian, kontribusi Bunaken dalam jaringan maritim tersebut masih belum banyak mendapat perhatian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) merekonstruksi sejarah maritim Bunaken dalam konteks Jalur Rempah Nusantara, (2) menganalisis perannya dalam jaringan perdagangan dan interaksi maritim pada masa lalu, serta (3) merumuskan model integrasi temuan penelitian ke dalam mata kuliah Sejarah Maritim dan Jalur Rempah Nusantara di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis kualitatif yang dipadukan dengan perspektif antropologi maritim dan pendidikan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, penelitian arsip, observasi lapangan, dan wawancara dengan masyarakat setempat, kemudian dianalisis menggunakan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bunaken berfungsi sebagai simpul maritim strategis yang menghubungkan Sulawesi Utara dengan Maluku, Filipina Selatan, serta pusat-pusat perdagangan rempah lainnya di kawasan Nusantara. Selain itu, integrasi temuan penelitian ke dalam pembelajaran sejarah yang berbasis konteks lokal, studi lapangan, dan penelitian mampu memperkaya historiografi maritim sekaligus mendorong pembelajaran sejarah yang lebih bermakna dan kontekstual di perguruan tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadin. (2022). King, power, and trading ports: West coast of Sulawesi in the archipelago spice trade route. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(1), 97–109.

Ampou EE, Ouillon S, Andréfouët S. Challenges in rendering Coral Triangle habitat richness in remotely sensed habitat maps: The case of Bunaken Island (Indonesia). Mar Pollut Bull. 2018 Jun;131(Pt B):72-82.

Azis, M. N. I., Badriza, K., Aziz, A., Siddik, S., & Wiratri, A. (2022). Arabs in Manado: Network, capitalism and identity in the early twentieth century. Jurnal Lektur Keagamaan, 20(1), 59–88.

Balai Taman Nasional Bunaken. (2026). Profil Taman Nasional Bunaken. Direktorat Jenderal

Cribb, R., & Ford, M. (Eds.). (2009). Indonesia beyond the water's edge: Managing an archipelagic state. Institute of Southeast Asian Studies.

Hall, K. R. (2011). A History of Early Southeast Asia: Maritime Trade and Societal Development, 100–1500. Rowman & Littlefield.

Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Hasanuddin. (2025). Banggai in shipping and trading in the eastern region of Sulawesi in the 19th century. Kapata Arkeologi, 14(1), 101–110.

Lapian, A. B. (2009). Orang laut, bajak laut, raja laut. Komunitas Bambu.

Lombard, D. (2005). Nusa Jawa: Silang budaya. Gramedia.

Mu’arifah, M., Warto, W., & Djono, D. (2026). Reframing history education through local wisdom: Pedagogical integration of cultural traditions to foster historical consciousness in an Indonesian madrasah. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 10(1), 379–391.

Pessy, N. C., & Yulifar, L. (2025). Budaya bahari Maluku dan hubungannya dalam perdagangan rempah-rempah masa VOC, 1605–1799. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 9(1), 100–114.

Reid, A. (1993). Southeast Asia in the age of commerce 1450–1680. Yale University Press.

Rohmawati, U. S. (2025). Integration of maritime values into the Indonesian history education curriculum: Integrasi nilai-nilai maritim dalam kurikulum pendidikan sejarah Indonesia. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah, 21(2), 20–32.

Seixas, P., & Morton, T. (2013). The big six historical thinking concepts. Nelson Education.

Smith, G. A., & Sobel, D. (2010). Place- and community-based education in schools. Routledge.

Sobel, D. (2004). Place-based education: Connecting classrooms and communities. Orion Society.

Tricahyono, D., Musadad, A., & Rejekiningsih, T. (2021). Integrasi media berbasis peta persebaran candi Hindu-Buddha di Tulungagung dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran sejarah. Diakronika, 21(2), 101–120.

UNESCO World Heritage Centre. (2005). Bunaken National Park (Tentative List No. 2002). UNESCO.

Warren, J. F. (2007). The Sulu Zone 1768–1898. NUS Press.

Wiyanarti, E., Supriatna, N., & Winarti, M. (2020). Pengembangan sejarah lokal sebagai sumber pembelajaran sejarah yang kontekstual. FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 9(1), 67–74.

Zuhdi, S. (2014). Nasionalisme, laut, dan sejarah. Komunitas Bambu.

Zuhdi, S. (2018). Shipping routes and spice trade in Southeast Sulawesi in the 17th and 18th century. Journal of Maritime Studies and National Integration, 2(1), 31–44.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Ngismatul Khoeriyah, & Darmawan Edi Winoto. (2026). Jejak Sejarah Maritim Bunaken dalam Koridor Jalur Rempah Nusantara dan Implikasinya bagi Pembelajaran Sejarah di Pendidikan Tinggi. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(9). https://doi.org/10.55681/armada.v4i9.3653