Model Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Adat Badamai untuk Penanganan Perundungan di Sekolah: Dari Punitif ke Restoratif

Authors

  • Muhammad Kamil Ridha Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Marzuki Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Annisa Istiqomah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Roul Alvaro Prasetyo Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2596

Keywords:

Adat Badamai, Etnopedagogi, Keadilan Restoratif, Pendidikan Pancasila

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai Adat Badamai dalam kurikulum Pendidikan Pancasila serta merumuskan desain bahan ajar inovatif berbasis kearifan lokal untuk meminimalisir perilaku perndungan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif analitis melalui analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Adat Badamai yang meliputi musyawarah, pemaafan (baakuran), keadilan restoratif dan tanggung jawab kolektif (babaikan) dapat diintegrasikan secara strategis dalam kurikulum Pendidikan Pancasila melalui pendekatan infusi, bukan sekadar sebagai materi suplemen. Desain bahan ajar terdiri atas empat komponen sekuensial: Narasi kearifan lokal, laboratorium perdamaian (studi kasus), simulasi mediasi (role play), dan lembar refleksi baakuran, mengadopsi lima tahapan mediasi kultural: Identifikasi konflik, pertemuan mediasi, negosiasi dan musyawarah, kesepakatan damai, serta simbolisasi perdamaian. Berbasis etnopedagogi dan pembelajaran berbasis masalah, bahan ajar ini mentransformasi paradigma penanganan perundungan dari punitif menuju restoratif, sekaligus menjadikan siswa sebagai agen perdamaian yang berakar pada identitas budaya, guna memperkuat kebajikan kewarganegaraan pada dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Brata, D. N. P., Mahatmaharti, Rr. A. K., Istianingrum, R., Hasanudin, C., & Hadi, S. (2020). Developing pancasila and civic education (ppkn) based on local wisdom. Humanities & Social Sciences Reviews, 8(1), 768–773. https://doi.org/10.18510/hssr.2020.8192

Erviana, Y., & Faisal, V. I. A. (2022). Kearifan lokal lereng sindoro-sumbing dalam membangun profil pancasila anak usia dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6909–6923. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3501

Handayani, T., Mulyana, A., Solihah, C., Ramadani, A. S., Putri, K. A., & Setyowati, E. (2024). Social conflict resolution related to bullying cases through the deliberation system based on pancasila perspective. Semarang Law Review (SLR), 5(2), 190–202. https://doi.org/10.26623/slr.v5i2.10431

Hasan, A. (2015). Adat Badamai menurut undang-undang sultan adam dan implementasinya pada masyarakat banjar pada masa mendatang. Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 11(1), 15–38. https://doi.org/10.18592/al-banjari.v11i1.414

Ihsan, K. (2020). Konsep adat Badamai atas konflik dalam budaya banjar. Akrab Juara : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 5(4), 112–122. https://doi.org/10.58487/akrabjuara.v5i4.1331

Istianah, A., Darmawan, C., Sundawa, D., & Fitriasari, S. (2024). Peran Pendidikan Kebinekaan dalam Pendidikan Kewarganegaraan untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Damai. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(1), 15–29. https://doi.org/10.21067/jmk.v9i1.10192

Istianti, T., Maryani, E., & Maftuh, B. (2022). Traditional wisdom in cikondang traditional village: A study of sabilulungan’s value. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 7(1), 10–21. https://doi.org/10.21067/jmk.v7i1.6256

Karjono, A., Malau, P., & Ciptono, C. (2024). Penerapan keadilan restoratif justice dalam hukum pidana berbasis kearifan lokal. JURNAL USM LAW REVIEW, 7(2), 1035–1050. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9571

Lodi, E., Perrella, L., Lepri, G. L., Scarpa, M. L., & Patrizi, P. (2022). Use of restorative justice and restorative practices at school: A systematic literature review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(1), 96. https://doi.org/10.3390/ijerph19010096

Muzakir, M., & Suastra, W. (2024). Kearifan lokal suku sasak sebagai sumber nilai pendidikan di persekolahan: Sebuah kajian etnopedagogi. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 6(1), 84–95. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.6067

Nababan, R., Dharma, S., Siahaan, P. G., Junaidi, Fatimah, U., & Faudzi, W. S. D. bin M. (2025). Transforming civic education through nationalism projects to strengthen global diversity character in higher education. Jurnal Kewarganegaraan, 22(2), 160–179. https://doi.org/10.24114/jk.v22i2.65623

Perdana, G. M. R. P., Khairunnisa, K., Rahmiati, R., & Muslim, A. A. (2026). Badamai sebagai model penyelesaian sengketa berbasis kearifan lokal: Kajian efektivitas budaya hukum adat di kabupaten banjar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 16423–16427. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4815

Puryanto, S. (2025). Conflict resolution education model based on pikukuh (MPRKBP): A strategy to strenghthen local wisdom-based learning in schools. Journal of Education Culture and Society, 16(1), 985–1006. https://doi.org/10.15503/jecs2025.2.985.1006

Putra, M. F. A. W., & Gorda, A. A. A. N. T. R. (2024). Effectiveness of KPAI’s role in legal protection of children as victims of bullying crime. JUSTISI, 10(2), 257–272. https://doi.org/10.33506/js.v10i2.2837

Rochaeti, N., Prasetyo, M. H., & Park, J. H. (2023). Implementing of restorative justice to build the criminal justice system in indonesia: A study of the batak toba justice system. LAW REFORM, 19(2). https://doi.org/10.14710/lr.v19i2.53184

Safira, N. (2025). The Integrasi Nilai Hukum Adat Badamai Masyarakat Banjar dalam Perancangan Peraturan Daerah Kalimantan Selatan sebagai Implementasi Keadilan Restoratif. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(3), 1–15. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i3.2197

Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy apporach: A case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), 1–13. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e31370

Salmiati, Hambali, I., Muslihati, Wibawa, A. P., & Wan Jaafar, W. M. (2026). Revitalizing indigenous wisdom to prevent bullying: A qualitative ethnographic study of Bugis-Makassar cultural values in education. Social Sciences & Humanities Open, 13, 102342. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.102342

Santoso, R., & Wuryandani, W. (2020). Pengembangan bahan ajar PPKn berbasis kearifan lokal guna meningkatkan ketahanan budaya melalui pemahaman konsep keberagaman. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 229. https://doi.org/10.22146/jkn.56926

Sukarismanti, S., & Samsudin, S. (2021). Integrasi kearifan lokal dalam bahan ajar antropolinguistik sebagai upaya penguatan pemahaman dan karakter mahasiswa. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 3(5), 3339–3349. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i5.1253

Sukris, A., Hafidzi, A., Listiyani, N., Kolomoiets, T., & Khalid, A. (2025). Restorative justice principles in banjar customary inheritance disputes: A normative analysis of out-of-court settlement institutions through adat Badamai. El-Mashlahah, 15(2), 415–436. https://doi.org/10.23971/el-mashlahah.v15i2.10047

Yuliatin, Y., Jahiban, M., & Haslan, M. M. (2019). Pembelajaran PPKn berbasis kearifan lokal untuk internalisasi nilai karakter. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 2(4), 466–471. https://doi.org/10.29303/jppm.v2i4.1513

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Muhammad Kamil Ridha, Marzuki, Annisa Istiqomah, & Roul Alvaro Prasetyo. (2026). Model Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berbasis Adat Badamai untuk Penanganan Perundungan di Sekolah: Dari Punitif ke Restoratif. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(6), 1792–1802. https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2596