Pertanggungjawaban Pidana atas Kekerasan Berbasis Identitas terhadap Warga Sipil di Papua Pegunungan dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia
DOI:
https://doi.org/10.55681/seikat.v5i5.4399Keywords:
human rights;, identity-based violence;, civilians;, criminal liability, Highland PapuaAbstract
This study examines the legal construction of identity-based violence against civilians in Highland Papua and its implications for criminal liability from the perspective of Law Number 39 of 1999 on Human Rights. The research is important because recent incidents in Jayawijaya involved reports of separating members of a civilian group into Indigenous Papuans and non-Indigenous Papuans before three civilians were shot, followed by the killing of a travel driver from Toraja. The study employs normative juridical research using statutory, case, and conceptual approaches. Legal materials are analyzed qualitatively by testing the relationship between legal facts, human rights norms, criminal-law elements, and individual responsibility. The analysis indicates that the reported separation and statements directed at migrants provide grounds to examine identity-based violence, but do not by themselves conclusively establish discriminatory intent. The right to life, security, and freedom from cruel treatment are directly relevant under Law Number 39 of 1999. Criminal liability must be attributed individually under the applicable Criminal Code, including the rules on participation and racial or ethnic discrimination. The study emphasizes an integrated human-rights and criminal-law approach that protects civilians while preserving the principle of individual criminal responsibility.
Downloads
References
Jurnal
Balinal, U., Palempung, L. W., & Kasenda, M. A. (2026). Tinjauan Yuridis Terhadap Upaya Perlindungan Hak Asasi Masyarakat Papua Di Tengah Konflik Dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Journal of Golden Generation Legal Science, 2(2), 287–295. https://doi.org/10.65244/jggls.v2i2.480
Devi, P. F. S., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2026). Batas perlindungan hukum bagi civilian combatants dalam perspektif hukum humaniter internasional. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 3(2), 39–49. https://doi.org/10.62383/konsensus.v3i2.1651
Edon, S. F. L., & Hidayat, N. A. (2021). Kewajiban pemerintah Indonesia terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(3). https://doi.org/10.23887/jpku.v9i3.39160
Hamonangan, A., Anugrah, H. M., & Robbani, H. (2024). The application of the principle of legality in cases of human rights violations committed by armed criminal groups (KKB) in Papua. Decisio: Law Journal, 1(1). https://doi.org/10.52249/decisio.v1i1.2
Muslimin, M. (2025). Analisis Tentang HAM di Papua dalam Perspektif Hukum Internasional. JURNAL HUKUM POLITIK DAN ILMU SOSIAL, 4(4), 52–70. https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i4.5733
Sulteng, F., & Setiyono, S. (2021). Kebijakan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku kelompok kriminal separatis bersenjata (studi kasus Organisasi Papua Merdeka). MLJ Merdeka Law Journal, 2(1), 58–71. https://doi.org/10.26905/mlj.v2i1.6668
Suhartanto, T., Chandrawinata, G. C. M., & Putra, M. R. S. (2025). Konflik bersenjata di Papua berdasarkan hukum hak asasi manusia di Indonesia. JALAKOTEK: Journal of Accounting Law Communication and Technology, 2(1), 480–488. https://doi.org/10.62383/jalakotek.v2i1.4592
Internet
ANTARA News. (2026, September 10). Kodim Jayawijaya ungkap identitas tiga korban penembakan. https://papua.antaranews.com/berita/767880/kodim-jayawijaya-ungkap-identitas-tiga-korban-penembakan-kkb
ANTARA News. (2026, September 13). Satgas ODC ungkap identitas dua KKB pelaku penembakan ASN di Muliama Jayawijaya Papua Pegunungan. https://papua.antaranews.com/berita/767999/odc-ungkap-identitas-dua-kkb-pelaku-penembakan-asn-di-muliama-jayawijaya-papua-pegunungan
ANTARA News. (2026, September 17). Polisi olah TKP sopir asal Toraja dibunuh KKB di Habema, Jayawijaya. https://papuatengah.antaranews.com/amp/berita/89080/polisi-olah-tkp-sopir-asal-toraja-dibunuh-kkb-di-habema-jayawijaya
ANTARA News. (2026, September 18). Kronologi sopir travel asal Toraja ditembak dan dibakar di Wamena. https://www.antaranews.com/berita/5748032/kronologi-sopir-travel-asal-toraja-ditembak-dan-dibakar-di-wamena
Media Humas Polri. (2026, September). Profil dan penanganan penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya. https://mediahumaspolri.info/sulawesi-selatan/jenazah-asn-korban-penembakan-kkb-di-wamena-tiba-di-toraja-disambut-isak-tangis-keluarga/
Perundang-Undangan
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pengesahan International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination 1965. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 83.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165.
Republik Indonesia. (2000). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 208.
Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 119.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 170.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1.
Republik Indonesia. (2026). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2026 Nomor 1.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 irna ina, Mohamad Safrul Wijaya, Hospirene Theresia Simamora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








