Peran Perpustakaan Kelurahan Kereng Bangkirai dalam Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literasi
Keywords:
Perpustakaan Kelurahan, Literasi, Pemberdayaan Masyarakat, Peran PerpustakaanAbstract
Penguatan budaya literasi masyarakat menjadi agenda penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan kelurahan memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran, penyedia informasi, dan sarana pemberdayaan sosial berbasis literasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Perpustakaan Kelurahan Kereng Bangkirai dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis literasi di Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas lurah, pengelola perpustakaan, dan masyarakat pengguna layanan perpustakaan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Kelurahan Kereng Bangkirai telah berfungsi sebagai sarana literasi melalui penyediaan bahan bacaan, ruang belajar, dan kegiatan sosial edukatif. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan fasilitas, minimnya koleksi buku, rendahnya kunjungan masyarakat, kurangnya program literasi berkelanjutan, dan terbatasnya dukungan anggaran. Penelitian ini menegaskan bahwa perpustakaan kelurahan berpotensi menjadi media pemberdayaan masyarakat jika didukung kolaborasi pemerintah, masyarakat, sekolah, dan komunitas literasi.
Downloads
References
Damayanti, D., Prasetyo, A., & Lestari, R. (2021). Peran perpustakaan desa dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat. Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 6(2), 85–94.
Ife, J. (2013). Community Development in an Uncertain World: Vision, Analysis and Practice. Cambridge University Press.
Irwani, I., & Ika, I. (2017). Pengelolaan Arsip Dinamis pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya. Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi, 3(2), 38–43.
Kusmana, S. (2017). Pengembangan Literasi dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah. Jurnal Kebahasaan dan Kesusastraan Indonesia, 1(1), 140–150.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muslim, A. (2012). Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat. Samudra Biru.
Ningsih, L. S., & Sayekti, R. (2023). Peran perpustakaan dalam meningkatkan literasi informasi di kalangan masyarakat: Sebuah systematic literature review. Pustaka Karya: Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 11(2), 141–156. https://doi.org/10.18592/pk.v11i2.10104
Noya, dkk. (2023). Pemanfaatan perpustakaan sebagai alternatif penguatan literasi membaca di Desa Klis Kecamatan Pulau Moa Kabupaten Maluku Barat Daya. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 2(3), 299–304. https://doi.org/10.59025/js.v2i3.126
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon and Schuster.
Riyadi. (2002). Pengembangan Wilayah: Teori dan Konsep Dasar. Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah BBPT.
Sari, P., & Jamil, B. (2016). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan anggota perpustakaan Kota Medan. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 4(1), 1–15.
Soekanto, S. (2002). Sosiologi Suatu Pengantar. Raja Grafindo Persada.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Yuningsih, N. Y., Salsabila, S., & Yuliant, S. (2025). Pendekatan kelembagaan: Upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan literasi. Jurnal Agregasi: Aksi Reformasi Government dalam Demokrasi, 13(1), 19–38.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





