Peasant Social Movements and Agrarian Reform in North Sumatra: A Resource Mobilization Theory Perspective on the Struggle for Land Rights
DOI:
https://doi.org/10.55681/armada.v3i12.3244Keywords:
Agrarian Reform, Resource Mobilization Theory, Peasant Social Movement, Land Rights, North SumatraAbstract
Agrarian conflict remains one of the most persistent sources of social tension in North Sumatra, where former plantation concessions, transmigration settlements, and customary (adat) territories continue to generate disputes over land rights. This article examines how peasant communities and their allied organizations mobilize resources to sustain their struggle for agrarian reform in the province. Using Resource Mobilization Theory (RMT) as an analytical lens, the study draws on a qualitative literature and documentary review of scholarly publications, policy analyses, and case reports concerning agrarian movements in North Sumatra and comparable regions of Indonesia. The findings show that peasant movements mobilize four interlocking resource types (material, human, moral, and cultural-organizational) channeled through farmer associations, faith-based institutions, non-governmental intermediaries, and broader civil-society coalitions. These movements employ framing strategies, legal advocacy, and contentious collective action to press claims against both state agencies and corporate land users. Structural asymmetries in political and legal resources, however, continue to constrain the movements' bargaining position. The article concludes that sustainable agrarian reform in North Sumatra requires strengthening peasant organizational capacity and more inclusive, multi-stakeholder resource mobilization.
Downloads
References
Anshari, A., Amin, M., & Situmorang, T. P. (2024). Dampak konflik agraria terhadap kepercayaan politik petani di Sumatera Utara. Perspektif, 13(2), 426–435. https://doi.org/10.31289/perspektif.v13i2.11088
Asyifani, K. (2024). Contentious politics: Strategi internal dan eksternal mobilisasi gerakan sosial dalam koalisi. Jurnal Analisa Sosiologi, 13(3). https://doi.org/10.20961/jas.v13i3.79591
Azis, A. F., & Sayful, M. (2025). Vandalisme dan arus gerakan sosial: Pergerakan masyarakat Bara-Baraya dalam menolak penggusuran. Vox Populi, 8(1), 70–89. https://doi.org/10.24252/vp.v8i1.56803
Bora, Y., Saini, A. P. F., & Moonti, R. M. (2025). Penegakan prinsip keadilan sosial dalam redistribusi tanah melalui program reforma agraria: Telaah yuridis dan empiris. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, 2(3), 356–364. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i3.1125
Earlene, F., & Djaja, B. (2023). Implikasi kebijakan reforma agraria terhadap ketidaksetaraan kepemilikan tanah melalui lensa hak asasi manusia. Tunas Agraria, 6(2), 152–170. https://doi.org/10.31292/jta.v6i2.223
Earlene, F., & Sitabuana, T. H. (2024). Tanggung jawab negara terhadap hak masyarakat hukum adat di Pulau Rempang dalam perspektif HAM. Tunas Agraria, 7(2), 144–161. https://doi.org/10.31292/jta.v7i2.301
Hadi, G. S., Noviyanti, A. F., Fikri, M. I. A., & Zami, M. R. A. (2025). Gerakan pemuda era reformasi. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(3), 92–108. https://doi.org/10.62383/wissen.v3i3.970
Hamdhani, A. F., & Hadiyantina, S. (2025). Tanah untuk pasar: Neoliberalisme hukum dalam reforma agraria rezim Joko Widodo. Tunas Agraria, 8(1), 76–91. https://doi.org/10.31292/jta.v8i1.405
Hastuti, D., & Jabar, A. (2023). Evaluasi reforma agraria dalam penanggulangan konflik agraria di Kabupaten Jember. Citra Justicia: Majalah Hukum dan Dinamika Masyarakat, 24(1), 60–72. https://doi.org/10.36294/cj.v24i1.3191
Kudadiri, N. R., Simamora, Y. P., Sipahutar, Y. M., & Nainggolan, M. (2024). Peran gereja Protestan dalam gerakan keadilan sosial: Antara ajaran Injil dan realitas masyarakat Sumatera Utara. Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 2(2), 1157–1161. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i2.4215
Maharani, D. D., Addinari, S. S., & Muradi, M. (2025). Bandungbergerak dan perjuangan masyarakat Dago Elos terhadap hak atas tanah: Advokasi dan pemberdayaan oleh civil society. SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(4), 1367–1375. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i4.7046
Maulana, I. R., & Shohibuddin, M. (2024). Pengaruh gerakan petani terhadap trajectory perjuangan reforma agraria (Kasus Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor). Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 8(2), 49–61. https://doi.org/10.29244/jskpm.v8i02.1504
Medaline, O., & Moertiono, J. (2023). Legalisasi aset tanah transmigrasi dalam rangka penguatan reforma agraria di Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 10(1), 21–32. https://doi.org/10.31289/jiph.v10i1.8862
Nasrullah, A. M. A. (2025). Framing gerakan Islam urban dalam perspektif komunikasi Islam: Studi komparasi teori sosial menurut Charles Tilly, Alberto Melucci, Olivier Roy dan Asef Bayat. Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 9(2), 373–388. https://doi.org/10.58518/alamtara.v9i2.4313
Nuryasinta, R. K., & Pangestika, P. (2025). Legalitas aset dan manajemen lahan sebagai penguatan reforma agraria: Studi peningkatan kesejahteraan petani gurem. Tunas Agraria, 8(2), 236–251. https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.421
Pratama, D. M., Pratiwi, D., & Lestari, N. O. (2025). Konflik agraria dan keadilan ekologis: Tinjauan hukum atas hak masyarakat adat terhadap tanah ulayat. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(2), 10. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i2.5248
Pribadi, M. F., Hannaningdyah, R. A., Munif, M. A. U. A., Asmana, N. A. P., Niravita, A., & Fikri, M. A. H. (2025). Peran non-governmental intermediary dalam menjembatani petani dan pemerintah: Model kelembagaan baru untuk akselerasi reforma agraria. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik, 2(4), 163–181. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i4.1398
Rahman, R. A., & Winanti, A. (2025). Perlindungan hukum bagi pembeli hak atas tanah dalam sengketa warisan Siraso-Raso Sumatera Utara. Jurnal USM Law Review, 8(1), 47–64. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.9473
Riyadi, A., & An'Amta, D. A. A. (2023). WALHI dan #SaveMeratus (mobilisasi sumberdaya gerakan sosial). Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial, 1(1), 14–29. https://doi.org/10.20527/multikultural.v1i1.56
Saimar, H. A., Fendri, A., & Fatimah, T. (2024). Jalan terjal redistribusi tanah menuju pemerataan kepemilikan hak atas tanah di Kabupaten Pasaman. Tunas Agraria, 7(2), 183–200. https://doi.org/10.31292/jta.v7i2.299
Simamora, A. A., Purba, H., & Sembiring, R. (2025). Perlindungan hukum terhadap hak ulayat atas tanah masyarakat hukum adat Batak Toba di Desa Simardangiang, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(3), 1679–1690. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3.3792
Sinaga, S. S., & Fahadayna, A. C. (2024). Identifikasi illiberal peacebuilding di Indonesia: Manajemen konflik pasca otoritarian dalam sengketa lahan Sumatera Utara. Madani: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, 16(3), 344–361. https://doi.org/10.52166/madani.v16i03.8997
Sinurat, L. P. (2023). Gerakan agraria di Tapanuli Utara awal Orde Baru (1971–1979). Lembaran Sejarah, 18(2), 176. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.72576
Sopyan, A. A. P., & Sidipurwanty, E. (2024). Mengurai kompleksitas pemberdayaan tanah masyarakat: Pelajaran dari Gugus Tugas Reforma Agraria di Bangka Tengah. Tunas Agraria, 7(2), 201–220. https://doi.org/10.31292/jta.v7i2.296
Sumanto, L. (2023). Dinamika reforma agraria dalam sejarah, konsep dan implementasi. Jurnal Hukum Nawasena Agraria, 1(1), 39–48. https://doi.org/10.25105/jhna.v1i1.16588
Totona, S., Sitepu, B. B., & Agustiani, Y. P. (2025). Negara, korporasi dan gerakan perlawanan petani atas perampasan tanah. Jurnal Insani, 12(1), 1–19. https://doi.org/10.37365/insani.v12i1.546
Umar, M. H., Suwarti, & Papuluwa, N. K. (2023). Analisis ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah pasca reforma agraria di Indonesia. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(11), 6479–6490. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i11.13918
Wiranata, I. M. A. (2023). Makna menjadi aktivis gerakan hak-hak disabilitas di Bali: Studi fenomenologis tentang pengalaman aktivis gerakan sosial. Jurnal HAM, 14(2), 123–136. https://doi.org/10.30641/ham.2023.14.123-136
Wiryani, F., & Najih, M. (2023). Konflik agraria: Sebuah refleksi hak menguasai negara atas tanah. Widya Yuridika, 6(3), 519. https://doi.org/10.31328/wy.v6i3.4850
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





