Islamic Educational Thought and Challenges of The Revolution Industry 4.0 and Society 5.0
DOI:
https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2837Keywords:
Islamic Educational Thought, Industrial Revolution 4.0, Society 5.0, Integration of Knowledge, CharacterAbstract
The rapid development of the Industrial Revolution 4.0, driven by digitalisation, artificial intelligence, and Big Data, together with the emergence of human-centred Society 5.0, requires a fundamental transformation of Islamic education. This study aims to analyse the epistemological, axiological, pedagogical, socio-cultural, and economic challenges faced by Islamic educational institutions in responding to digital technology disruption, and to formulate integrative-contextual solutions. This research used a descriptive qualitative approach through library research. Data were analysed critically and philosophically using content analysis of classical and contemporary Islamic educational thought. The findings show four latent problems that hinder the acceleration of Islamic education, namely cultural lag, second-class stigma, the dichotomy of sciences, and dualism in educational policy. The study proposes knowledge integration through an integrative-interconnected paradigm, adab-based character strengthening, digital tarbiyah, innovative learning methods, and adaptive curriculum reconstruction. Tawazun, Ulul Albab, and Iqra’ serve as theological foundations for developing intellectually excellent, technologically adaptive, spiritually strong, and morally noble Muslim generations.
Downloads
References
Abdullah, a. (2016). Rekonstruksi metodologi studi agama dalam masyarakat multikultural dan multireligius. Al-jami'ah, 54(1), 1–34.
Abdullah, m. A. (2012). Islamic studies di perguruan tinggi: pendekatan integratif-interkonektif. Pustaka pelajar.
Ahmad tafsir. (2012). Ilmu pendidikan dalam perspektif islam. Remaja rosdakarya.
Ainal mardhiah. (2023). Strategi pembelajaran materi pendidikan agama islam di era digital. Magenta.
Al-attas, s. M. N. (1993). Islam and secularism. Istac.
Al-attas, s. M. N. (1999). The concept of education in islam. Istac.
Al-faruqi, i. R. (1989). Islamization of knowledge: general principles and work plan. Iiit.
An-nahlawi, a. (1999). Ushul al-tarbiyah al-islamiyyah wa asalibuha. Dar al-fikr.
Apjii. (2024). Survei penetrasi dan perilaku pengguna internet indonesia 2024. Apjii.
Arif, k. (2011). Teknologi pembelajaran pai (pendidikan agama islam) dalam paradigma konstruktivistik. Jurnal fikroh, 4(2).
Arif, r. (2019). Pendidikan islam di era revolusi industri 4.0. Komojoyo press. Https://doi.org/10.5281/zenodo.3376797
Azra, a. (2012). Pendidikan islam: tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium iii. Kencana.
Bakar, o. (2008). Tawhid and science: islamic perspectives on religion and science. Arah publications.
Barizi, a. (2011). Pendidikan integratif: akar tradisi dan integrasi keilmuan pendidikan islam. Uin maliki press.
Daradjat, z. (2017). Ilmu pendidikan islam. Bumi aksara.
Daulay, h. P. (2014). Pendidikan islam dalam perspektif filsafat. Kencana.
Dhofier, z. (2015). Tradisi pesantren: studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan indonesia. Lp3es.
Indianto, d. (2019). Pendidikan agama islam dalam revolusi industri 4.0. Prosiding seminar nasional prodi pai ump tahun 2019.
Kagermann, h., wahlster, w., & helbig, j. (2013). Recommendations for implementing the strategic initiative industrie 4.0. Acatech.
Kartanegara, m. (2005). Integrasi ilmu: sebuah rekonstruksi holistik. Arasy mizan.
Kementerian agama ri. (2020). Kebijakan modernisasi madrasah 2020–2024. Kemenag.
Kementerian agama ri. (2024). Survei kompetensi digital guru madrasah 2023. Kemenag.
Kementerian komunikasi dan informatika ri. (2024). Survei literasi digital nasional 2023. Kominfo.
Kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. (2023). Panduan pengasuhan digital. Kemen pppa.
Khadijah, n. (2011). Psikologi pendidikan. Grafika telindo press.
Kpai. (2024). Laporan tahunan komisi perlindungan anak indonesia 2023. Kpai.
Kusnandar, a. (2019). Revolusi industri 1.0 hingga 4.0. Diakses dari http://www.katadata.co.id
Maarif, a. S. (2015). Islam dalam bingkai keindonesiaan dan kemanusiaan. Mizan.
Madjid, n. (2013). Bilik-bilik pesantren: sebuah potret perjalanan. Paramadina.
Majid, a. (2017). Pendidikan karakter perspektif islam. Remaja rosdakarya.
Majid, a., & andayani, d. (2005). Pendidikan agama islam berbasis kompetensi: konsep dan implementasi kurikulum 2004. Remaja rosdakarya.
Mastuhu. (2014). Dinamika sistem pendidikan pesantren. Inis.
Mastuki. (2016). Kebangkitan santri: cakrawala baru pendidikan islam. Pustaka compass.
Muhaimin. (2009). Rekonstruksi pendidikan islam: dari paradigma pengembangan, manajemen kelembagaan, kurikulum hingga strategi pembelajaran. Raja grafindo persada.
Muhaimin. (2013). Rekonstruksi pendidikan islam. Raja grafindo persada.
Muhaimin. (2014). Pengembangan kurikulum pendidikan agama islam. Raja grafindo persada.
Muslikh. (2024). Tantangan pendidikan islam di era society 5.0. Al-mau'izhoh, 6(2).
Nashuddin. (2021). Tantangan ilmu pendidikan islam di era revolusi industri 4.0. Sanabil.
Nata, a. (2010). Ilmu pendidikan islam. Kencana prenada media group.
Nata, a. (2012). Manajemen pendidikan: mengatasi kelemahan pendidikan islam di indonesia. Kencana.
Nata, a. (2016). Ilmu pendidikan islam. Kencana.
Nevira, a. J., sari, h. P., putri, l. A., & putri, r. (2025). Transformasi pendidikan islam di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0: antara tantangan dan peluang. Jurnal al-ikhlas, 2(1), 1–20.
Nugroho, m. A., & anwar, m. F. (2018). Kompetensi digital guru pendidikan agama islam dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Jurnal penelitian pendidikan islam, 13(2), 275–296.
Pewangi, m. (2017). Tantangan pendidikan islam di era globalisasi. Tarbawi, 1(1), 288–575.
Priatmoko, s. (2018). Urgensi pendidikan islam dalam keluarga. Ta'lim, 11(1), 117. Https://doi.org/10.32505/at.v11i1.531
Pristian hadi putra. (2019). Tantangan pendidikan islam dalam menghadapi society 5.0. Jurnal islamika: jurnal ilmu-ilmu keislaman, 19(2), 99–110.
Rahim, h. (2013). Arah baru pendidikan islam di indonesia. Logos.
Rahman, f. (1982). Islam and modernity: transformation of an intellectual tradition. University of chicago press.
Rembangy, m. (2010). Pendidikan transformatif: pergulatan kritis merumuskan pendidikan di tengah pusaran arus globalisasi. Teras.
Rosidin. (2016). Problematika pendidikan islam perspektif maqasid shari'ah. Maraji': jurnal studi keislaman, 3(1), 186.
Salahuddin, m. (2019). Pengembangan kompetensi digital guru madrasah. Jurnal pendidikan islam, 8(2), 55–78.
Samrin. (2017). Pendidikan islam di era globalisasi (peluang & tantangan). Shautut tarbiyah, 23(36), 4–5.
Saputro, f. A. (2018, 2 mei). Mendikbud ungkap cara hadapi revolusi 4.0 di pendidikan. Republika.co.id. Https://www.republika.co.id/berita/pendidikan/education/18/05/02/p8388c430-mendikbud-ungkap-cara-hadapi-revolusi-40-di-pendidikan
Schwab, k. (2016). The fourth industrial revolution. World economic forum.
Setiawan, d., & lenawati, m. (2020). Peran dan strategi perguruan tinggi dalam menghadapi era society 5.0. Journal of computer, information system & technology management, 3(1), 3.
Shihab, m. Q. (2002). Tafsir al-misbah: pesan, kesan, dan keserasian al-qur'an (vol. 2). Lentera hati.
Siradj, s. A. (2014). Pesantren masa depan. Pustaka hidayah.
Steenbrink, k. A. (2013). Pesantren, madrasah, sekolah: pendidikan islam dalam kurun modern. Lp3es.
Suhandak. (2021). Memperkuat eksistensi pendidikan islam di era society 5.0. Proceeding international seminar on islamic education and peace, 1.
Suprayogo, i. (2014). Pendidikan berparadigma al-qur'an. Uin malang press.
Sutrisno & albarobis, m. (2012). Pendidikan islam berbasis problem sosial. Ar-ruzz media.
Suwardana, h. (2017). Revolusi industri 4.0 berbasis revolusi mental. Jati unik, 1(2), 102–110.
Tafsir, a. (2014). Ilmu pendidikan dalam perspektif islam. Remaja rosdakarya.
Tholkhah, i., & barizi, a. (2014). Membuka jendela pendidikan. Raja grafindo persada.
Thoriquttya, t., ahsin, n., & khasbulloh, m. N. (n.d.). Rekonsiliasi sisi ‘sakralitas’ dan ‘profanitas’: antara pendidikan islam dan revolusi industri 4.0. Prosiding seminar lp3: universitas negeri malang.
Tolchah, m. (2019). Problematika pendidikan agama islam dan solusinya. Jurnal tarbiyatuna, 10(2), 35–56.
Ulil albab al jawad, muhammad sidek, indria nur, sukman sappe, & muhammad huzain. (2024). Respon pendidikan islam di era revolusi industri 4.0. Jurnal pendidikan tambusai, 8(1), 11248–11254.
Ulwan, a. N. (2015). Tarbiyatul aulad fil islam (jamaluddin miri, terj.). Pustaka amani.
Undang-undang republik indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.
Van bruinessen, m. (2015). Kitab kuning, pesantren, dan tarekat. Gading publishing.
Velly, v., rahman, a., alharbi, a., & awan, n. (2025). Islamic education 4.0: rethinking moral and religious learning for a socially conscious generation. Tarbiya: journal of education in muslim society, 12(1), 39–62. Https://doi.org/10.15408/tjems.v12i1.46161
Wan daud, w. M. N. (1998). The educational philosophy and practice of syed muhammad naquib al-attas. Istac.
Yenny puspita, dkk. (2020). Selamat tinggal revolusi industri 4.0 selamat datang revolusi industri 5.0. Prosiding seminar nasional pendidikan program pascasarjana universitas pgri palembang, 10 januari, 122–123.
Zainuddin, m. (2011). Paradigma pendidikan islam holistik. Ulumuna, 15(1), 73–98.
Zarkasyi, h. F. (2020). Worldview islam dan tantangan era digital. Islamia, 14(2), 23–45.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





