Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Agresi Pelaku Tawuran di Desa X dan Desa Y

Authors

  • Della Wardhani Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus, Indonesia
  • Mochamad Widjanarko Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i7.2906

Keywords:

Perilaku Agresi, Tawuran Antar Desa, Konflik Antar Kelompok

Abstract

Tawuran antar desa merupakan bentuk konflik kolektif yang melibatkan dua kelompok dengan nilai dan sejarah konflik yang telah mengakar dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku agresi pelaku tawuran antar Desa X dan Desa Y di Jepara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap tiga informan pelaku tawuran, kemudian dianalisis menggunakan teknik koding serta uji kredibilitas melalui triangulasi rekan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresi dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu sosial, personal, kebudayaan, situasional, dan media massa. Faktor sosial menjadi faktor dominan melalui provokasi kelompok, konflik historis, konsumsi alkohol, dan solidaritas kelompok. Faktor personal berkaitan dengan rendahnya regulasi emosi, sedangkan faktor budaya memperkuat persepsi mengenai harga diri kelompok. Faktor situasional dan media massa turut meningkatkan agresivitas melalui pemicu lingkungan dan reproduksi konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku agresi merupakan hasil interaksi kompleks berbagai faktor sehingga diperlukan strategi pencegahan yang komprehensif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aji, D. U. (2022). Warga Jepara tewas dalam tawuran usai nonton dangdut. Detik.com. https://www.detik.com/jateng/hukum-dan-kriminal/d-6079506/warga-jepara-tewas-dalam-tawuran-usai-nonton-dangdut

Amili, H. (2013). Analisis kriminologi terhadap kasus tawuran antar desa Lobu dan Moutong Timur di wilayah Kecamatan Moutong Sulawesi Tengah (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Negeri Gorontalo.

Atkinson, R. L., Atkinson, R. C., Smit, E. E., & Bem, D. J. (2010). Pengantar psikologi jilid II. Tangerang: Interkasara.

Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial (10th ed.). Jakarta: Erlangga.

Belgrave, F. Z., Nguyen, A. B., Johnson, J. L., & Hood, K. (2011). Who is likely to help and hurt? Profiles of African American adolescents with prosocial and aggressive behavior. Journal of Youth and Adolescence, *40*(8), 1012-1024.

Bettencourt, B. A., Talley, A., Benjamin, A. J., & Valentine, J. (2006). Personality and aggressive behavior under provoking and neutral conditions: A meta-analytic review. Psychological Bulletin, *132*(5), 751-777.

Bushman, B. J., & Cooper, H. M. (1990). Effects of alcohol on human aggression: An integrative research review. Psychological Bulletin, *107*(3), 341- 354. https://doi.org/10.1037/0033-2909.107.3.341

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Densley, J., & Peterson, J. (2018). Group aggression. Current Opinion in Psychology, *19*, 43- 48. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2017.03.031

Durkheim, E. (1893). The division of labor in society. New York: Free Press.

Festinger, L., Pepitone, A., & Newcomb, T. (1952). Some consequences of de-individuation in a group. Journal of Abnormal and Social Psychology, *47*(2), 382-389.

Guest, G., Bunce, A., & Johnson, L. (2006). How many interviews are enough? An experiment with data saturation and variability. Field Methods, *18*(1), 59-82.

Guswani, A. M., & Kawuryan, F. (2011). Perilaku agresi pada mahasiswa ditinjau dari kematangan emosi. Jurnal Psikologi Pitutur, *1*(2), 1-10.

Hadi, W. (2019). Peranan Satuan Binmas dalam mencegah perang suku di Distrik Kwamki Narama. Jurnal Ilmu Kepolisian, *13*(3), 11-20.

Herdiansyah, H. (2012). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Laksana, D. J. L. L., & Syafiq, M. (2021). Perilaku agresi pada anggota organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Character Jurnal Penelitian Psikologi, *8*(1), 154-160.

Lubis, L. N. (2009). Depresi: Tinjauan psikologis. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Morse, J. M. (1994). Designing funded qualitative research. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), Handbook of qualitative research (pp. 220-235). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Neuman, W. L. (2003). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (5th ed.). Boston: Pearson Education, Inc.

Nazaruddin, A. (2022, 18 Mei). Kapolres Jepara jelaskan kematian FR warga Desa Y. AntaraJateng.com. https://jateng.antaranews.com/berita/448645/kapolres-jepara-jelaskan-kematian-fr-warga-desa-Y

Nursanti, I. A., & Pudjibudojo, J. K. K. (2021). Damai atau perang? Faktor-faktor penyebab perilaku agresi pada budaya perang suku masyarakat tradisional di Papua. Jurnal Diversita, *7*(1), 121-132. https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4567

Perdana, P. (2005). Perkelahian antar warga desa: Studi kasus di Dukuh Pamulihan dan Dukuh Sekardoja Desa Pamulihan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Negeri Semarang.

Ramadani, M. S., Afriyeni, N., & Amenike, D. (2022). Description of aggression behavior on student that involved in mass brawl at SMK Y Padang City. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, *1*(8), 1557-1566.

Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Setiawan, M. Y. (2022, Juni 2). Setelah pemudanya terlibat perkelahian, Desa Y dan X di Jepara jalinrekonsiliasi. TribunMuria.com. https://muria.tribunnews.com/2022/06/02/setela pemudanya-terlibat-perkelahian-desa-Y-dan-X-di-jepara-jalin-rekonsiliasi

Steele, C. M., & Josephs, R. A. (1990). Alcohol myopia: Its prized and dangerous effects. American Psychologist, *45*(8), 921-933.

Sujarwo, & Solikha, A. (2019). Fenomena tawuran antar warga: Studi kasus di Kramat Pulo Gundul Johar Baru Jakarta Pusat. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, *18*(2), 225-241.

Susantyo, B. (2016). Lingkungan dan perilaku agresif individu. Sosio Informa, *3*(1), 45-58.

Tajfel, H., & Turner, J. C. (1979). An integrative theory of intergroup conflict. In W. G. Austin & S. Worchel (Eds.), The social psychology of intergroup relations (pp. 33-47). Monterey, CA: Brooks/Cole.

Tentama, F. (2012). Perilaku agresif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Walker, J. S., & Bright, J. A. (2009). False inflated self-esteem and violence: A systematic review and cognitive model. The Journal of Forensic Psychiatry & Psychology, *20*(1), 1- 32. https://doi.org/10.1080/14789940802280661

Wijaya, H., Santoso, R., Purnama, D., & Lestari, M. (2021). Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku agresif pada mahasiswa di Jakarta. Jurnal Psikologi Sosial, *19*(2), 112-125.

Zimbardo, P. G. (1969). The human choice: Individuation, reason, and order versus deindividuation, impulse, and chaos. In W. J. Arnold & D. Levine (Eds.), Nebraska Symposium on Motivation (Vol. 17, pp. 237-307). Lincoln: University of Nebraska Press.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Wardhani, D., & Widjanarko, M. (2026). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Agresi Pelaku Tawuran di Desa X dan Desa Y. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(7), 2495–2504. https://doi.org/10.55681/armada.v4i7.2906