Neglected Rehabilitation: Challenges and Discrepancies in the Implementation of the Narcotics Law for Addicts in Ambon City

Authors

  • Rukiah Latuconsina Department of Law, Universitas Darussalam Ambon, Ambon, Indonesia
  • Patma Toisuta Department of Law, Universitas Darussalam Ambon, Ambon, Indonesia
  • Irham M. Jiat Latuamury Department of Islamic Creed and Philosophy, State Islamic University (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Indonesia
  • Emy Ollong Department of Law, Universitas Darussalam Ambon, Ambon, Indonesia
  • Ali Tamrin Wasolo Department of Law, Universitas Darussalam Ambon, Ambon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55681/ijssh.v4i2.2958

Keywords:

Narcotics Rehabilitation, Drug Addicts, Implementation Gaps, Rehabilitation Facilities

Abstract

Rehabilitation for drug addicts is a treatment process aimed at freeing them from dependency, which is also considered a form of punishment. However, in Indonesia, particularly in Ambon City, Maluku Province, facilities for medical and social rehabilitation are still very limited. The rate of drug abuse in Maluku, especially in Ambon City, is relatively high, with 83 cases and 55 drug abuse patients recorded in 2021. Although Law Number 35 of 2009 on Narcotics mandates rehabilitation for addicts, its implementation in Ambon City has not been optimal due to the lack of facilities and specialized medical personnel. Rehabilitation involves three main stages: medical detoxification, non-medical rehabilitation, and follow-up guidance. However, in Ambon, rehabilitation is only conducted on an outpatient basis, without adequate inpatient facilities. Additionally, the lack of specialized medical personnel, such as psychiatrists and psychologists, hinders the effectiveness of the rehabilitation process. This contradicts the purpose of the Narcotics Law, which emphasizes rehabilitation as a means of healing rather than mere punishment. To improve the effectiveness of rehabilitation, the construction of permanent rehabilitation facilities and the enhancement of medical personnel quality are necessary. Furthermore, there needs to be a clear consensus in defining drug abusers, addicts, and victims of narcotics abuse to ensure appropriate legal handling and rehabilitation. Thus, rehabilitation can become a more humane and effective solution in addressing drug dependency issues in Ambon City and other regions in Indonesia.

References

Ahmad Fauzi, M. N. F. A. A. F. (2022). Hak Rehabilitasi Medis Bagi Korban Penyalahgunaan Narkotika Sebagai Bentuk Persamaan Hukum Dengan Pecandu Narkotika Yang Menjalani Proses Hukum. Hukum Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 44–45.

Amrin, A., Toule, E. R. M., & Adam, S. (2023). Pelaksanaan Rehabilitasi Terhadap Pecandu Narkoba di Kota Ambon. PAMALI: Pattimura Magister Law Review, 3(2), 88–113. https://doi.org/10.47268/pamali.v3i2.1009

Badan Narkotika Nasional. (2015). Deklarasi Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna Narkoba Di Provinsi Maluku. Badan Narkotika Nasional. https://bnn.go.id/deklarasi-rehabilitasi-100-000-penyalahguna-narkoba-di-provinsi-maluku/

Budiman. (2018). Analisis Hukum Terhadap Kebijakan Diversi Dalam Menangani Perkara Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana (Studi pada Kepolisian Sektor Sunggal) (Vol. 44, Issue 2).

Hariwangi, A., Nahak, S., & ... (2019). Implementasi Proses Rehabilitasi Terhadap Penyalahguna Narkotika di Panti Rehabilitasi Yayasan Anargya Bali. Jurnal Analogi …, 1(3), 271–276. https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/analogihukum/article/view/1766

Kementerian Hukum dan HAM. (2018). Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Ri Badan Pembinaan Hukum Nasional.

Mahmud, A. (2021). Jurnal Hukum & Pembangunan Narkotika Dalamsistem Hukum Indonesia. 51(2). https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no2.3060

Maluku, A. (2019). Prevalensi penyalahgunaan narkoba di Maluku 1,59 persen. Antara Maluku. https://ambon.antaranews.com/berita/63333/prevalensi-penyalahgunaan-narkoba-di-maluku-159-persen

Nainggolan, I. (2019). Lembaga Pemasyarakatan Dalam Menjalankan Rehabilitasi Terhadap Narapidana Narkotika. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 5(2), 136–149. https://doi.org/10.30596/edutech.v5i2.3388

Novitasari, D. (2017). Rehabilitasi Terhadap Terhadap Anak Korban Penyalahgunaan Narkoba. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 12(4), 917–926. http://lppm-unissula.com/jurnal.unissula.ac.id/index.php/jhku/article/view/2567

Pedoman Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkotika Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika Yang Berhadapan Dengan Hukum Di Dalam Lembaga Rehabilitasi Sosial, 4 Kementerian Sosial Republik Indonesia, 950 (2014).

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Wajib Lapor Dan Rehabilitasi Medis Bagi Pecandu, Penyalahguna, Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, 4 1 (2015).

Safaria, A. F., & Gumelar, A. (2023). Implementasi Program Rehabilitasi Medis. JRPA-Journal of Regional Public Administration, 8(1), 67–73.

Subantara, I. M., Dewi, A. A. S. L., & Suryani, L. P. (2020). Rehabilitasi terhadap Korban Penyalahgunaan Narkotika di BNNP Bali. Jurnal Preferensi Hukum, 1(1), 245.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, 19 Badan Narkotika Nasional 19 (2009).

Yuli W, Y., & Winanti, A. (2019). Upaya Rehabilitasi Terhadap Pecandu Narkotika Dalam Perspektif Hukum Pidana. ADIL: Jurnal Hukum, 10(1). https://doi.org/10.33476/ajl.v10i1.1069

Amrin, A., Toule, E. R. M., & Adam, S. (2023). Pelaksanaan rehabilitasi terhadap pecandu narkoba di Kota Ambon. PAMALI: Pattimura Magister Law Review, 3(2), 88–113. https://doi.org/10.47268/pamali.v3i2.1009

Badan Narkotika Nasional. (2014). Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 11 Tahun 2014 tentang tata cara penanganan tersangka dan/atau terdakwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi. Badan Narkotika Nasional.

Badan Narkotika Nasional. (2015). Survei nasional penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2015. Badan Narkotika Nasional.

Badan Narkotika Nasional. (2024, June 27). HANI 2024: Masyarakat bergerak, bersama melawan narkoba mewujudkan Indonesia Bersinar. Badan Narkotika Nasional.

Badan Narkotika Nasional. (2025, December 19). Dari data ke aksi: BNN perkuat strategi penanggulangan narkoba berbasis riset komprehensif. Badan Narkotika Nasional.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku. (2023, March 10). Pembukaan program rehabilitasi sosial penyalahgunaan narkotika bagi WBP Lapas Kelas IIA Ambon tahun 2023. Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku.

Budiman. (2018). [Rujukan tentang fasilitas pendukung dalam pelaksanaan rehabilitasi pecandu narkotika].

Hariwangi, A. P. K. A., Nahak, S., & Sukadana, I. K. (2019). Implementasi proses rehabilitasi terhadap penyalahguna narkotika di Panti Rehabilitasi Yayasan Anargya Bali. Jurnal Analogi Hukum, 1(3), 271–276.

Lipsky, M. (1980). Street-level bureaucracy: Dilemmas of the individual in public services. Russell Sage Foundation.

Novitasari, D. (2017). Rehabilitasi terhadap terhadap anak korban penyalahgunaan narkoba. Jurnal Hukum Khaira Ummah, 12(4), 917–926.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143.

Safaria, A. F., & Gumelar, A. (2023). Implementasi program rehabilitasi medis pengguna narkotika pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumedang. JRPA: Journal of Regional Public Administration, 8(1), 67–73.

Tual News. (2020, February 29). BNN sebut survei 2019: Kota Ambon urut 1 narkoba, Tual turun nomor 11.

United Nations Office on Drugs and Crime. (2025). World Drug Report 2025. United Nations Office on Drugs and Crime.

Van Meter, D. S., & Van Horn, C. E. (1975). The policy implementation process: A conceptual framework. Administration & Society, 6(4), 445–488.

World Health Organization, & United Nations Office on Drugs and Crime. (2020). International standards for the treatment of drug use disorders: Revised edition incorporating results of field-testing. World Health Organization and United Nations Office on Drugs and Crime.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Latuconsina, R., Toisuta, P., M. Jiat Latuamury , I., Ollong, E., & Wasolo , A. T. (2026). Neglected Rehabilitation: Challenges and Discrepancies in the Implementation of the Narcotics Law for Addicts in Ambon City. International Journal of Social Sciences and Humanities, 4(2), 965–978. https://doi.org/10.55681/ijssh.v4i2.2958