Ornamen Atap sebagai Penanda Identitas Lokal pada Gedung Serbaguna Sangatta dengan Pendekatan Critical Regionalism
DOI:
https://doi.org/10.55681/armada.v4i4.1997Keywords:
Ornamen Atap, Identitas Lokal, Dayak Kenyah, Critical Regionalism, Neo-VernakularAbstract
Gedung Serbaguna (GSG) Sangatta merupakan bangunan publik di Kabupaten Kutai Timur yang menerapkan ornamen atap bermotif Dayak Kenyah sebagai upaya merepresentasikan identitas lokal dalam arsitektur modern. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana ornamen atap pada GSG Sangatta berfungsi sebagai penanda identitas lokal Dayak Kenyah melalui pendekatan Critical Regionalism Kenneth Frampton. Metode yang digunakan adalah kualitatif evaluatif dengan triangulasi data dari observasi lapangan, dokumentasi visual, kuesioner yang diberikan kepada 15 responden (tokoh adat, praktisi arsitektur, dan pengguna bangunan), serta wawancara mendalam bersama tokoh adat Dayak Kenyah mengenai arti kultural ornamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif figur manusia, pucuk paku, dan burung enggang yang ditempatkan pada puncak dan tepi atap berhasil dikenali sebagai penanda identitas Dayak Kenyah oleh seluruh responden. Evaluasi terhadap enam prinsip Critical Regionalism menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 85,2%, dengan capaian tertinggi pada aspek sense of place dan critique of civilization. Namun, penggunaan material plat besi sebagai pengganti kayu ulin menciptakan kelemahan kritis pada aspek taktilitas (38,7%), sehingga ornamen atap belum sepenuhnya memperkuat identitas lokal secara autentik sebagaimana dituntut prinsip Critical Regionalism Frampton.
Downloads
References
Canizaro, V. B. (2007). rchitectural Regionalism: Collected Writings on Place, Identity, Modernity, and Tradition. https://doi.org/10.21837/pm.v22i30.1439
Frampton, K. (1983). Towards a Critical Regionalism: Six Points for an Architecture of Resistance.
Ineru, B. P., Kusdiwanggo, S., & Yusran, Y. A. (2024). Systematic Literature Review ( SLR ): Keberlanjutan Arsitektur Tradisional dan Vernakular dalam Menghadapi Zaman pada Konteks Urban. 13(167), 190–200. http://dx.doi.org/10.32315/jlbi.v13i4.408
Jencks, C. (1984). The Language of PostModern Architecture.
Jencks, Charles. 1987. Post-Modernism: The New Classicism in Art and Architecture. New York: Rizzoli.
Kalsum, E., Caesariadi, T. W., & Purnomo, Y. (2024). Regionalism In Architecture : A Study Of Local Perceptions On Public State Buildings In West Kalimantan Province , Indonesia. Journal of the Malaysian Institute of Planners, 22(1), 270–282. https://doi.org/10.21837/pm.v22i30.1439
Masridin, M. H. (2022). Critical Regionalism Approach For Djami Mosque Design Towards The Aesthetics Of Sustainability. Journal Of Islamic Architecture, 6(December 2021), 220–232. http://dx.doi.org/10.18860/jia.v7i2.17135
Oliver, Paul. 1997. Encyclopedia of Vernacular Architecture of the World. Cambridge: Cambridge University Press.
Oliver, Paul. 2006. Built to Meet Needs: Cultural Issues in Vernacular Architecture. Oxford: Architectural Press.
Primanizar, R. (2024). The Presence Of Critical Regionalism In Contemporary Mosques In Indonesia. JOURNAL OF ISLAMIC ARCHITECTURE, 8(1), 224–233. http://dx.doi.org/10.18860/jia.v8i1.17848%0
Prijotomo, Josef. 2004. Arsitektur Nusantara: Menuju Keniscayaan. Surabaya: Wastu Lanas Grafika
Salura, P. (2018). Arsitektur Yang Membodohkan. CSS Publishing. http://www.purnamasalura.com/books.html
Stern, Robert A.M. 1988. Modern Classicism. New York: Rizzoli.
Sudarwani, M. (2025). Arsitektur Nusantara: Dalam Pandangan Perkembangan Dimensi Dunia Arsitektur. Widina Media Utama.
Sururi, A. Q., Nugroho, A. C., & Rusmiati, F. (2025). Arsitektur Neo-Vernakular : Hubungan Berkelanjutan Antara Warisan Budaya Dan Kebutuhan Modern. 17(02), 25–34. http://www.ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





