Kepastian Hukum bagi Konsumen Kosmetika Berbahaya dalam Fragmentasi Regulasi Perlindungan Konsumen di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4404Keywords:
perlindungan konsumen, kosmetika berbahaya, kepastian hukum, efektivitas hukum, e-commerceAbstract
Peredaran kosmetika yang mengandung bahan berbahaya dan tidak memenuhi ketentuan keamanan menunjukkan bahwa keberadaan regulasi belum sepenuhnya menjamin perlindungan konsumen secara efektif. Persoalan tersebut semakin kompleks seiring berkembangnya perdagangan elektronik yang memperluas akses distribusi produk kosmetika ilegal dan meningkatkan asimetri informasi antara pelaku usaha dan konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dalam memberikan kepastian hukum bagi konsumen kosmetika berbahaya serta mengidentifikasi kendala normatif dan implementatif dalam penegakannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Data yang digunakan berupa data sekunder yang terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, dilengkapi dokumen serta publikasi resmi lembaga terkait sebagai data pendukung. Data dianalisis secara kualitatif dengan menginterpretasikan ketentuan hukum dan menghubungkannya dengan teori efektivitas hukum serta kepastian hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPK telah menyediakan dasar normatif mengenai hak konsumen, kewajiban pelaku usaha, larangan peredaran produk berbahaya, dan mekanisme pertanggungjawaban, tetapi efektivitasnya masih terbatas akibat lemahnya penegakan hukum, ketidakselarasan regulasi, keterbatasan pengawasan, dan belum optimalnya pengaturan perdagangan kosmetika melalui platform digital. Penguatan harmonisasi regulasi, koordinasi antarlembaga, pengawasan digital, serta literasi hukum konsumen diperlukan untuk mewujudkan perlindungan dan kepastian hukum yang substantif.
Downloads
References
Adzanah Mariska Salsabila, Dewi Sinta Amalia, Davina Amelia, & Deden Najmudin. (2025). Legal Certainty in the Enforcement of Qanun Jinayah: Defining the Jurisdiction of Wilayatul Hisbah and the Civil Service Police Unit (Satpol PP) in Nanggroe Aceh Darussalam. Al-’`Adalah : Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 10(2), 329–343. https://doi.org/10.31538/adlh.v10i2.8921
Adzanah Mariska Salsabila, Zaky Anggara, & Desi Kirana. (2026). The Aceh Syar’iyah Court as a Constitutional Precedent: Reimagining the Integration of Family and Islamic Criminal Jurisdiction in Indonesia. 15th International Conference on Islam in the Malay World (ICON IMAD XV) 2026, 281–290. https://iconimadxv.uinsgd.ac.id/conference-papers/the-aceh-syariyah-court-as-a-constitutional-precedent-reimagining-the-integration-of-family-and-islamic-criminal-jurisdiction-in-indonesia/
Adzanah Mariska Salsabila, Zaky Anggara, & Firdaus Hasan. (2026). Enforcement of Islamic Criminal Law is a Concrete Solution to Eradicate Corruption. Al-’Adl, 19(1), 145–163. https://doi.org/10.31332/aladl.v19i1.12907
Alexsanro Gabe Simbolon, Muhammad Zayyaan Nasco, Masagus Hexal Rizkian, & Achmad Muflihuts Tsaqif. (2025). Efektivitas Regulasi dan Pengawasan Pemerintah dalam Mencegah Manipulasi Komposisi Produk Kosmetik : Kajian Hukum dan Kesehatan. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, 3(2), 82–96. https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v3i2.133
Alfina Maharani, & Adnand Darya Dzikra. (2021). Fungsi Perlindungan Konsumen dan Peran Lembaga Perlindungan Konsumen di Indonesia: Perlindungan, Konsumen dan Pelaku Usaha (Literature Review). Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 2(6), 659–666. https://doi.org/10.31933/jemsi.v2i6.607
Ali, A. (2009). Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence): Termasuk Interpretasi Undang-Undang (Legisprudence). Kencana.
Anna Maria Oktaviani, Megan Siti Wijaya, Anggi Nadiya, Fiskiyatur Rohmah, Abdulah Fauzi, Wida Ayu Lestari, Sohiyati Nupus, Hayatun, Ina Pajriyah, Lirida Aprilia, Sa’diyah, Selfana, & Yuliyanti. (2025). Pendidikan Dasar di Era Digital: E-Commerce sebagai Alat Pembelajaran. Publica Indonesia Utama.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2024). Waspada Kosmetik Ilegal: BPOM Temukan Produk Kosmetik Ilegal Senilai Rp8,91 Miliar di Akhir 2024. Badan Pengawas Obat Dan Makanan. https://www.pom.go.id/berita/waspada-kosmetik-ilegal-bpom-temukan-produk-kosmetik-ilegal-senilai-rp8-91-miliar-di-akhir-2024
Basyar, S. N. (2025). Reposisi Kewenangan Judicial Review: Integrasi Pengujian Peraturan ke dalam Mahkamah Konstitusi Sebagai Upaya Harmonisasi Hukum Nasional. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan Dan Politik Islam Jurnal Hukum Kenegaraan Dan Politik Islam, 5(2), 395–428. https://doi.org/10.14421/staatsrecht.v5i2.4578
Bisma Putra Pratama, & Wira Okta Viana. (2021). Hukum Perlindungan Konsumen. Eureka Media Aksara.
Diki Zukriadi, Padrisan Jamba, Lenny Husna, Miftahul Huda, & Agi Zulin. (2026). Pengantar Ilmu Hukum. CV. Gita Lentera.
Diva Fitaloka Oktaviani, Ibnu Elmi A.S Pelu, Baihaki, & Muhammad Amin. (2025). Pengawasan Peredaran Kosmetik Tanpa Izin di Media Digital Melalui Platform Elamahamen. Jurnal USM Law Review, 8(3), 1930–1948. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12305
Donna Panta Br Sitepu, Aron Felix Robinhot Manurung, Suhaila Zulkifli, & Tajuddin Noor. (2024). Analisis Hukum Tanggung Jawab Penyedia Platform Market Place terhadap Produk Palsu dalam Transasksi Jual Beli Online. Jurnal UDA, 32(4), 464–474. http://dx.doi.org/10.46930/ojsuda.v32i6.5095%0A
Faisal, & Istiqamah. (2021). Hubungan Hukum Produsen Dengan Konsumen Retail Goods. Alauddin Law Development Journal, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.24252/aldev.v3i1.13012
Firyal Arribah Syafiqoh, & Amad Sudiro. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dari Produk Kosmetik yang Ilegal. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(12), 6679–6689. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i12.14757
Friedman, L. M. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. Russell Sage Foundation.
Indrawanto, S. (2026). Hukum Dagang dan Bisnis Era Digital 5.0. Mitra Ilmu.
Kurniasih, D. (2023). Legal Protection for Shopee Paylater Users Experiencing Bad Credit under Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 953–960. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2753
Lalu Anugrah Nugraha, Christin Natalia Pargusip N, Wahyu Nur Chalamsah Setiawan, & Rahayu Sri Utami. (2026). Kepastian Hukum dan Perlindungan Konsumen Atas Maraknya Peredaran Sediaan Farmasi Ilegal. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial Dan Hukum, 4(2), 512–533. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4322
Maharani, Y. G. (2026). Perlindungan Hukum Konsumen terhadap Peredaran Produk Skincare Berbahaya (Studi Putusan Nomor 856/Pid.Sus/2025/PT Makassar) [Universitas Malikussaleh]. https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20579%0A
Maya Manurung, & Juliana Putri. (2025). Peran Marketplace dalam Meningkatkan Akses Pemasaran UMKM di Indonesia. AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics, 2(2), 74–81. https://doi.org/10.61553/abjoiec.v2i02.249
Mofea, S. (2024). Legal Security and Legal Protection of Outsourcing Employees Based on Indonesian Labor Law. Pena Justisia: Media Komunikasi Dan Kajian Hukum, 23(1), 3008–3018. https://doi.org/10.31941/pj.v23i3.4971
Mr. Joven Manlunas Pormento, & Dr. Elmer Capadosa Buenavides. (2025). Effectiveness of Coordination and Information Sharing System for Law Enforcement Agency. International Journal for Multidisciplinary Research, 7(2), 1–15. https://doi.org/10.36948/ijfmr.2025.v07i02.41850
Muhammad Zainuddin, A. D. K. (2023). Penggunaan Metode Yuridis Normatif dalam Membuktikan Kebenaran pada Penelitian Hukum. Smart Law Journal, 2(2), 114–123. https://e-journal.unkaha.ac.id/index.php/slj/article/view/26
Nailah Ariqah, & Amad Sudiro. (2026). Manufacturers’ Liability for Skincare Product Safety Violations in the Context of Law No. 8 of 1999. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 21(1), 1–13. https://doi.org/10.21070/ijler.v21i1.1400
Nanang Naisabur, & Adzanah Mariska Salsabila. (2025). Peran Partisipasi Publik Berbasis Digital (E-Participation) dalam Proses Perancangan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia: Tantangan dan Optimalisasi. YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan, 3(3), 74–83. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v3i3.2144%0A
Rahma Widyastuti, Maulida Julia Saputri, Sumiati Bedah, Ratih Indah Sari, Siti Hardianti, Vera Novalia, I Agus Adi Gunawan, & Muhammad Arief Fadillah, A. H. (2025). Teknologi Laboratorium Medis: Konsep dan Implementasi. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Rania Ningsih, Vifin Nadzary A, Nadhirotul Jannah, Kholilur Rohman, & Muhammad Ersya Farab. (2025). Perkembangan Produk Kosmetik Halal dalam Trend Kecantikan Wanita Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(12), 1–16. https://doi.org/10.62281/jw9zkn69
Rere Ayu Sekar Andini, Sinta Ananda Rizki Aprilia, & Eka Diah Febrianawati. (2026). Analisis Perlindungan Hukum Konsumen Terhadap Tanggung Jawab Produk Cacat Di Lazada. Jurnal Strategi Bisnis Dan Keuangan, 6(1), 62–74. https://repository.unigoro.ac.id/id/eprint/2983/
Rezqa Al’ Asfah, Ceirin Sasmitra Akuba, & Arif Mahfudin Ibrahim. (2025). Implikasi Hukum pada Pelanggaran Legalitas Bisnis Kosmetik (Studi Kasus Kota Gorontalo). Jurnal Hukum Bisnis (J-KUMBIS), 3(1), 1–22. https://doi.org/10.37606/j-kumbis.v3i1.280
Rima Fadilahtunnisa, Ahmad Rama, Antonia Alda Resalda, Muhammad Sulthon Robani Thai’ib, Rima Yuni Saputri, & Dian Permata Sari. (2026). Relevansi Faktor Penegakan Hukum Menurut Soerjono Soekanto Dalam Menghadapi Fenomena Cyber Crime. Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, Dan Hukum, 3(1), 42–49. https://doi.org/10.70134/pakehum.v3i1.1432
Rissa Hany, & Usep Suhud. (2023). Regulasi, Etika, dan Perilaku Konsumen terhadap Kosmetika Impor Berisiko di Indonesia. UnindaPress.
Safira Novayani, & Diman Ade Mulada. (2023). Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Atas Penjualan Kosmetik Ilegal Berupa Krim Wajah. Jurnal Commerce Law, 3(1), 131–142. https://doi.org/10.29303/commercelaw.v3i1.2797
Salsabila, A. M. (2025). Reform of State Administrative Law from the Perspective of Fiqh Siyasah on Public Services to Achieve Good Governance in Indonesia. Siyasah Wa Qanuniyah: Jurnal Ilmiah Ma’had Aly Raudhatul Ma’arif, 3(2), 135–151. https://doi.org/10.61842/swq/v3i2.51
Salsabila, A. M. (2026). A Constructive Critique of the Politics of Islamic Criminal Law in A Constitutional State. Siyasah Wa Qanuniyah: Jurnal Ilmiah Ma’had Aly Raudhatul Ma’arif, 4(1), 1–19. https://doi.org/10.61842/swq/v4i1.57
Sherlita Restu Khairina, Novikasari Jati Permata, & Kanzha Kania Damayanti. (2023). Perlindungan Konsumen terhadap Kosmetik Berbahaya. Journal of Beauty and Cosmetology (JBC), 5(1), 1–10. https://doi.org/10.26740/jbc.v5n1.p1-5
Sri Astuti, Tina Wikara, Sri Nurhayati, Evi Ratna Sari, Rotua Uli Carolina, & Galuh Zhafirah Rahmita. (2026). Compliance Trends of Cosmetic Business Actors in Indonesia. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 159–169. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.741
Steers, R. M. (1977). Organizational Effectiveness: A Behavioral View. Goodyear Publishing Company.
Stephanie Patricia Prasetyo, & Ariawan Gunadi. (2024). Perlindungan Hukum Bagi Konsumen terhadap Produk Kecantikan Tidak Terdaftar BPOM yang Beredar di E-Commerce. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(4), 1–18. https://www.ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/668
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (1945).
Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (1999).
Wahid Bagus Sanjaya, & Romi Faslah. (2025). Perlindungan Konsumen dari Ancaman Produk Kedaluwarsa: Perspektif Hukum dan Etika. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 2(6), 1294–1298. https://doi.org/10.62379/y2nkxx83
Zakia Luluk Salsabila, Masnuatul Hawa, & Joko Setiyono. (2026). Representasi Perempuan dalam Iklan Produk Kecantikan di Media Sosial (Analisis Semiotika Terhadap Kontruksi Makna dan Ideologi). Seminar Nasional Inovasi Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(1), 35–61. https://doi.org/10.1234/prosiding.v2i1.4916
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dimas Ronggo Kusumo, Rizal Apriadi, Yuyut Prayuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








