Interaksi Penggender dan Penyaron sebagai Praktik Kultural dalam Pakeliran Jawatimuran: Perspektif Cultural Studies

Authors

  • Muhammad Achlan Fauzi Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia
  • Slamet MD Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2642

Keywords:

Penggender, Penyaron, Karawitan Pakeliran Jawatimuran, Cultural Studies, Interaksi Musikal

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika interaksi musikal antara penggender dan penyaron dalam pertunjukan pakeliran Jawatimuran melalui sudut pandang cultures studies dengan pendekatan etnografi kritis. Interaksi kedua ricikan ini bukan sekadar fenomena musikal, melainkan representasi dari sistem sosial, transmisi pengetahuan, dan negosiasi kultural dalam tradisi pakeliran. Melalui analisis etnografis dan observasi partisipatif, penelitian ini menemukan bahwa interaksi penggender dan penyaron membentuk pola komunikasi musikal yang sarat dengan nilai-nilai komunalitas, hierarki pengetahuan, dan adaptasi kultural. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik musikal dalam karawitan pakeliran merupakan arena produksi makna kultural yang terus bernegosiasi dengan modernitas dan perubahan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bourdieu, P. (1977). Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press.

Christianto Rich, W. N. (2012). Nyalap-Nyaur: Model Tatakelola Pergelaran Wayang Jekdong Dalam Hajatan Tradisi Jawatimuran. HUMANIORA: Universitas Gadjah Mada, 24(2), 175–186.

Fauzi, M. A. (2024). Gender Penerus Dalam Karawitan Pakeliran Jawa Timuran Gaya Porong. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Giddens, A. (1991). Modernity and Self-Identity. Cambridge: Polity Press.

Hall, S. (1980). Cultural Studies: Two Paradigms. Media, Culture & Society, 2 (1), 57–72.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: SAGE Publications.

Kayam, U. (1981). Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Madison, D. (2012). Critical Etnography: Method, Ethics, and Performance. SAGE Publications.

Rahayu Supanggah. (2009). Bothekan Karawitan II.

Risnandar. (2018). Pelarasan Gamelan Jawa. " Promusika: Jurnal Pengkajian, Penyajian Dan Penciptaan Musik, Vol. 6 No. 2, 108–116.

Ristiono, J. (2018). FUNGSI GENDING AYAK WOLU PAKELIRAN WAYANG KULIT GAYA Jawatimuran Ki Surwedi. Institut Seni Indonesia Surakarta.

Small, C. (1998). Musicking: The Meanings of Performing and Listening. Hanover: Wesleyan Unversity Press.

Sumarsam. (1995). Gamelan: Cultural interaction and musical development in Central Java. In University of Chicago Press. University of Chicago Press.

Sutarno. (2011). Gaya Pedalangan Wayang Kulit Purwa Jawa serta Perubahannya. Mudra, Institut Seni Indonesia Denpasar, 2.

Udjang. (2013). Wayang Kulit Jawa Timuran Cengkok Malang: Karakteristik dan Penyebarannya. Bahasa Dan Seni, Vol. 41 No. 1.

Van Groenendael, V. M. C. (1987). Dalang Di Balik Wayang. Akarta: Pustaka Utama Grafiti.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Muhammad Achlan Fauzi, & Slamet MD. (2026). Interaksi Penggender dan Penyaron sebagai Praktik Kultural dalam Pakeliran Jawatimuran: Perspektif Cultural Studies . ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(6), 1876–1883. https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2642