Manajemen Sarana Prasarana Bimbingan dan Konseling pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Tanah Laut

Authors

  • Noor Rahmah Program Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, Indonesia
  • Husnul Madihah Program Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, Indonesia
  • Jarkawi Program Magister Administrasi Pendidikan, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i9.3319

Keywords:

Manajemen Sarana Prasarana, Bimbingan Dan Konseling, Sekolah Menengah Pertama, Model Alternatif, Tanah Laut

Abstract

Sarana dan prasarana bimbingan dan konseling (BK) merupakan faktor penting dalam mendukung kualitas layanan BK di sekolah, namun pemenuhannya pada jenjang SMP masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi sarana prasarana BK, pengelolaannya, pelaksanaan layanan di tengah keterbatasan fasilitas, serta merumuskan model alternatif manajemen sarpras BK pada SMP di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada lima SMP yang dipilih secara purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya satu sekolah memiliki ruang khusus BK, sedangkan sekolah lainnya masih menggunakan ruang multifungsi sehingga privasi layanan belum optimal. Pengadaan sarpras BK juga belum menjadi prioritas akibat keterbatasan anggaran. Penelitian ini menghasilkan model manajemen sarpras BK berbasis optimalisasi aset sekolah dan sinergi sekolah-masyarakat-korporasi sebagai alternatif pemenuhan layanan BK pada sekolah dengan keterbatasan fasilitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananda, H. R., & Banurea, O. K. (2021). Manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Widya Puspita.

Anonimus. (2008). Bimbingan dan konseling di sekolah. Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK, Depdiknas RI.

Bunda, I. P., Firman, & Neviyarni. (2025). Evaluasi sarana dan prasarana layanan bimbingan dan konseling di sekolah menengah atas berbasis IT. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 775–780.

Dalimunthe, D. E., Azzahra, D., Aulia, M., Berutu, S. A., Lubis, R. N., & Azhari, M. T. (2022). Pelayanan, sarana prasarana dan manajemen bimbingan konseling di MTsN 2 Deli Serdang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 13452–13459.

Fawri, A., & Neviyarni. (2021). Konsep manajemen bimbingan dan konseling. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 196–202.

Harahap, A. F., Mayasari, A. D., Siregar, M., Wildani, T., Sitompul, Y. Y., & Azhari, M. T. (2022). Bentuk pelayanan BK, sarana prasarana, dan manajemen di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Abraar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(4), 553–561.

Jarkawi. (2024). Manajemen program bimbingan dan konseling. Sulur Pustaka.

Marimbun, M., & Pohan, R. A. (2021). Gambaran sarana dan prasarana bimbingan dan konseling pada sekolah menengah negeri di Indonesia. Enlighten: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 76–87.

Masdudi. (2015). Bimbingan dan konseling perspektif sekolah. Nurjati Press.

Munir, S., Podung, B. J., & Mangantes, M. L. (2024). Konsep dasar sarana dan prasarana bimbingan konseling di sekolah SMA Negeri 26 Halmahera Selatan. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu, 8(11), 430–432.

Nasiruddin, Fauzi, A., & Hidayat, W. (2024). Manajemen sarana prasarana dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Journal on Education, 6(3), 17404–17411.

Oja, A. A. R., & Maisyaroh. (2023). Analisis pengawasan sarana prasarana di sekolah menengah pertama dalam kerangka kerja manajemen pendidikan. Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran, 3(2), 65–72.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.

Rahmadani, S. K., Neviyarni, & Firman. (2024). Sarana dan prasarana bimbingan dan konseling serta solusinya terhadap permasalahan dalam pendidikan. Jurnal Islamic Pedagogia, 4(2), 150–157.

Rahmawati, Fahmi, I., & Faizin, M. (2025). Pengaruh pengelolaan sarana prasarana bimbingan dan konseling terhadap layanan bimbingan karier peserta didik kelas XII di Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(2.D), 206–213.

Rakhmawati, E. (2023). Bimbingan dan konseling dalam perspektif pendidikan: Aktualisasi peran bimbingan dan konseling dalam pendidikan Indonesia. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 162–181.

Sari, A. K., Neviyarni, Ahmad, R., & Syukur, Y. (2021). Pemanfaatan sarana prasarana dalam pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah. Jurnal Inovatif Ilmu Pendidikan, 3(2), 126–140.

Sasoko, D. M. (2022). Pentingnya perencanaan dalam upaya pencapaian tujuan yang efektif dan efisien. Jurnal Studi Interdisipliner Perspektif, 21(2), 83–89.

Sugiarto, S., Neviyarni, & Firman. (2021). Peran penting sarana dan prasarana dalam pembelajaran bimbingan konseling di sekolah. Jurnal Pendidikan Tematik, 2(1).

Suhertina. (2014). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. CV. Mutiara Pesisir Sumatra.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Noor Rahmah, Husnul Madihah, & Jarkawi. (2026). Manajemen Sarana Prasarana Bimbingan dan Konseling pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Tanah Laut. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(9), 4674–4680. https://doi.org/10.55681/armada.v4i9.3319