Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah yang Terancam Punah Bagi Kalangan Generasi Z

Authors

  • Baiq Yulia Kurnia Wahidah Institut Pendidikan Nusantara Global, Indonesia
  • Wahidatul Murtafi'ah Institut Pendidikan Nusantara Global, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2461

Keywords:

Strategi Revitalisasi, Bahasa Daerah, Generasi Z

Abstract

Bahasa daerah mulai mengalami pergeseran di kalangan Generasi Z, hal ini terjadi karena meningkatnya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing di dalam interaksi sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan strategi revitalisasi bahasa daerah bagi Generasi Z. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasio dari penelitian menunjukkan adanya pergeserab penggunaan bahasa daerah bagi Generasi Z yang ada di lingkungan keluarga, dominasi konten digital yang berbasis bahasa Indonesia dan bahasa Asing. Berdasarkan temuan dari peneliti, revitalisasi bahasa daerah bagi Generas Z dapat melalui Langkah (1) gamifikasi berbasis ponsel untuk mengubah proses akuisisi bahasa menjadi kompetisi interaktif, (2) normalisasi bahasa daerah melalui produk budaya populer seperti Webtoon dan Avatar Virtual (Vtuber). Pelestarian bahasa daerah saat ini tidak hanya dapat dikembangkan pada ruang akademik, melainkan bagaiman kemampuan transformasi menjadi social currency pada Generasi Z dan seterusnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020. Badan Pusat Statistik Republik

Indonesia. bps.go.id

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Crystal, D. (2000). Language death. Cambridge University Press. doi.org

Danet, B., & Herring, S. C. (Eds.). (2007). The multilingual Internet: Language, culture, and communication online. Oxford University Press.

Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Multilingual Matters.

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Doubleday.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2025). Data kajian vitalitas bahasa daerah di Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. kemdikbud.go.id

Lanza, E., & Svendsen, B. A. (2020). Dialect, identity, and digital media among youth in urban spaces. International Journal of Bilingualism, 24(4), 712–728. doi.org

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods (3rd ed.). SAGE Publications.

Spolsky, B. (2004). Language policy. Cambridge University Press. doi.org

Wahidah. Yulia Kurnia. 2023. Pengaruh Bahasa Pertama (Bahasa Sasak) terhadap Perkembangan Bahasa Anak dalam Lingkungan Keluarga di Desa Berinding. Jurnal Memace. Vol. 01 No. 03, (hal. 97-110).

Wahidah, Yulia Kurnia. Dkk. 2025. Variasi Bahasa Para Konten Kreator di Media Sosial Facebook. Jurnal Stilistika. Vol. 18. N0. 02.

Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2015). An introduction to sociolinguistics (7th ed.). Wiley Blackwell.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Wahidah, B. Y. K., & Murtafi'ah, W. (2026). Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah yang Terancam Punah Bagi Kalangan Generasi Z. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(6), 1594–1599. https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2461