Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Panti Asuhan Al-Amin Kota Sorong
DOI:
https://doi.org/10.55681/swarna.v5i6.2919Keywords:
Anemia, Remaja Putri, Zat Besi, Tablet Tambah Darah, Panti AsuhanAbstract
Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, kognitif, dan emosional yang pesat, sehingga membutuhkan asupan gizi optimal untuk pertumbuhan. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena adanya siklus menstruasi setiap bulan serta kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan. Anemia ditandai dengan kadar Hemoglobin (Hb) < 12 mg/dL yang mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri di Panti Asuhan Al-Amin Kota Sorong mengenai pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui pemaparan materi menggunakan media visual. Materi mencakup pengenalan gejala 5L (Letih, Lelah, Lesu, Lemah, Lalai), penyebab anemia seperti pola makan tidak seimbang dan infeksi, serta dampak buruknya terhadap fungsi kognitif dan daya tahan tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran peserta dalam mengonsumsi makanan kaya zat besi (hewani, nabati, dan sayuran hijau) serta pentingnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), terutama saat menstruasi. Selain itu, peserta diedukasi untuk menghindari konsumsi teh atau kopi saat makan yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Kesimpulannya, edukasi ini menjadi langkah preventif penting untuk memastikan remaja putri tumbuh sehat dan optimal di lingkungan panti asuhan.
Downloads
References
Akseer, N., Padhani, Z. A., Rizvi, A., & Bhutta, Z. A. (2021). Adolescent nutrition and health in the 21st century: a review of the evidence. The Lancet Child & Adolescent Health, 5(2), 121-140. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(20)30282-1
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2019). Health Behavior: Theory, Research, and Practice. San Francisco: Jossey-Bass.
Gulewitsch, M. D., Schichtl, M., & Boos, N. (2021). The effect of tea and coffee consumption on iron status: A systematic review. Nutrients, 13(11), 3982. https://doi.org¬/10.3390/nu13113982
Hussain, A., et al. (2022). Nutritional status and prevalence of anemia among children living in orphanages: A cross-sectional study. Journal of Nutrition and Metabolism, 2022, 1-9. https://doi.org/10.1155/2022/1945672
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
Means, R. T. (2020). Iron deficiency and iron deficiency anemia: Implications and impact. Hematology/Oncology Clinics of North America, 34(1), 165-177. https://doi.org-/10.10¬16/j.hoc.2019.08.013
Tanziha, I., Rosmiati, R., & Utama, L. J. (2022). Knowledge, attitude, and practices of iron deficiency anemia and its risk factors among adolescent girls in Indonesia. Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics, 10(1), 45-56. https://doi.org/10.21927/ijnd.2022.10(1).¬45-56
World Health Organization. (2023). Anaemia in women and children: WHO global estimates for 2021. Geneva: World Health Organization
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dena Tri Solehaini, Sunya Suherman, Nelisa Jily Pasulu, Erza Husna, Sharon Vassilva Kapisa, Dermawanti Marbun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








