Representasi Nilai Ekologis dalam Cerita Rakyat Digital Kabupaten Pacitan: Kajian Ekokritik Sastra Lawrence Buell

Authors

  • Wahyu Lestari Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Andayani Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Chafit Ulya Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2626

Keywords:

Nilai Ekologis, Cerita Rakyat, Ekokritik

Abstract

Manusia bergantung pada lingkungan sebagai penopang kehidupan. Namun, di era modern ini, dominasi manusia justru memicu kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan kesadaran ekologis yang dapat ditanamkan melalui analisis nilai ekologis dalam karya sastra, salah satunya melalui cerita rakyat. Sebagai bagian dari sastra lisan, cerita rakyat mengandung berbagai nilai kehidupan, termasuk nilai ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekologis yang terkandung dalam tiga cerita rakyat dari Kabupaten Pacitan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik sastra dan strategi analisis isi. Data diperoleh dari studi literatur dan teks cerita rakyat digital. Teknik pengumpulan datanya menggunakan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Pacitan mengandung nilai-nilai ekologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran ekologis akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Cerita rakyat ini dianalisis menggunakan empat konsep dari Lawrence Buell yang mencakup historikal elemen nonmanusia, legitimasi kepentingan elemen nonmanusia terhadap kepentingan manusia, dinamisasi alam, dan pertanggungjawaban manusia terhadap alam. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat Pacitan tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya tetapi juga sebagai media pendidikan ekologis yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afidah, R. L. N., & Berliana, B. (2023). Nilai Peduli Lingkungan dalam Cernak Petualangan Ifan di Taman Nasional Way Kambas Karya Ichvan Sofyan . Jurnal Bebasan , 10(2), 214–233. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.10275509

Akhadi, M. (2013). Ekologi Energi: Mengenali Dampak Lingkungan dalam Pemanfaatan Sumber-Sumber Energi. Graha Ilmu .

Ali, M. R., & Bahruddin, B. (2024). Representasi Nilai Ekologi dalam Cerpen Muna Masyari: Analisis Ekokritik. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17364

Amador-Cruz, F., Figueroa-Rangel, B. L., Olvera-Vargas, M., & Mendoza, M. E. (2021). A systematic review on the definition, criteria, indicators, methods and applications behind the Ecological Value term. Ecological Indicators, 129, 107856. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2021.107856

Cambah, T. M. (2022). Nilai Ekologis Dalam Upacara Mamapas Lewu Suku Dayak Ngaju. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 11(2), 269–281. https://doi.org/10.23887/jish.v11i2.40880

Damayanti, R., Fatimah, K., & Bahrudin, A. (2024). Kearifan lokal dalam Kumpulan Cerita dari Kota 1001 Goa: kajian antropologi sastra. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 7(2), 199–212. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i2.931

Danandjaya, J. (2007). Foklor Indonesia (Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain). Pustaka Utama Grafari.

Fauzi, I. A., & Muktadir, A. (2023). Analisis Nilai-Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Bengkulu Burung Berak Emas . Juridikdas: Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 6(2), 284–298. https://ejournal.unib.ac.id/juridikdasunib/article/view/13177

Glotfelty, C., & Fromm, H. (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press.

Hidayat, N., Ningsih, W., Halim, U., & Agustina, A. (2023). Media Sosial sebagai Social Engineering untuk Membentuk Mindset Masyarakat dalam Penyelamatan Lingkungan Hidup. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 17(2), 212. https://doi.org/10.35931/aq.v17i2.1975

Indiarti, W. (2017). Nilai-Nilai Pembentuk Karakter Dalam Cerita Rakyat Asal-Usul Watu Dodol. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 6(1), 26. https://doi.org/10.26499/jentera.v6i1.334

Khoerunnisa, N., Edy Suryanto, & Budi Waluyo. (2024). Kritik Ekologi Dalam Antologi Puisi Kekasih Teluk Karya Saras Dewi: Analisis Teori Lawrence Buell Sebagai Alternatif Materi Ajar Mengidentifikasi Makna Puisi yang Dibaca untuk Siswa SMA. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(1), 993–1009. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3423

Kittilä, S. (2020). Folklore as an evidential category. Folia Linguistica, 54(3), 697–721. https://doi.org/10.1515/flin-2020-2051

Kumar, A., Ahuja, D., Sharma, C., Thakur, S., & Chopra, J. (2025). Environmental Degradation and Its Consequences on Global Biodiversity. International Journal of Environmental Sciences, 3470–3477. https://doi.org/10.64252/5xwt1n45

Kusmana, S., & Nurzaman, B. (2021). Bahan Ajar Cerita Rakyat sebagai Perancah Pendidikan Karakter. Indonesian Language Education and Literature, 6(2), 351–362. DOI: https://doi.org/10.24235/ileal.v6i2.8778

Kusyani, D., Adelina Ray, S., Febriyana, M., & Ahyunnisa, D. (2025). Eksplorasi Kearifan Ekologis dalam Cerita Rakyat Putri Lopian dari Sumatera Utara: Perspektif Ekokritik. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1232–1241. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.21343

Mahsun. (2012). Metodologi Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. PT. Rajagrafindo Persada.

Mikkonen, J., & Raatikainen, K. J. (2024). Aesthetics in Biodiversity Conservation. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 82(2), 174–190. https://doi.org/10.1093/jaac/kpae020

Nabila, Z. A., & Putri, N. Q. H. (2025). Representasi Isu Lingkungan dalam Dongeng P5 Mengusir Mesin Raksasa Karya Rama Aji: Kajian Ekokritik Greg Garrard. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(2), 1580–1595. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5572

Naziyah, S., Akhwani, A., Nafiah, N., & Hartatik, S. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 3482–3489. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1344

Nursalim, M., Purwoko, B., Kristanto, A., & Sujarwanto. (2025). FIP UNESA Garda Depan Asta Cita dalam Dunia Pendidikan: Transformasi Inovasi PendidikanInklusif Berbasis Asta Cita MembangunGenerasi Emas 2045. CV. Haura Utama.

Oktem, M. (2003). City, Environment and Globalization . Alfa Publishing .

Pamungkas, S., Sudrajat, A. A., & Sudrajat, A. A. I. (2021). Kumpulan Cerita dari Kota 1001 Goa . Relasi Inti Media .

Purwadi. (2009). Foklor Jawa. Pura Pustaka Yogyakarta.

Rohman, A. S., Fitrahayunitisna, F., & Astawan, I. K. Y. (2022). Nilai Ekologis Cerita Rakyat Dewi Sri Dan Implikasinya Dalam Kehidupan Pragmatis Masyarakat Petani Jawa Timur. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 6(1), 86. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2022.006.01.7

Sari, R. C. (2019). Kajian Antropologi Sastra Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Cerita Rakyat Kabupaten Pacitan Serta Relevansinya Dengan Pembelajaran Sastra Di SMP. Universitas Sebelas Maret .

Setiartin, T., Hidayat, E. W., Mustofa, R. F., & Putra, A. W. (2024). Transformasi Cerita Rakyat ke Multimedia Interaktif: Inovasi Digital sebagai Bahan Ajar. Diksa : Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(2), 93–105. https://doi.org/10.33369/diksa.v10i2.37344

Setyawan, A., Suwandi, S., & Slamet, St. Y. (2017). Muatan Pendidikan Karakter Dalam Cerita Rakyat Di Pacitan. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2). https://doi.org/10.21831/jpk.v7i2.21778

Suprihono, A. E. (2021). Insert Media Studies: The Issue of Cinematography of Dance Posts on SocialMedia. Sense: Journal of Film and Television Studies, 4(1). https://doi.org/10.24821/sense.v4i1.5854

Sutopo, B., & Mustofa, A. (2015). Kearifan Lokal Dalam Cerita Rakyat Pacitan. Penerbit Oase Pustaka.

Suwandi, S., Yunus, A., Drajati, N. A., & Kurniawan, H. (2021). Bahasa Indonesia Berwawasan Literasi Ekologis (Ecoliteracy): Teori dan Strategi Membangun Generasi Literat . SIP Publishing.

Syarif, N. A., Tang, M. R., & Usman, U. (2021). Idealisasi Nilai Pendidikan Lingkungan dalam Novel Anak Rantau (Kajian Ekokritik). Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan, Pengajaran Dan Pembelajaran, 7(2), 306. https://doi.org/10.33394/jk.v7i2.3735

Thompson, S. (1977). The Folktale . University of California Press.

Tomar, R. (2021). Eco-Criticism: A Literary Approach to Nature. International Journal For Innovative Research In Multidisciplinary Field, 7(4), 175–177. https://www.ijirmf.com/wp-content/uploads/IJIRMF202104032.pdf

Wahid, M. E., Ain, R., Abdul Rahman, M. L., & Shamsul Ariffin, D. A. H. (2024). Digital Folk Literature as a Need for Educational Transformation: A Literary Narrative. International Journal of Academic Research in Progressive Education and Development, 13(4). https://doi.org/10.6007/IJARPED/v13-i4/24338

Wijaya, B. S., Feni Fitriani Putri Rozi, Sarach Respilia Sukma, & Kamilia Nadirah. (2024). Degradasi Lingkungan Dan Pembangunan Berkelanjutan: Efektivitas Kerja Sama Unep Dan Asean Dalam Mengatasi Permasalahan Lingkungan Hidup Di Asia Tenggara. Indonesian Journal of International Relations, 8(2), 375–391. https://doi.org/10.32787/ijir.v8i2.530

Yadav, C., & Sinha, J. (2024). Exploring the evolution of ecocriticism: A bibliometric study and literature review. Multidisciplinary Reviews, 7(12), 2024304. https://doi.org/10.31893/multirev.2024304

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Lestari, W., Andayani, & Chafit Ulya. (2026). Representasi Nilai Ekologis dalam Cerita Rakyat Digital Kabupaten Pacitan: Kajian Ekokritik Sastra Lawrence Buell . ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(6), 1831–1845. https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2626