Analisis Maqashid Syari’ah Pembagian Harta Waris Melalui Wasiat Wajibah Kepada Nonmuslim Perspektif Quran Dan Hadis

Authors

  • Dedi Supriadi Universitas Dharma Indonesia
  • Ahmad Hasan Ridwan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Iman Alirahman Universitas Dharma Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i7.2811

Keywords:

Maqashid Syari’ah, Harta Waris, Wasiat Wajibah, Nonmuslim

Abstract

Penelitian ini membahas kedudukan ahli waris non-Muslim dalam pembagian harta melalui wasiat wajibah berdasarkan perspektif tafsir, hadis, dan hukum Islam kontemporer. Masalah utama muncul karena ketentuan waris Islam membatasi hubungan kewarisan antara Muslim dan non-Muslim, sementara praktik peradilan menunjukkan adanya pemberian bagian harta kepada ahli waris non-Muslim melalui wasiat wajibah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pendapat ulama tentang wasiat wajibah berkaitan dengan penerapan konsep nasakh-mansukh terhadap QS. Al-Baqarah ayat 180 serta QS. An-Nisa ayat 11 dan 12. Pembagian harta kepada non-Muslim melalui wasiat wajibah tidak diposisikan sebagai warisan, tetapi sebagai pemberian harta yang memiliki dasar kemaslahatan. Karena itu, praktik tersebut dapat dibenarkan sepanjang tidak melanggar prinsip dasar kewarisan Islam. Berdasarkan pendekatan Maqashid Shari’ah Jasser Auda, wasiat wajibah kepada non-Muslim dapat mencerminkan keadilan, kesetaraan, dan kemaslahatan, sebagaimana terlihat dalam beberapa putusan pengadilan agama dan Mahkamah Agung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Amruzi M. Fahmi, 2014, Rwkonstruksi Wasiat Wajibah Dalam Kompilasi Hukum Islam, Yogyakarta: Aswaja presindo.

Al-Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Al-fiqih, Kairo: Maktabah Al-Da’wah Al-Islamiah, 1968.

Ash-Shiddieqy TM. Hasbi, 1973, Fiqhul Mawaris, Hukum-hukum Waris Dalam Syrai’at Islam, cet. Ke I, Jakarta: Bulan Bintang.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.

Auda, Jasser, Maqashid Syari’ah Al-syari’ah A Philishofi of Islamic Law: A System Aproach. London: TTT. 2008.

Auda, Jasser, Membumikan Hukum Islam Melalui Maqashid Syari’ah. Alih Bahasa: Rosidin dan ‘ Ali’ Abd-l Mun’im. Bandung: PT Mizan Pustaka. 2015.

Az-Zuhaili Wahbah, 2005, Tafsir Al-Munir: Akidah, Syaria’h dan Manhaj Jilid, Penerjemah Abdul Hayye AlKattani dkk, Jakarta: Gema Insani.

Budiono Rachmad, 1999, Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia, Bandung: Citra Adtya bakti.

Fawzi, R., Rojak, E. A., Mujahid, I., & Sahid, M. M. (2024). Legal discovery method for non-Muslim heirs as recipients of wasiat wajibah. Jurnal Hukum Islam, 22(1), 161-188. DOI: 10.28918/jhi.v22i1_6.

Hakim, M. L. (2024). Between hibah and waṣiat wājibah for non-Muslims: Expansive legal interpretations by Indonesian religious judges in inheritance cases. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 17(2), 147-166. DOI: 10.14421/ahwal.2024.17201.

Ibnu Katsir, Ad-dimasyqi Al-Imam Abdul Fida Ismai’l, 2001, Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 Al- Baqarah 142- S/d Al Baqarah 252, bandung: Sinar Baru Algensindo.

A. Karim Muchit, 2012, Problematika Hukum Kewarisan Kontemporer di Indonesia, Jakarta: Kementrian Agama RI, Badan Litbang dan Dikla, Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Raharjo, A. P., & Putri, E. F. D. (2019). Analisis pemberian wasiat wajibah terhadap ahli waris beda agama pasca Putusan Mahkamah Agung Nomor 331 K/Ag/2018. Jurnal Suara Hukum, 1(2), 172-185. DOI: 10.26740/jsh.v1n2.p172-185.

Rahman, A., Lohalo, G. O., Imširović, M., & Bin Paidi, Z. (2024). Compulsory testament: State intervention in the protection and fulfillment of human rights of non-Muslim heirs. Law Reform, 20(2), 301-328. DOI: 10.14710/lr.v20i2.64957.

Republik Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Setyawan, R., Witro, D., Busni, D., Kustiawan, M. T., & Syahbani, F. Z. M. (2024). Contemporary ijtihad deconstruction in the Supreme Court: Wasiat wajibah as an alternative for non-Muslim heirs in Indonesia. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 22(1), 25-40. DOI: 10.30984/jis.v22i1.2968.

Somawinata Yusuf, 2002, Fiqih Mawaris, Jakarta: Gaya Media Pratama.

Zainab, & Sudirman. (2023). Kajian yuridis penerapan wasiat wajibah kepada ahli waris non-Muslim dalam hukum waris di Indonesia. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 12(1).

Zubair, A., Latif, H., & Hariyanto, A. F. D. (2022). The construction of inheritance law reform in Indonesia: Questioning the transfer of properties through wasiat wājibah to non-Muslim heirs. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 6(1), 176-197. DOI: 10.22373/sjhk.v6i1.12628.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Supriadi, D., Hasan Ridwan, A., & Alirahman, I. (2026). Analisis Maqashid Syari’ah Pembagian Harta Waris Melalui Wasiat Wajibah Kepada Nonmuslim Perspektif Quran Dan Hadis. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(7), 2371–2380. https://doi.org/10.55681/armada.v4i7.2811