Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Sosial Terhadap Profesionalisme Guru Melalui Budaya Organisasi Sebagai Variabel Intervening

Authors

  • Fakhrudin Ultsa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Yayat Ruhiat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
  • Tri Sayekti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i7.3043

Keywords:

Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Sosial, Budaya Organisasi, Profesionalisme Guru

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik dan sosial terhadap profesionalisme guru dengan budaya organisasi sebagai variabel intervening pada SMA Pesantren Unggul Al-Bayan Anyer dan Cibadak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori terhadap 60 guru yang dipilih melalui proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan SEM-PLS berbantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh positif dan signifikan terhadap profesionalisme guru (β=0,617; p=0,000) dan budaya organisasi (β=0,481; p=0,000). Kompetensi sosial berpengaruh signifikan terhadap budaya organisasi (β=0,414; p=0,001), tetapi tidak terhadap profesionalisme guru (β=0,063; p=0,543). Budaya organisasi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap profesionalisme guru serta tidak mampu memediasi kedua hubungan tersebut. Nilai R-square sebesar 0,773 menunjukkan bahwa model memiliki daya jelas yang kuat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Burhanuddin, Supriyanto, A., & Eka, A. (2018). Budaya Organisasi: Concept, implementation, and measurement modeling based on development research at school contexts (1 ed.). Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Cohen, J. (1988). Statistical Power Analysis for the Behavioral Sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Dahl, K. K. B. (2024). ‘Doubly situated teacher professionalism’: School culture, personal narrations and becoming a teacher in Danish schools. International Journal of Educational Development, 107, 103047. doi:10.1016/j.ijedudev.2024.103047.

Ghozali, I., & Latan, H. (2015). Partial Least Squares: Konsep, teknik dan aplikasi menggunakan program SmartPLS 3.0. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

González-Fernández, R., Ruiz-Cabezas, A., Medina Domínguez, M. C., Subía-Álava, A. B., dan Delgado Salazar, J. L. (2024). Teachers’ teaching and professional competences assessment. Evaluation and Program Planning, 103, 102396. doi:10.1016/j.evalprogplan.2023.102396.

Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.

Kunandar. (2014). Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan sukses dalam sertifikasi guru. Rajawali Pers.

López-Martín, E., Expósito-Casas, E., Fernández-Suárez, A. P., dan Gutiérrez-de-Rozas, B. (2025). The competency profile of secondary-school teachers: Importance and development of teaching competencies. Studies in Educational Evaluation, 87, 101535. doi:10.1016/j.stueduc.2025.101535.

Maulia, N., Widayatsih, T., dan Nurlina, N. (2023). The influence of the principal’s supervision and teacher’s pedagogical competence on teacher’s performance. Journal of Social Work and Science Education, 4(3), 852–862. doi:10.52690/jswse.v4i3.626.

Mulyasa, E. (2019). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. PT Remaja Rosdakarya.

Nguyen, D., Pietsch, M., dan Gümüş, S. (2021). Collective teacher innovativeness in 48 countries: Effects of teacher autonomy, collaborative culture, and professional learning. Teaching and Teacher Education, 106, 103463. doi:10.1016/j.tate.2021.103463.

Rahmi, I., dan Rassanjani, S. (2025). Enhancing teacher quality in Indonesia: The impact of teacher professional development on achieving Sustainable Development Goal 4.c. Social Sciences & Humanities Open, 12, 102123. doi:10.1016/j.ssaho.2025.102123.

Reinius, H., Hakkarainen, K., Juuti, K., dan Korhonen, T. (2024). Teachers’ perceived opportunity to contribute to school culture transformation. Journal of Educational Change, 25, 369–391. doi:10.1007/s10833-023-09496-4.

Rifdah, S., Hasan, A., & Ubaidillah. (2022). Buku Ajar Budaya Organisasi (M. Tanzil, Ed.; 1 ed.). UMSIDA Press.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (17th ed.). Pearson Education.

Sabilah, F., dan Andini, T. M. (2024). Enhancing teachers’ teaching performance through social and personality competencies. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 9(2), 629–646. doi:10.24042/tadris.v9i2.24401.

Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership (4th ed.). Jossey-Bass.

Shulman, L. (1987). Those who understand: Knowledge growth in teaching. Educational Researcher, 15(2), 4–14.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tuala, R. P., Ikbal, I., dan Fadillah, M. K. (2024). Towards the professionalism excellence of teachers: Curriculum management transformation. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(3), 916–928. doi:10.33650/al-tanzim.v8i3.8187.

Tzafilkou, K., Perifanou, M., dan Economides, A. A. (2023). Assessing teachers’ digital competence in primary and secondary education: Applying a new instrument to integrate pedagogical and professional elements for digital education. Education and Information Technologies, 28, 16017–16040. doi:10.1007/s10639-023-11848-9

Umam, K. (2022). Relasi Kepemimpinan dan Budaya Organisasi (M. Ali, Ed.; 1 ed.). CV Pustaka Ilmu Group.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Ultsa, F., Ruhiat, Y., & Sayekti, T. (2026). Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Sosial Terhadap Profesionalisme Guru Melalui Budaya Organisasi Sebagai Variabel Intervening. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(7), 2859–2866. https://doi.org/10.55681/armada.v4i7.3043