Makna Simbolik dan Nilai Budaya Ritual Po Poe dalam Prosesi Toa Pe Kong di Manado

Authors

  • Sri Martini Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Manado, Indonesia
  • Ni Luh Putu Suastini Universitas Ngurah Rai, Indonesia
  • Mutria Farhaeni Sekolah Tinggi Bisnis Runata, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/ijssh.v4i2.3063

Keywords:

Ritual Po Poe, Toa Pe Kong, Makna Simbolik, Nilai Budaya, Warisan Budaya Tak Benda

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dan nilai budaya yang terkandung dalam ritual Po Poe pada prosesi Toa Pe Kong di Manado. Ritual Po Poe merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Tionghoa sebagai bagian dari praktik keagamaan dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah perkembangan modernisasi dan globalisasi, keberadaan ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas seremonial, tetapi juga sebagai media pelestarian identitas budaya dan pewarisan nilai-nilai sosial kepada generasi berikutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai makna yang diberikan masyarakat terhadap ritual tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus vihara, tokoh agama, panitia prosesi, pelaku ritual, dan masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Po Poe mengandung makna simbolik berupa keberkahan, keselamatan, kemakmuran, dan harapan hidup yang lebih baik. Selain itu, ritual ini merepresentasikan nilai-nilai budaya seperti kebersamaan, solidaritas sosial, semangat berbagi, penghormatan terhadap tradisi, dan pelestarian identitas budaya Tionghoa. Temuan penelitian menegaskan bahwa ritual Po Poe merupakan bagian penting dari warisan budaya tak benda yang berkontribusi terhadap keberagaman budaya Indonesia.

References

Aprilistya, A., Azhari, C. V., & Pramesti, C. A. (2023). Dampak Media Sosial Terhadap Penurunan Nilai Moral Dan Etika Generasi Muda. Journal of Economics, Business, Management, Accounting and Social Sciences (JEBMASS), 1(4), 165–168. https://ojs.putrajawa.co.id/index.php/jebmass/article/view/80/33

Arif, M., 1, R., Setiyani, W., & Sa’ad Algayyar, S. (2024). Makna Simbolik Tradisi Lokal dalam Kehidupan Sosial Masyarakat. 2(2), 75–81. https://doi.org/10.70716/perseptif.v2i2.394

Aurellia, R., Lewenussa, F., & Hadi, N. (2024). The Symbolic Meaning of the Cimbingan Tradition in the Chinese Ethnic Community in Turirejo Village, Lawang District, Malang Regency. 9(1), 63–76. http://journal2.um.ac.id/index.php/jsph/

Brata, I. B., Rai, I. B., Rulianto, & Wartha, I. B. N. (2020). Pelestarian Warisan Budaya Dalam Pembangunan Pariwisata Bali yang Berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional Webinar Nasional Peranan Perempuan/Ibu Dalam Pemberdayaan Remaja Di Masa Pandemi Covid-19, 49–60. http://e-journal.unmas.ac.id/index.php/prosidingwebinarwanita/article/view/1241/1053

Creswell, J. W. (2022). Desain penelitian. Pendekatan Kualitatif & Kuantitatif. KIK.

Farhaeni, M., & Martini, S. (2023). Pentingnya Pendidikan Nilai-Nilai Budaya Dalam Mempertahankan Warisan Budaya Lokal Di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(2). https://doi.org/10.30742/juispol.v3i2.3483

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books Inc.

Hafid, A., Pelestarian, R. B., Budaya, N., Selatan, S., Sultan, J., Tala, A. /, & Km, S. (2019). Makna Simbolik Tradisi Ritual Massorong Lopi-Lopi Oleh Masyarakat Mandar Di Tapango, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat Symbolic Meaning In Ritual Tradition Of Massorong Lopi-Lopi By Mandar Community In Tapango, Polman Regency, West Sulawesi Province. In Walasuji (Vol. 10, Number 1).

Ivana Theo Philia, Talita Sembiring, Ruth Yessika Siahaan, Dules Ery Pratama, & M. Iqbal. (2025). Dampak Modernisasi Terhadap Dinamika Kebudayaan Masyarakat di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Kewarganegara Indonesia, 2(2), 10–22. https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i2.239

Kuswaya Wihardit. (2010). Pendidikan Multikultural: Suatu Konsep, Pendekatan Dan Solusi. Jurnal Pendidikan, 11(2), 96–105. https://doi.org/10.33830/jp.v11i2.561.2010

Miles, MB, Huberman, AM, dan Saldana, J. (2014). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Metode (Ketiga). Publikasi SAGE, Inc.

Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muzayyanah, A., & Ahwan, Z. (2025). Studi Komunikasi Simbolik Dalam Tradisi Nyadran Sebagai Refleksi Harmoni Sosial-Ekologis Pada Masyarakat Ledug Prigen Pasuruan. Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 2(3), 3062–8377.

Rahman, I. A., Rahyono, F. X., & Suratminto, L. (2024). Nilai-Nilai Dalam Tradisi Ritual Perayaan Prosesi 12 Tahunan Toapekong Pada Masyarakat Cina Benteng. Pena Literasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 162–172. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/penaliterasiEmail

Sri Widari, D. A. D. (2022). Interaksi dan Dampak Sosial Budaya dalam Pengembangan Pariwisata. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 16(1), 42–55. https://doi.org/10.24815/jsu.v16i1.25608

Suwardi. (2009). Makna Simbolik Mitos Dewi Sri Dalam Masyarakat Jawa Kajian Model Linguistik Levi-Strauss. Linguistika, 16(31), 1–15.

Tumuju, V. N. (2014). Simbol Verbal dan Nonverbal Tarian Kabasaran Dalam Budaya Minahasa. Jurnal Duta Budaya, 78(1), 1–30.

Turner, V. (1967). The Forest of Symbols: Aspects of Ndembu Ritual. Cornell University Press.

UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO Publishing.

Usman, M., Saleh, ,nurming, & Mannahali, ,misnah. (2023). Fengshui Bagi Kehidupan Masyarakat Tionghoa Di Kota Makassar Dalam Pembelajaran Pengetahuan Lintas Budaya. Jurnal Cakrawala Mandarin Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia, 7(1).

Zahra, A. M., Rahmanda Pura, F., Alfajri, M., & Hum, A. M. (2025). Nilai Nilai Sosial Budaya Masyarakat Tiongkok Di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner, 9(11).

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Martini, S., Luh Putu Suastini, N., & Farhaeni, M. (2026). Makna Simbolik dan Nilai Budaya Ritual Po Poe dalam Prosesi Toa Pe Kong di Manado. International Journal of Social Sciences and Humanities, 4(2), 1078–1087. https://doi.org/10.55681/ijssh.v4i2.3063