Bentuk, Fungsi, dan Startegi Kesantunan Berbahasa melalui Eufemisme Tuturan Murid SMP IT Bina Insan Parepare: Kajian Pragmatik
DOI:
https://doi.org/10.55681/armada.v4i9.3260Keywords:
Eufemisme, Kesantunan Berbahasa, Murid Sekolah Menengah Pertama, Pragmatik, Strategi KomunikasiAbstract
Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam komunikasi di lingkungan pendidikan, dan eufemisme menjadi salah satu strategi linguistik yang digunakan untuk menjaga keharmonisan interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk eufemisme dalam tuturan murid sekolah menengah pertama, menganalisis fungsi komunikatifnya, serta mengkaji keterkaitannya dengan kesantunan berbahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan siswa di SMP Islam Terpadu Bina Insan Parepare yang dikumpulkan melalui teknik sadap, observasi nonpartisipatif, dan catatan lapangan. Analisis data menggunakan klasifikasi bentuk eufemisme Burridge, fungsi eufemisme Allan dan Burridge, serta prinsip kesantunan Chaer dengan validasi melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menemukan 46 tuturan eufemistis yang terdiri atas bentuk metaforis (39,1%), litotes (30,4%), teknis (19,6%), dan formal (10,9%). Fungsi dominan eufemisme adalah peredam konflik (30,4%) dan penanda kesopanan (28,3%). Eufemisme formal menunjukkan tingkat kesantunan tertinggi, sedangkan penggunaan eufemisme metaforis lebih bergantung pada konteks interaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa eufemisme merupakan strategi komunikasi yang berperan dalam membangun kesantunan berbahasa melalui penyesuaian bentuk dan konteks penggunaan.
Downloads
References
Afandhi, D. (2025). Kesantunan berbahasa pada Gen Alpha: Studi kasus di sekolah dasar. Jurnal Didaktika, 15(1), 1–12.
Agustina, D. (2020). Kesantunan berbahasa sebagai faktor determinan keberhasilan pembelajaran berbahasa. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 1–10.
Allan, K., & Burridge, K. (1991). Euphemism and dysphemism: Language used as shield and weapon. Oxford University Press.
Allan, K., & Burridge, K. (2006). Forbidden words: Taboo and the censoring of language. Cambridge University Press.
Alsabbah, R. A. S., & Al-Shemmery, I. M. (2021). Euphemism from a politeness perspective: An exploration of the ability of Iraqi EFL learners to use and comprehend euphemistic expressions. Journal of the College of Languages, 43, 118–159. https://doi.org/10.36586/jcl.2.2021.0.43.0118
Birt, L., Scott, S., Cavers, D., Campbell, C., & Walter, F. (2016). Member checking: A tool to enhance trustworthiness in qualitative research. Qualitative Health Research, 26(13), 1802–1811.
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.
Burridge, K. (2012). Euphemism and language change: The sixth and seventh ages. Lexis: Journal in English Lexicology, 7, 65–92. https://doi.org/10.4000/lexis.355
Chaer, A. (2010). Kesantunan berbahasa. Rineka Cipta.
Hidayati, N., & Wulandari, S. (2022). Analisis penggunaan eufemisme dalam interaksi murid SMP dengan guru di Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 145–160.
Halil, N. I., Samsuddin, Yawan, & Yuliati. (2023). Exploring directive speech acts in elementary school students' communication: The role of local wisdom. International Journal of Language Education, 7(2), 242–250.
Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Korstjens, I., & Moser, A. (2018). Series: Practical guidance to qualitative research. Trustworthiness and publishing. European Journal of General Practice, 24(1), 120–124.
Kusuma, A., & Santoso, B. (2024). Pengaruh kultur sekolah terhadap kesantunan berbahasa murid SMP: Studi komparatif. Jurnal Linguistik Indonesia, 42(1), 78–95. https://doi.org/10.26499/li.v42i1.256
Marlina, L. (2023). Korelasi antara penggunaan eufemisme dan kesantunan berbahasa murid SMP. Linguistik Indonesia, 41(2), 189–205. https://doi.org/10.26499/li.v41i2.223
Nurhadi, J. (2023). Frekuensi penggunaan eufemisme pada murid SMP: Analisis korpus tuturan lisan. Jurnal Kajian Bahasa dan Budaya, 14(1), 45–62.
Pratiwi, D., Nugroho, A., & Sari, M. (2022). Domain penggunaan eufemisme murid SMP: Analisis pragmatik. Jurnal Bahasa dan Sastra, 17(2), 112–128. https://doi.org/10.24114/jbs.v17i2.32456
Rahman, F., & Budiman, A. (2024). Adaptasi sosiolinguistik murid SMP melalui penggunaan eufemisme. Linguistika: Jurnal Bahasa dan Sastra, 28(1), 34–49.
Sari, P., & Andayani. (2021). Eufemisme sebagai strategi mitigasi dalam tuturan murid SMP. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 19(2), 201–215. https://doi.org/10.26499/metalingua.v19i2.823
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis. Sanata Dharma University Press.
Uzdu Yıldız, F. (2021). Use of euphemisms in youth language. Journal of Language and Linguistic Studies, 17(SI 2), 1117–1128.
Wijayanti, R., & Nugroho, S. (2023). Perbedaan gender dalam penggunaan eufemisme murid SMP. Jurnal Linguistik Terapan, 13(2), 98–114. https://doi.org/10.25077/jlt.13.2.98-114
Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





