Sejarah Pembuatan Kain Tenun Ikat Motif Analangi pada Masyarakat Desa Anarae Kecamatan Ndao Nuse

Authors

  • Sanjel Djoh Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Djakariah Universitas Nusa Cendana, Indonesia
  • Sarlota Nona Sipa Universitas Nusa Cendana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2377

Keywords:

Sejarah, Tenun Ikat, Motif Analangi, Budaya Lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah, proses pembuatan, dan makna kain tenun ikat motif Analangi pada masyarakat Desa Anarae, Kecamatan Ndao Nuse. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai berkurangnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai budaya tenun ikat tradisional. Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kain tenun ikat motif Analangi memiliki nilai budaya, sosial, dan filosofis yang penting bagi masyarakat Desa Anarae. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional dan diwariskan secara turun-temurun. Motif Analangi juga menjadi simbol identitas budaya serta penghormatan terhadap leluhur. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pelestarian budaya tenun ikat di masyarakat.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bani, Y. L. (2021). Revitalisasi motif tradisional tenun ikat di Desa Anarae. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(3), 201–215.

Budhisantoso, S. (2008). Tenun ikat Indonesia: Nilai budaya dan perkembangannya. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Kartiwa, S. (2007). Tenun ikat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Margono. (2009). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ndolu, M. L. (2020). Peran kain tenun ikat motif Analangi dalam upacara adat di Pulau Ndao. Prosiding Seminar Nasional Budaya Nusantara, 2(1), 77–89.

Pudjiastuti, T. (2002). Makna simbolik motif tenun ikat tradisional Nusa Tenggara Timur. Jurnal Humaniora, 14(2), 123–135.

Salma, S., Eskak, M., & Wibowo, A. (2016). Kain tenun ikat tradisional Nusa Tenggara Timur: Kajian motif dan nilai filosofisnya. Jurnal Seni dan Budaya, 8(1), 45–57.

Setiawan, A., & Suwarningdyah, R. N. (2014). Tenun ikat sebagai warisan budaya Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Djoh, S., Djakariah, & Sarlota Nona Sipa. (2026). Sejarah Pembuatan Kain Tenun Ikat Motif Analangi pada Masyarakat Desa Anarae Kecamatan Ndao Nuse. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(6), 1429–1434. https://doi.org/10.55681/armada.v4i6.2377